
Yap...Tak munafik ,Aku juga wanita yang tak mau berbagi suami. Ku memohon pada Alex untuk mengantarku pulang. Dadaku rasanya ingin meledak. Alex jembali ke tempat acara setelah melihatku masuk kedalam rumah.
Rasa sakit yang dulu terobati kini mulai terasa sakit. Tapi ini lebih menyakitkan lagi. Kuingat lagi ketika Sam memeluk pinggang istri pertamanya itu. Wajahnya tak menunjukkan rasa risi namun menampilkan raut bahagian memperkenalkan Irene pada para koleganya. Rasa sakit itu menyeruak memenuhi dinding hati ini.
Kudengar suara yang sangat familiar bagiku. kudengar langkah kaki menaiki tangga menuju kamarku. Tampa mengetuknya da menghambur masuk melompat keranjangku.
"Hell, kau tahu aku sangat rindu omelanmu!!"
"Yeahh...aku juga sangat rindu suara cemprengmu itu" kupeluk sahabat terbaikku itu.
Kami melakukan hal yang sering dilakukan para wanita, Yah bergosip...Entah apa yang menjadi topik pembicaraan kami. Dari gosip dari karyawan hingga ke para selebriti.
"Kau sudah liat Direktur baru dan Istrinya?" Jojo melihat layar handphonenya yang nenampilkan berita online.
"Yeah" jawabku getir.
Ingin sekali kuceritakan masalahku ini padanya. Namun aku terlalu bingung untuk memulainya. Semalaman kami hanya nonton Film yang tadi sudah didownload Jojo. Film yang awalnya kuanggap menarik itu tak dapat mengaluhkan perhatianku.
Seminggu sudah setelah kejadian itu tak ada kabar dari Sam ataupub Alex. Bahkan tak ada pesan sama sekali. Mungkin ku sudah tidak diperlukan lagi pikirku.
Seseorang datang ke ruangan Sam. Orang yang sama sekali tidak ku kenal.
"Anda nona Rachel? tolong ikuti saya" Ucanya.
ku ikuti langkah kaki laki-laki itu menuju ruangan direktur lama. seseorang yang sangat ku hormati dan paling berjasa dalam hidupku ada didepanku.
"Apa kau tahu kenapa kau ku panggil kemari?" Kata Emanuel.
"Tidak pak" jawabku.
"Aku sudah tahu hubunganmu dan Anakku"
Deg jantungku serasa ingin berhenti.
"Bila masalah ini di dengar oleh media kau tahu? Semua akan hancur. ku harap kau bisa memahami ini" ucapnya.
"Ya,pak...Saya tahu saya salah"
"Tinggalkan dia. Akan kuberi kau kopensasi yang besar"
"Tidak pak, Saya hanya punya satu syarat pak. Saya ingin sekali tinggal di Inggris. Bolehkan saya tetap bekerja di perusahaan cabang disana". Suaraku sudah parau menahan tangis.
" Baiklah...besuk pagi kau berangkat. Akan kusiapkan segala keperluanmu disana" ucapnya.
"Sekertarisku akan mengantarmu dan membantumu berkemas"
Nona Blair membantuku berkemas dan aku pun menjelaskan pada ibu soal kepindahannku.Awalnya dia menolak namun akhirnya luluh karena bantuan dari nona Blair.
"Tenang bu, aku akan sering menghubungimu. Kuharap ibu selalu sehat" ku peluk ibuku erat.
"Jaga diri ya nak? telepon ibu bila sudah sampai disana" ucapnya.
Kami menuju ke bandara penerbanganku paling awal.
__ADS_1
Berkali-kali ku naik pesawan baru kali ini ku merasakan mabuk udara.
perjalanan beberapa jam ini sungguh sangat menyiksaku. Seluruh isi perutku seperti mau dikeluarkan. Untung saja pramugari memberiku minyak kayu putih yang setidaknya meredekan mabukku.
Akhirnya pesawat mendarat. Begitu senangnya ketika kakiku menyentuh tanah. Ingin rasanya ku cium tanah yang ku pijak saat ini. Sampai dibandara ku lihat seorang pria yang memanggilku.
"Nona Rachel dari atmaja group?"
"Yeah, saya"
"Saya Colin, saya diminta menjemput anda" Sambil membatu membawa beberapa koperku dengan troly.
"Baikah nona Rachel, Saya akan mengantarkan anda ke apartemen anda".Ucapnya.
Hanya sekitar satu jam perjalanan kami pun sampai di sebuah apartemen sederhana namun terlihat begitu klasik dan artistik.
"Ini kunci anda. Silahkan beristirahat dan selamat bergabung di perusahaan cabang. Saya harap anda bisa betah disini"
"Terima kasih tuan Colin" Ucapku.
Ku lemparkan tubuhku ke ranjang empuk dikamar apartemen itu. Ruangan yang hanya tersedia satu buah kamar tidur, dapur kecil dan ruang tamu. Cukuplah untukku seorang diri.
Ponselku bergetar kulihat notifikasi bank. Nominal yang cukup besar. Bekerja selama dua tahun pun belum tentu bisa mengumpulkan uang sebanyak itu.
Tak ada pesan dari Sam atau Alex lagi. Ku coba hubungi pun tak bisa tersambung.
"Baiklah hell!! kita mulai dari nol lagi!!!" menyemangati diri sendiri.
Cacing diperutku minta untuk diberi makan.Ku coba membuka kulkas.Kuputuskan memasak omelet dengan tomat ditambah dengan parutan keju yang banyak. Saat kutuang ke penggorengan baunya sudah membuatku menelan ludah.
Samuel
Samuel kelabakan saat diminta sang Ayah mengurus kantor cabang di Cina. Pimpinan yang korup hampir membuat pailit cabang terbesar nomor 2 group Atmaja. Samuel bahkan tak sempat berpamitan dengan Rachel.Dan berniat menghubunginya saat setibanya disana. Dengan sengaja Alex meninggalkan Ponselnya dan juga milik Sam di kantor sebelum berangkat ke bandara.
"Alex berikan ponselku!!" pinta Sam.
"Maaf tuan. Saya meninggalkan ponsel anda"
"Apa!!! Coba katakan lagi!!!"
"Tuan besar memintaku melakukannya tuan"
"Atas dasar apa dia melakukanya?"
"Beliau sudah tahu hubungan anda dengan nona Rachel"
Akupun terdiam.Yang kupikirkan hanya apa.yang dilakukan Ayahku pada Rachel. Harga diri Ayahku terlalu tinggi.
ku cengkram kerah kemeja Alex "Pesan tiket sekarang!! kita kembali sekarang!!"
"Tidak Tuan, Bila anda melakukan itu tuan besar akan semakin marah dan kita tak akan tahu apa yang akan beliau lakukan pada Nona Rachel" jawab Alex.
Sejenak ku diam. kucerna apa yang dikatakan oleh Alex.
__ADS_1
"Nona Rachel pasti akan mengerti tuan"
"Tolong hubungin kantorku aku ingin bicara dengan Rachel"
"Maaf tuan, kita dilarang berhubungan dengan kantor pusat oleh tuan besar"
"Baiklah...berapa lama kita disini?"
"Kurang lebih dua minggu Tuan".
" Satu minggu!!! oke aku tak perduli kita lembur atau bahkan tak makan atau tidur."
"baik tuan".
Tunggu aku baby...Aku akan segera kembali.
Tampa istirahat langsung ke perusahan memeriksa berkas-berkas yang akan membuktikan korupsi pimpinan cabang.
Rachel
Hari pertama ku ditemparkan di team humas. Tak lama aku pun bisa menyesuaikan diri. Untung saja aku bekerja denga orang- orang profesional.
Hari yang sangat sibuk. Haru ini aku hanya mempelajari berkas - berkas mengebai jobdisc ku. Tubuhku begitu lelah. Saat ku pulang ke apartemenku, Ada seorang wanita yang sedang memasak didalam dapur.
" Oh...maaf senorita, Namaku maria." ucapnya.
"Rachel" jawabku.
" Aku akan membantu nona membersihkan dan memasak untuk nona. aku akan datang setiap hari dari jam 10 sampai jam 5 sore dari dari senin- jum'at" jelasnya.
"Bila nona ingin makan sesuatu bisa tulis note di dekat kulkas itu" Ucap wanita keturunan amerika latin itu.
Ku hanya mengangguk.
"Baiklah nona ini kutinggalkan nomor telponku. Bila kau butus sesuatau bisa menghubungiku. Rumahku hanya 10 menit dari sini"
"Terimakasih bibi maria" ucapku.
Dia tersenyum lalu berpatiman pulang karena sudah lebih dari jam kerjanya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung