
Aku sungguh tak percaya?? aku sudah menikah tampa pacaran ataupun lamaran romantis. Didalam mobil Alex hanya diam suasana canggung dan kaku pun begitu mencekam.
"Saya sudah mengirimkan ke email beberapa yang harus anda lakukan nona" ucap Alex.
"Maksudmu apa tuan" ucapku.
"Tolong nona,Tuan sam bisa membunuhku. Panggil aku Alex"
"Baiklah" jawabku.
"Bukanya tuan tak mau mengakui anda, Tapi beliau masih mempunyai istri yang mau menghancurkannya" ucap Alex.
"iya aku tahu" ucapku.
"mulai besuk anda akan pindah bagian menjadi sekertaris pribadi tuan Sam" Alex fokus menyetir mobil.
"Tapi bagaimana dengan teamku?Sudah banyak proyek yang jadi tanggung jawabku?"
"Tenanglah nona semua itu akan diteruskan oleh joice" kata Alex.
Sebenarnya aku begitu ragu akan hal ini. Bagaimanapun aku juga wanita namun keadaan yang memaksaku. Apakah aku ini merebut suami orang?. Setibanya dirumah, Alex membukakan pintu mobil untukku.
"Lex, aku bukan bosmu aku bisa membuka sendiri.Apa kata orang bila melihat ini?"
"Tidak apa nona, jangan pernah mendengarkan kata orang. karena banyak orang bicara seenaknya tampa tahu apa kebenarannya". Alex mengikutiku dari belakang.
" Tapi orang bicara apa yang mereka lihat" kataku.
kulihat ibu sedang menyiram tanaman di depan rumah.
"Baru pulang nak? bawa temanmu masuk kita sarapan" kata ibu.
"maaf Nyonya, mungkin lain kali.Saya hanya mengantar nona rachell saja" ucap Alex.
"Baiklah kalau begitu. Terimakasih sudah mengantar anaku" kata ibu.
Alex pun pergi. kami berdua masuk ke dalam rumah. kutemani ibu sarapan sebentar.kemudian masuk ke kamar dan mengistirahatkan tubuhku yang lelah.
Bayangan wajah Sam terngiang di pikiranku. Kami melakukan itu bukan karena cinta. Memang aku kagum padanya entah perasaan ini cinta atau bukan aku pun bingung.
---
Senin pagi, Aku merasa bingung apa yang harus aku lakukan. Jam baru menunjukkan pukul 7. Kulihat sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan rumahku.
"bu? aku kerja dulu" pamitku pada ibu.
"Tapi kau belum sarapan?" teriak ibu.
ku berlari kedepan ku buka pintu si samping supir disana ada Alex.
"Nona, kursi anda dibelakang" ucap Alex.
"Kau mau buat orang curiga? Sudahlah ayo jalan" Kulirik sam yang sedang sibuk dengan laptopnya nampaknya dia acuh.
Ku buka hpku ku buka aplikasi game didalamnya. Memang bukan game online ML ataupun FF. Game berbentuk macam- macam permen ini baru saja sebulan ini menemaniku. Dikala sedang bosan dirumah. Levelku sudah hampir dua ribu. Tiba-tiba mobil berhenti. Alex membuka pintu dan menyuruhku pindah ke kursi belakang. Aku menyanggupinya karena sedang tak ad mood untuk berdebat denganya.
Sam pun masih tetap sibuk dengan laptopnya sesekali dia melirikku.Aku bukanlah wanita yang gila perhatian atau apa bahkan aku tak pernah berciuman dengan mantan pacarku.
Aku tetap sibuk dengan gameku. Tiba-tiba Sam menutup menarik tengkukku kemudian ******* bibirku. Ku akui Sam begitu ahli dalam melakukan itu bahkan aku sampai kehabisan napas. Kalau tak ku pukul dadanya mungkin dia tak akan menghentikan ciumannya.
__ADS_1
"hehe!! maaf?" tangan Sam menyibakakan rambut yang menutupi wajahku.
"Hell, ishh namamu jelek sekali, seperti neraka (hell\=neraka)."
"Terserah Sam kau mau memanggilku apa?" kataku.
Kulihat Sam berpikir keras "Ah!! Swetty?"
"Seperti merk pembalut? aku tak mau!!"
"katamu terserah?" kata Sam
"oke beb dari kata baby? sambungnya kembali.
Aku memutar bola mataku malas. Dia terlalu alay di umurnya saat ini." Terserah"
"Baiklah, saat kita sedang berdua akan kupanggil kau bee dan kau memanggilku hubby".
" Baiklah Sam" ucapku.
"Hubby!!!" peringatnya.
"kita sedang bertiga!!" aku begitu malas meladani debat dengan suami ku ini.
"Alex tak masuk hitungan beb" kata Sam.
Tak berapa lama kami bertiga sampai didepan kantor. Semua orang memandangku karena semobil dengan pemilik perusahaan. Kudengar beberapa orang mulai membicarakanku. Sikap Sam pun mulai berubah dingin. aku pun tak perduli. Sekarang aku menempati kursi sekertaris.
Tok..Tok..Tok
"Maaf tuan Sam? Apa aku bisa berpamitan menyapa team lamaku?" ucapku.
Aku pun menuju ke ruangan team lamaku.
Jojo berlari menyambutku. mereka memberikan selamat atas kenaikan jabatanku.
"Hell, Kenapa tiba-tiba kau pindah devisi?" kata jojo.
"Entahlah? aku juga terkejut awalnya. Tapi apa boleh buat dia bos disini" bohongku.
Jojo hanya manggut- manggut.
"tapi hell? bila nanti aku dalam kesulitan masihkan boleh aku meminta bantuanmu?".
" Tentu jo" Sambil ku peluk tubuk sintal jojo.
Belum ada 10 menit aku berbincang dan memberi arahan pada teamku. Namun Sam sudah memanggilku kembali.
"Apa dia memanggilku" Bisikku pada Alex.
Alex hanya mengangguk.
Ku buka pintu kantornya setelah beberapa kali mengetuk.
"Mendekatlah" kata sam.
kudekati kursinya. Tanganku ditariknya sehingga akupun terjatuh si pangguannya.
Sam kembali memciumku dan melepaskannya ketika kami mulai kehabisan nafas.
__ADS_1
"Terima kasih, telah menjadikan aku yang pertama dan ku harap hanya aku selamanya". Ucap Sam.
Sam mengendong tubuhku menuju ke kamar istirahatnya.
" Tapi ini jam kerja Sam?" protesku.
"Tenanglah...aku sangat merindukanmu" Ucap Sam.
Berkali- kali kami melakukannya. Tubuhku terasa remuk. Hingga tertidur dan terbangun ketika jam kantor telah usai.
"Hoam"
"Ya Tuhan!!!, Jam berapa ini???" Ku Raih handphone ku di nakas disana ada secarik kertas.
Mandilah,aku sudah siapkan baju ganti untukmu. love-love Sam.
Bisanya aku tersipu hanya dengan membaca note darinya.
Air hangat dari bathup ini sungguh sangat membuatku relaxs. Karena ku tambahkan sedikit aroma terapi.
Tiba-tiba ku ingat dengan Irene. Bertapa sakit hatinya dia nanti bila tahu suaminya berselingkuh. Itupun membuat hatiku sesak.
pintu kamar mandi pun terbuka, Sam masuk tampa menggunakan apapun. Reflek aku menutup kedua mataku dengan tangan.
" Hei!! kau sudah sering melihatnya baby???" Sam bergabung ke dalam Bathup.
Tangannya mulai lagi bergerilya di sekitaran dadaku. Tak ayal pergumulan kembali terjadi.
"Aku akan jujur padamu baby,Namun aku yakin kau tak akan percaya". Kata Sam.
" Katakan saja aku akan mendengarkannya"
"Kau juga yang pertama untukku"
"Omong kosong!! kau sudah menikah Sam? dua orang berbeda jenis menikah sudah selam 2 tahun tak mungkin sekalipun belum melakukannya?" bantahku.
Pernikahanku hanya karena hutang budi ayahku. Beliau waktu muda hanya orang dari pedesaan. Bermodal menjual ternak beliau merantau ke kota. Namun saat tiba dikota beliau ditipu oleh seseorang yang katanya mempunyai koneksi di sebuah pabrik besar.
Semua uangnya habis ditipu. Beruntungnya Beliau ditolong kakek Irene. Ayahku yang hanya Lulusan SMA dikuliahkan hingga Lulus.
Beliau juga bekerja paruh waktu di restoran milik Kakek Irene.
Belum sempat Beliau membalas jasanya, Kakek Irene meninggal dunia. Saat itu ibuku sedang mengandung aku. Ayahku berkata bahwa kelak kalau ada aku yang saat itu dalam kandungan akan dijodohkan dengan anak dadi keluarga Irene.
.
.
.
.
.
.
.
**Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa jempolnya... terima kasih semoga kalian selalu sehat dan bahagia**