
Semakin mencintaimu semakin kuharus melepasmu dari hidupku. Tak ingin lukai hatimu lebih dari ini. Kita tak mungkin untuk bersama. Maafkan aku yang harus melepasmu walaupun ku tak ingin.
Akhir-akhir ini badanku sering lemas dan cepat lelah. Baru ku sadari bahwa bulan ini tamu bulananku belum juga datang. Aku tak menolak hadiah dari tuhan. Namun kuharap tidak sekarang. Kumencoba membeli alat tes kehamilan di Apotek dekar apartemenku. Ku simpan dulu untuk ku pakai dipagi hari.
Hari ini maria memasak sup iga sapi yang membuatku sangat berselera. semangkuk penuh sup sudah masuk kedalam perut. Namun sayang hanya sebentar perutku menolaknya lagi. semua yang sudah kumakan keluar kembali. Tubuhku lemas kembali. Ku telepon nomor maria.
"Bibi Maria? apakah bisa menemaniku ke rumah sakit?"
"Tentu nona, Aku aku akan bersiap - siap"
Namun saat akan bangkit aku terlaku sehingga aku pingsan.
Setelah 10 menit pun maria datang. Saat itu aku masih dikamar mandi.
Maria pun panik, dan berusaha menyadarkanku. Setelah sadar Maria pun memapahku ke kamar kemudian menelepon dokter. dokter peter datang memeriksaku.
"Apakah nona sudah menikah?" Ucapnya.
"Sudah dok, Suamiku berada di luar negri"
"oke...Selamat nona. Anda hamil 5 minggu . anda harus sangat berhati- hati. saya akan memberikan vitamin untuk anda. Untuk kelanjutannya sebaiknya anda pergi ke rumah sakit"
Akupun hanya termenung. Tuhan memberikan hadiahnya di saat yang kurang tepat. Namun, Ini akan tetap ku jaga.
"Nona bibi tahu ini bukan urusanku dan aku pun tahu apa masalahmu. Apa sebaiknya kau menunda memiliki anak? kau masih sangat muda nona. Tak mudah membesarkan anak seorang diri" ucapnya.
"Aku tahu bibi. Kakek dari anak ini sudah memberiku uang setidaknya bisa untuk hidup. kumohon jangan beri tahu siapapun tentang ini".
" em...baik nona. Maaf aku akan mengabari anakku sebentar" Maria pun keluar untuk menelepon anaknya.
Aku pun tak percaya.Aku yakin maria tidak hanya ditugaskan untuk menjadi asisten rumah tanggaku tapi untuk mengawasi segala apa yang aku lakukan.
Benar saja ternyata maria menelepon colin. kudengar sayup-sayup dari belakang pintu. Ku yakin sebentar lagi Emanuel Atmaja akan tahu tentang hal ini.
Aku harus melindungi anakku. Bahkan Sam pun sudah tak perduli denganku. Bermodal aplikasi online, aku pun memesan tiket pesawat untuk kembali ke tempat tempat Asalku. Yah cita-citaku diinggris hanya bertahan selama seminggu. Ku pindahkan saldo bankku ke rekening yang lain supaya mereka tak bisa melacakku.
Tiket pesawat sudah ku pesan. Ku meminta maria untuk kembali ke rumahnya. Awalnya dia menolak tapi akhirnya setelah ku yakinkan dia pun kembali ke rumahnya.
Tepatnya pukul tiga dini hari aku menuju ke bandara. Tubuhku mengigil terkena dinginnya angin malam. Jalanan masih begitu sepi. Orang-orang masuh terlelap dalam mimpinya. Setelah beberapa lama sebuah taxi pun berhenti dihadapanku. ku naik dan ku minta sopir mengarahkannya kebandara.
"Ini masih terlalu pagi nona? penerbangan pertama masih 3 jam lagi" kata supir.
__ADS_1
"Tak apa pak, sebaiknya aku lebih awal dari dari pada terlambat"
Tak lama taxi pun sampai. ku sodorkan beberapa lembar uang kertas kepada sopir.
"Ini terlalu banyak nona" ucapnya.
"Simpan untuk bapak beli kopi nanti"
"Terima kasih nona, semoga harimu menyenagkan" Dia pun tersenyum kepadaku kemudian melajuka mobilnya.
penerbangan masih beberapa jam lagi kumanfaatkan untuk memejamkan mata sebentar.
Seseorang pria membangunkanku.
"Maaf nona aku membangunkanmu. Apakah anda ikut penerbangan pertama?" Katanya begitu lembut.
"Iya, Maaf jam berapa pesawatnya? tanyaku.
" 15 menit lagi nona, Apa mau ku ambilkan minuman hangat?" tawarnya.
"Yes, please " Pria itu pergi berlalu menuju cafetaria tak lama membawa segelas cokelat panas.
"terima kasih" Kataku.
Akhirnya aku pun meninggalkan inggris.
ughhh...kurasa anak ini benci terbang. Perutku kembali mual. Rasa ini sungguh menyiksa. Syukurlah sampai ditujuan tampa muntah.
"Anak pintar" ku elus perut rataku.
kupilih hotel didekat bandara untuk beristirahat sementara untuk memikirkan apa yang selanjutnya ku lakukan.
---
Samuel
Seminggu sudah Samuel bekerja siang malam. Tidur hanya beberapa jam saja dan makan tidak teratur. kerja keras mereka pun terbayarkan. Mereka bisa membuktikan bukti korupsi. Pimpinan korup pun ditangkap polisi.
"Kata kan padaku!! Apa maksud semua ini?" Samuel menghisao sebatang rokok bertanyabpada Alex.
"Maaf tuan saya hanya diminta tuan besar untuk membawa anda ke cina saja. Saya pun tak tahu apa rencana tuan besar". jelas Alex.
__ADS_1
" pesan tiket sekarang! Lebih cepat lebih baik". perintahku.
Alex pun meminta resepsionis untuk memesankan tiket pesawat. Namun sayang sekali jadwal tercepat adalah nanti malam. Samuel begitu frustasi. Rachel sekarang begitu berarti untuknya. Alex tak luput selalu jadi bulan- bulanan Sam.
Baru kali ini Alex melihat bosnya sepanik ini karena seorang wanita. Bahkan waktu mobil mereka dihadang kawanan perampok pun tak sepanik ini. Memang benar, Satu-satu kelemahan seorang pria adalah istrinya.
Sesampainya di Amerika, Sam pun langsung menuju ke kantor pusat. Tanpa memperdulikan. sapaan orang-orang dia berlari menuju ke kantornya. Namun Rachel pun tak nampak.
Diaktifkannya handphone yang seminggu ini tak disentuhnya. Ratusan panggilan tak terjawab tampak layar. Beberapa dari klien dan Rachel. Disentuhnya nomor Rachel namun nomor ini sudah tak aktif lagi.
"Cari dimana Rachel sekarang!!!" Samuel semakin frustasi sekarang.
Alex pun berlari menuju ke resepsionis. Mencari info tentang Rachel.
"Maaf tuan, Nona Rachel dipindahkan ke kantor cabang Inggris. Namun saat saya konfirmasi ke sana hari ini nona sudah tidak ada di apartemennya" Ucap alex.
"Hubungi orang yang bertanggung jawab disana sekarang" perintah Samuel.
Beberapa orang dikerahkan untuk mencari info. Setelah beberapa jam Alex kembali mebghadap ke tuannya.
"Ada orang melihat orang yang mungkin nona Rachel sedang memberhentikan taxi dengan membawa beberapa koper. Dan satu lagi tuan, Kata Asisten rumah tangga nona sedang mengandung 5 minggu". Ucap alex.
Pyarrr!!!!
Samuel membanting vas bunga yang ada di meja kerjanya.
" Kenapa Ayah melakukan ini kepadaku? Dia membuang wanita yang sedang mengandung anakku"
Disaat kemarahannya sedang memuncak, salah satu anak buahnya memberikan sebuah info. Tampa menunggu lama, Samuel meninggalkan kantornya menuju ke sesuatu tempat.
Mereka menuju ke sebuah hotel. Hotel itu sontak terjadi keributan. puluhan awak media menerobos masuk ke sebuah kamar. Terciduk seorang model yang tertangkap basah sedang melakukan hubungan intim dengan seorang laki - laki yang bukan suaminya. Hotel yang sama dengan tempat menginapnya Rachel. Bahkan tepat disamping kamar rachel. Keributan pun memancing keluarnya para penghuni kamar.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung
jangan lupa jempolnya ya??? Terima kasih sudah mau membaca. Ku harap kalian sehat selalu....