
Dengan perasaan jengkel Sam keluar dari kamar mandi. Mukanya cemberut karena godaan istrinya.
"ulu ulu, Ingat umur pak, ngambek kaya abegeh aja!!" goda Rachel.
Sam semakin gemas dengan istrinya hanya melewati Rachel dan memilih menggoda si kembar...
"cakep bener anak daddy" Sam mencium gemas pipi gembul kedua anaknya itu.
Rachel semakin terkekeh melihat sikap suaminya....
Dengan kesibukan Sam, ia sangat jarang melihat tumbuh kembang kedua anaknya. Tapi paling tidak setiap pagi ia menyempatkan untuk bermain sebentar dengan si kembat izi dan nata.
Dering telepon dalam tas nyaring terdengar. Sam dengan malas mengangkat telepon tersebut seketika raut muka sam berubah panik. Dalam percakapan itu mengatakan bahwa Emanuel kembali terkena serangan jantung ketika di kamar mandi dan tak sadarkan diri.
"Kenapa sayang" Tanya Rachel.
"Jantung papa kambuh" Jawab Sam.
Dengan cekatan Rachel membereskan perlengkapan sikembar dan meminta Alana untuk membawa si kembar kerumah ibu Rachel.
"bergegaslah sayang, telpon asistenmu!! " ucap rachel pada Sam yang masih termenung.
"Sayang??? sam??? Samuell?!!!! " Rachel sedikit meninggikan suaranya karena tak ada respon dari Samuel.
"Rachel... Papa segera mungkin harus dibawa ke belanda" ucap sam terpotong.
"Dan berarti Nata juga harus ikut dengan papa ke Belanda"
"Sayang?? Sekarang yang terpenting kesehatan papa. Aku sudah ikhlas bila nata harus menemani kakeknya. Dan kau harus ingat Nata disana akan dijaga Ana". Ucap Rachel mengusap punggung suaminya itu.
Dengan segera kedua suami istri itu meluncur ke rumah sakit. Dengan cepat mereka menuju ke ruang isolasi.
Dilihatnya pria tua yang terbaring lemah diranjang dengan berbagai alat kesehatan. Rachel begitu tak tega melihat itu. Apalagi ia membayangkan bila Ayahnya masih hidup dan mengalami kejadian seperti ini.
Joan yang hendak menyenguk pamannya melihat Sam.
"Hai bro" Sapa joan pada Sam.
"Hai kakak ipar " Lanjut ucap joan pada Rachel dan hanya dibalas senyuman oleh Rachel.
"Kata dokter paman, Lusa paman El harus dibawa ke belanda" ucap Joan.
"Yah aku tahu jo....mungkin papa mendengar ada masalah di perusahaan cabang" ucap Sam.
Sam mengesampingkan masalah perusahaan demi merawat papanya. Namun Joan mengusulkan dirinya yang akan mendampingi Emanuel. Sekaligus ia akan meninjau rumah sakit cabang diBelanda.
"Terimakasih jo, aku titip papaku padamu... Alana dan Nata juga akan pindah ke Belanda" ucap Sam.
Degg!!! joan terkejut.. rasa gugupnya tiba-tiba muncul...
profesi sebagai doktek kandungan yang sudah jutaan kali bertemu dengan berbagai tipe wanita tak membuatnya Ahli dalam mendekati wanita. Hatinya yang lama beku tiba-tiba meleleh karena adik tiri istri sepupunya itu.
Joan tiba-tiba keringan dingin. Melihat sepupunya bertingkah aneh menyentuh pundak joan. Namun joan malah terlonjak dan berteriak "Aku suka kamu ana!!!". sontak Sam dan Rachel membulatkan matanya. Tak menyangka pria bergaya flamboyan namun kesepian itu menyukai adik mereka.
" Haishhh!!! Bila maksudmu menjaga papaku hanya untuk mendekati Alana, Aku sangat keberatan!!! " Goda Sam pada joan.
__ADS_1
"Abangku yang ganteng... adikmu ini tak akan nakal. aku tak kan macam-macam pada ana. Kak Rachel saja tahu.. aku akan gemetaran ketika dekat dengan Ana" joan tertunduk.
"Bersemangatlah kawan, kau tahu? sebelum dia bertemu Rachel dia seperti tak tersentuh. Tak pernah sekalipun aku melihatnya tersenyum. Tapi coba lihatlah dia sekarang bagikan musim semi. Bahkan sejak kehadiran si kembar, Dia berubah sangat ramah. Hanya butuh sedikit jurus ninja" ucap Sam.
Mereka bersiap untuk keperluan Papa Emanuel, nata dan Juga Alana ke Belanda. Sebuah mesin pendingin yang full dengan perasan asi dimasukan ke dalam jet pribadi milik keluarga Samuel. setidaknya ada 35 orang yang ikut dalam pesawat itu termasuk dokter, perawat, dan juga pengawal pribadi Emanuel.
Samuel beserta Rachel mengantarkan keberangkatan rombongan papanya itu. Hari itu tak seperti biasanya Nataniel begitu rewel. Tangan kecil itu selalu mengenggam tangan kembarannya. Seakan mereka tak mau dipisahkan. Izikel pun tak kalah rewelnya. Bahkan sejak malam ia mendadak panas. Selalu menangis ketika nata melepaskan pelukannya.
Rachel memeluk Nata. Hatinya sesak. melihat wajah anak lelakinya dipenuhi air mata. Hatinya tak rela melepas Buah hatinya pergi jauh darinya. Sam sedari tadi menguatkan Rachel. Memeluk pinggang istrinya sambil menggendong tubuh kecil iZikiel.
"Titip papah dan juga Anakku jo, Jaga Alana bila ada suatu hal segera hubungi kami" Ucap Sam pada joan.
"Kak?. Alana akan menjaga paman dan juga Nata. Kakak jaga kesehatan. Kasihan Izi bila nanti kakak sakit. Aku akan sering menghubungimu kak" Alana memeluk Rachel.
"Terima kasih" Ucap Rachel sambil tersenyum. Ia kembali memeluk Nata. mengecup berkali kali puncak kepala dan pipi bayi gembul itu.
Pesawat itu segera lepas landas. Rachel merasakan kekosongan hatinya. Namun ia tak mau Sam melihatnya. Ia tahu Bahwa sam saat ini memiliki masalah yang cukup rumit dan ia tak mau sikapnya menambah beban pada Sam.
"Kita pulang sayang, kamu dan izi harus istirahat. aku yakin kalian sangat lelah." ucap Sam pada Rachel.
ibu mencintaimu bahkan sebelum kamu lahir.
Kau anugerah terindah untuk ibu dari Tuhan.
jangan membenci ibu karena tidak memilihmu.
jangan sedih karena karena akan membuat ibu sedih
jangan kecewa karena akan membuat ibu terluka.
The other night dear, as I lay sleeping
I dreamed I held you in my arms
But when I awoke, dear, I was mistaken
So I hung my head and I cried
You are my sunshine, my only sunshine
You make me happy when skies are gray
You'll never know dear, how much I love you
Please don't take my sunshine away
I'll always love you and make you happy
If you will only say the same
But if you leave me and love another
You'll regret it all some day
You are my sunshine, my only sunshine
__ADS_1
You make me happy when skies are gray
You'll never know dear, how much I love you
Please don't take my sunshine away
You told me once, dear, you really loved me
And no one else could come between
But now you've left me and love another
You have shattered all of my dreams
You are my sunshine, my only sunshine
You make me happy when skies are gray
You'll never know dear, how much I love you
Please don't take my sunshine away
In all my dreams, dear, you seem to leave me
When I awake my poor heart pains
So when you come back and make me happy
I'll forgive you dear, I'll take all the blame
You are my sunshine, my only sunshine
You make me happy when skies are gray
You'll never know dear, how much I love you
Please don't take my sunshine away
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1