SALAH HATI MEMILIH

SALAH HATI MEMILIH
Pahlawan


__ADS_3

Sam langsung menyambar jaket dan kunci mobilnya. Kemudian mencium kening istrinya dan memintanya supaya tidak khawatir.


"Oke baby, Kau harus segera istirahat jangan tunggu aku. Bila ingin makan minta pada pelayan"


"Baiklah, berhati- hatilah Sam!! " Ucap Rachel khawatir.


Sebenarnya Rachel begitu ingin ikut dengan Sam. ketika mendapat kabar bahwa mertuanya kondisinya sedang drop dan harus dilarikan ke rumah sakit.


Tiba-tiba ketika sedang merebahkan tubuhnya diatas ranjang, Ia merasakan perutnya begitu sakit tak seperti biasanya. Padahal ini belum waktunya ia melahirkan. Karena masih dalam usia kehamilan 7 bulan. Rachel pun berteriak memanggil pengawal pribadinya. Ana pun datang, ketika mendengar teriakan sang majikan. Ana begitu terkejut ketika melihat Rachel kesakitan. Ia segera memanggil taksi kemudia mengambil tas milik Rachel. Memapahkan masuk ke dalam taksi setelah menunggu beberapa menit.


Mungkin karena sedang apes.. supir yang membawa Rachel dan Ana tiba-tiba tak sadarkan diri. untung saja ana yang berada di sebelah supir dengan cekatan mengambil alih kemudi. Ana yang seorang pengawal pribadi yang merangkap jadi pelayan Rachel. Dia sudah dibekali keahlian seperti ini. Ana menepikan taksi kemudian memindahkan supir tua itu ke belangkan dan meminta Rachel untuk pindah kedepan. Keahlian mengemudi Ana tak diragukan lagi. Secepat kilat ia melajukan mobil menuju ke rumah sakit. Rachel yang sebenarnya takut pun hanya diam sambil mengeratkan sabuk pengaman.


Setibanya di depan lobi rumah sakit, Ana berteriak. Tampilannya yang begitu imut dan masih begitu muda pasti membuat semua orang terpesona. Namun begitu tegas dalam berbicara dan bertindak. Tapi tidak didepan Rachel tentunya. ketuban bosnya sudah pecah. para perawat dan dokter berlarian membawa dua brankar. satu untuk supir taksi dan satu untuk Rachel.


Berulang kali Ana menghubungi Sam. Namun tak ada jawaban. Ia pun coba menghubungi Alex namun juga gagal. Terpaksa dia harus menemani istri bosnya itu melahirkan. Melihat darah adalah hal yang biasa bagi ana. Namun entah kenapa ia begitu gugup melihat seorang wanita bertaruh nyawa melahirkan buah hatinya. keringat dingin mulai membasahi kening Ana. Setiap dokter menyuruh Rachel mengejan, Tangannya pun juga ikut diremas oleh Rachel.


"Duhh... nona harusnya tangan suami anda harusnya yang anda remas!!!" batin Ana yang meringis menahan sakit karena remasan Rachel.


"oekkkkk" bayangankan seperti di sinetron ketika bayi dilahirkan.


Bayi pertama sudah lahir berjenis kelamin laki-laki. begitu sehat karena menangis begitu keras. 7 menit kemudian lahirlah anak kedua yang juga laki-laki. Namun Anak kedua ini tidak menangis hingga dokter harus memukul bokong gempal bayi tampan itu hingga menangis.


Ana begitu senang kedua bos kecilnya sudah lahir. baru sempat berfikir dia harus menghubungi dokter joan.


Joan yang mendengar kabar dari Ana langsung menuju rumah sakit. Ia marah besar karena pihak rumah sakit tidak memberitahunya. Dan pada dokter dan suster yang menangani persalinan Rachel begitu terkejut. karena yang mereka bantu tadi adalah istri dari pemilik Rumah Sakit ini.


Rachel yang sudah berada ki kamar vvip rumah sakit sedang dibantu suster untuk memberikan asi pertamanya. ia menangis bahagia kedua buah hatinya lahir dengan selamat. Joan setelah mengurus administrasi langsung masuk ke kamar Rachel.

__ADS_1


Rachel tersenyum melihat joan, joan pun menyelaskan bahwa Sam mengantar Ayahnya ke rumah sakit dibelanda. Dua hari lagi dia baru akan kembali.


"Jangan beritahu Sam kalau aku sudah melahirkan. Aku juga ingin dia panik tampa ada kabar dariku!!." kata Rachel.


Memang ini bukan saat yang tepat untuk bercanda namun, ia merasa begitu kecewa dengan sikap Sam. kekhawatirannya menyebabkan ia harus melahirkan lebih awal.


Ana mengendong satu bayi ketika rachel menyusui kembarannya.


Joan melihat ada kemiripan wajah Ana dan juga Rachel. Bahkan nama belakangnya pun sama Edward. Jeon Rachel Edward adalah nama Rachel sedangkan Ana, Alana mizuki Edward. Joan semakin bingung. Joan berpikir apa mungkin Sam tidak menyadari hal itu atau itu hanya kebetulan?.


Joan menuju ke administrasi melihat data Rachel. Disana tertulis bahwa Ayah Rachel bernama Simon Edward. sedangkan ibunya bernama jeon Yoona. sedangkan kakak laki-lakinya Jeon Alfa Edward tapi nama marga ibunya tidak dipakai di Amerika. Termasuk Ana... Namanya Alana M. Edward.


Karena rasa penasaran yang begitu tinggi. Berbekal alamat Rachel ia berusaha datang kerumahnya untuk sekedar menghapuskan rasa penasarannya tersebut.


Seorang wanita paruh baya muncul dari balik pintu. Yaitu ibunya rachel itu sendiri. Wanita yang masih sangat cantik.


"Permisi nyonya? apa benar ini rumah rachel? " tanya joan.


joan sedikit mengarang bebas agar ibu Rachel sedikit percaya. Joan berhasil membawa yoona ke rumah sakit tampa memberi tahu rachel terlebih dahulu. namun sebelumnya ia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. yoona begitu terkejut apa yang telah dialami oleh putrinya.


setibanya dirumah sakit, yoona begitu terkejut. melihat kedua cucunya begitu tampan dan rupawan. apalagi ketika melihat Ana. Ana begitu terkejut melihat wanita yang sering ia lihat di dompet Ayahnya. Wanita yang benar sangat cantik.


"mama??? " batin Rachel.


Ia begitu terkejut melihat ibunya.


"maafkan rachel mahh, seharusnya rachel jujur pada mama" ucap rachel.

__ADS_1


"Sudahlah nak, semua sudah terjadi. Dimana suamimu? " tanya yoona.


"Ayah mertua sedang sakit harus dibawa ke belanda untuk berobat. Dan Sam menemaninya mah" Jawab Rachel.


mereka berdua menghabiskan waktu untuk bercerita. karena beberapa bulan tak bertemu. Alpa yang seorang tentara belum bisa cuti untuk pulang. Namun setidaknya mereka sudah bertukar pesan. memberi kabar bahwa adiknya sudah menikah dan punya anak.


joan yang tak sabar menanyakan pada yoona.


"Maaf tante saya saudara dari suami Rachel"


"Apakah anda punya anak perempuan selain rachel? " tanya joan.


"Tidak, aku hanya punya dua anak, rachel dan Alpa" jawab yoona.


"Mungkin suami anda punya anak dari wanita lain? " Tanya joan.


"Ya itu bisa terjadi. karena ayah rachel sempat ke jepang dan menetap beberapa lama disana. namun kami kehilangan kontak hingga ada kabar bahwa ia hilang bersama seorang wanita dan meninggalkan seorang gadis kecil. Kami sudah mencari gadis itu namun entah kami tak bisa menemukan anak itu. " kata yoona.


"Kasihan anak itu... aku akan merawatnya bila saat itu dia kutemukan. Walaupun hatiku sakit, tapi anak itu tidak bersalah"


.


.


.


.

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2