
3 bulan berlalu, Sidang perceraian pun sudah selesai. Irene pergi keluar negri untuk memulai karirnya kembali. Sedangkan Emanuel Atmaja masih saja berkeras diri menentang hubungan Samuel dan juga Rachel. Hari-hari mereka lewati meskipun harus sembunyi-sembunyi dan juga berpindah-pindah tempat. Samuel mundur jadi perusahaan milik Ayahnya dan berfokus pada Rumah sakit yang dia bangun dari nol.
Sam dan joan semakin dekat. Sam pun tak perlu takut akan kesehatan Kandungan Rachel karena joan adalah dokter yang sangat hebat.
Dikalangan para sosialita,pejabat dan juga artis. Joan bahkan sudah menjadi langganan para petinggi negara.
Perut Rachel sudah semakin besar apalagi kehamilan kembar membuat perutnya dua kali lebih besar dari kehamilan normal.
"Sam aku semakin gemuk sekarang, Apakah kau akan tetap mencintaiku?" Rachel mengelus perutnya.
"Tentu saja baby. aku suka kau yang gemuk seperti ini. Bahkan setelah kau melahirkan aku akan menghamili kau lagi"
"Kau saja yang hamil,Aku bukan kucing Sam" Rachel cemberut ketika hidungnya di cubit Sam.
"Ku harap kau bersabar Baby. Ku tahu kau lelah namun kita harus terus menghindari Ayah"
"Apa sebaiknya kau bicara baik-baik Sam? Mungkin ayahmu akan melunak bila tahu dia akan punya cucu". Kaya rachel sambil menyentuh pipi suaminya yang berjambang tipis.
"Baiklah akan ku pikirkan nanti. Baby? bolehkah aku menjenguk si kembar? aku berjanji akan lembut"
"Dasar mesum!!!" Teriak rachel saat Sam menerjangnya.
Beberapa gaya mereka praktekkan. Rachel pun sampai bingung berapa gaya yang Sam kuasai. Satu jam berlalu Sam sudah dua kali pelepasan. Rachel yang sudah lelah menyerah melayani Nafsu Sam yang menggebu.Rachel menyudahi kegiatan yang menguras keringat mereka.Menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Salah Rachel tak mengunci pintu kamar mandi. Sam kembali menyerangnya dibawah guyuran Shower. Setengah jam berlalu. Rachel menggigil kedinginan bibirnya membiru dan wajahnya pucat.
"Besuk lagi kalau mandi aku harus mengunci pintu!!" batin Rachel. Samuel tertawa puas kini sedang membasuh badannya. Kemudian mereka berdua terkapar di Atas kasur.
Hari ini Sam ada sedikit urusan di rumah sakit. Entah suasana hari ini begitu mencekam. Para staf terlihat begitu tegang. Hingga joan memberitahukan bahma Emanuel sudah ada di dalam kantornya. Sam menuju ke kantornya. Diputarnya knop pintu.Dilihatnya wajah Ayahnya yang kini semakin tua. Kesehatannya sedikit memburuk.
"Duduklah" ucap Emanuel.
"Ada apa Ayah kemari?" Sam menatap wajah Ayahnya tak suka.
"Aku akan merestui hubungan kalian" Kata Emanuel sambil merekatkan kedua tangannya.
"Benarkah???Apa Ayah sedang bercanda??" Tanya sam bingung.
"Tidak, Aku sudah yakin dengan hal itu. namun aku punya satu syarat"
"Apa syarat itu?"
"bila sudah lahir biarkan aku merawat dan membesarkan anakmu,Sebagai ganti aku yang telah menelantarkamu saat dulu" Emanuel berdiri dari kursi "Aku tak memintamu untuk menjawab sekarang.Bila kau sudah memikirkannya datangalah padaku"
__ADS_1
"Tidak!!bila urusan anda sudah selesai silahkan pergi"
"Aku tak akan menganggu kalian lagi. Pikirkanlah masih banyak waktu" Emanuel pergi diikuti beberapa pengawalnya.
Setelah kepergian Emanuel, Alex pun datang.
"Maaf tuan muda, apakah masih ada tempat untuk saya kembali ke tempatmu?" ucap Alex membuyarkan lamunan Sam.
"Oh...Alex..Aku tahu kau loyal padaku. apa ini karena Ayahku?" Sam melihat Alex yang sedang berdiri tegak dihadapannya.
"Selama ini saya yang menghandel.pekerjaa anda Tuan. Namun saya tak sehebat anda. Saham perusahaan terus merosot.Bahkan Tuan besar tak tahu saya kemari.Beliau terguncang hebat hingga berdampak pada kesehatannya" jelas Alex.
Samuel tertegun, Sejahatnya Emanuel ia masih tetap Ayah kandungnya. Kakek dari anak-anaknya kelak. "Beri waktu aku sehari" Kata Sam.Alex membungkuk dan meninggalkan ruangan Samuel.
Ia berfikir mungkin ia memang sedikit egois. Ia hendak membicarakannya dengan Rachel namun ia urungkan karena mungkin akan berdampak buruk pada kandungannya nanti.
"Elena, Tolong panggilkan joan. Minta dia datang ke ruanganku" kata Sam pada sekertarisnya.
"yes sir" balas Elena.
Tak lama joan memasuki ruangan Sam. "Hai, Sam ada apa kau memanggilku?"
" Maaf Sam. Harusnya aku bilang dari dulu" joan menceritakan apa yang dia ketahui.
Beberapa tahun yang lalu saat aku mengunjungi temanku di Rumah Sakit XXY. Tak segaja ku lihat Paman Emanuel juga berada di sana. Ku sapa beliau dan kutanya apa yang sedang disini. Awalnya dia tak mau menjawabnya namun saat kulihat ada hasil radiologi. Ku desak dia dan akhirnya dia pun menceritakan apa yang dia alami.
Yah...masih tahap awal namun kutahu itu terus berkembang mungkin sekarang sudah tingkat lanjut. Paman Emanuel memintaku untuk berjanji tidak mengatakan hal ini padamu.
"Sam kau tahu tahu, kau anak satu- satunya. Mungkin dia keras tapi aku tahu dia begitu menyayangimu. Bahkan saat menceritakan tentangmu ia bergitu bersemangat"
"Hiburlah dia..itu bisa memperpanjang hidupnya" ucap Joan. "Untuk hal yang kau tanyakan tadi, Baiklah aku akan membantumu"
"Terima kasih jo" Sam memeluk tubuh sepupunya itu.
"Hei...itulah tugas saudara. membantu saudaranya yang sedang membutuhakn bantuan. Bila aku mampu pasti akan ku lakukan". ucap joan
Sam pun pamit pada joan ia kembali ke rumah untuk membicarakan hal itu pada Rachel.
Setibanya dirumah Sam di sambut Rachel dengan pelukan yang hangat.
" Sam? ada apa?" Rachel melepas pelukanya pada Sam. tak biasanya Sam pulang lebih awal.
__ADS_1
"Aku hanya merindukanmu baby" Sam kembali menarik tubuh istrinya dan meletakkan kepalanya di ceruk leher istrianya itu.
"Bicaralah Sam" desak Rachel.
Samuel pun menceritakan apa yang sebenarnya. Awalnya Samuel yakin kalau Rachel akan marah dengan apa yang dia katakan. Dengan lembut Rachel pun menyetujui hal itu.
"Ya Tuhan terima kasih kau sudah mengirimkan bidadari untuk menemani hidupku". batin Sam.
"Terima kasih sayang" Ucap sam pada istrinya..
"Dia kakek dari anakmu dia pun punya hak untuk merawat anakmu". Ucap rachel mengusap lembut pipi suaminya itu.
Sam meraih tangan lembut yang mengusap pipinya kemudian mencium tangan itu.
"Baby maukah kau bertemu dengan Ayah Emanuel"
"Apa dia mau menerimaku? tanya rachel.
" Yahh...kita tak akan tahu kalau kita tidak mencobanya, Aku yakin setelah bertemu denganmu Ayah pasti akan langsung menyukaimu" sam mengelus puncak kepala istrinya itu.
"makanlah dulu aku sudah masak sedikit tadi" ucap sam.
"Apa jagoan daddy sudah makan?" sam menggosokkan wajahnya pada perut Rachel. Tentu saja hal itu membuat Rachel geli.
Rachel memandangi wajah Suaminya itu. Dia tak menyangka bisa menikah dengan penyelamat hidupnya.
Rachel begitu merindukan ibunya. Ia tak kan tahu apa reaksi ibunya saat melihatnya hamil.
.
.
.
.
.
Bersambung
jangan lupa jempolnya ya? semoga kalian selalu sehat dan bahagia
__ADS_1