SALAH HATI MEMILIH

SALAH HATI MEMILIH
Menyesal


__ADS_3

Samuel tergesa- gesa untuk kembali ke amerika setelah keadaan ayahnya dan cuaca yang sudah membaik. Beberapa hari ini semua jadwal penerbangan ditunda karena badai yang melanda.


Dad, Sam akan kembali ke Amerika sebentar. Elisa dalam perjalanan ke sini. kata Sam pada Ayahnya.


Ya berhati-hatilah. sampaikan salamku pada Rachel. Semoga cucu- cucuku sehat. Kata Emanuel.


Samuel mengambil penerbangan pertama. Beberapa jam ini begitu lama untuknya. Dia merasa begitu bersalah pada Rachel karena begitu paniknya. Dialah penyebab Rachel melahirkan lebih awal. Tapi ia sedikit lega karena ada Ana disana. Gadis yang cekatan dan pasti dapat diandalkan.


Setibanya dibandara, Samuel dengan mobilnya menuju ke rumah sakit. dengan kecepatan maksimal. Berlari menuju ke kamar Rachel.


Alangkah terkejutnya Samuel. Didapatinya diatas ranjang ada sesosok tubuh yang sudah tertutup kain putih hingga kepalanya. Tangisan Sam pecah. Hatinya hancur lebur. Istrinya meninggalkannya untuk selamanya. Dipeluknya tubuh kaku itu dan digoyang - Goyangkan agar bisa bangkit lagi.


"maafkan aku rachel !!! maafkan aku!!! " teriak Samuel.


Tangisan Samuel menarik perhatian seseorang kemudian masuk ke dalam kamar.


"Maaf tuan, apakah anda mengenal ibu saya? " ucap orang itu.


Sam mengangkat kepalanya. Dan agak bingung.


Ternyata orang itu adalah Bramasta.


Rekan kerja Samuel.

__ADS_1


Samuel begitu malu. tapi menutupinya dengan baik. "Maafkan saya pak Bramasta, Saya turut berduka cita atas kepergian beliau. Beliau amat baik, kami pernah bertemu dan memberi wejangan pada saya hingga bisa sesukses ini" elak Samuel.


Bramasta yang agak bingung pun menerima alasan Samuel. "Terima kasih pak Samuel. Semoga juga pak emanuel segera pulih kembali.


Setelah sedikit berbasa- basi sam meninggalkan kamar itu dan menuju ke kamar sebelahnya.


Rachel sedang menyusui kedua anaknya bergantian. dibantu dengan Alana dan sang ibu yoona.


" Rachel!! maafkan aku sayang?? " ucap Sam.


"Bagaimana keadaan papa Sam?" balas Rachel.


"Beliau sudah membaik. Maafkan aku sayang" ucap Sam.


Sam mendekati kedua anaknya. Dia begitu terharu dengan kini ia sudah menjadi seorang ayah. Rambut hitam kulit yang putih, bibir yang mungil dan pipi yang seperti bakpao membuat Sam ingin menggigit pipi anaknya itu.


" Kau pandangi anakmu seperti mau memakannya" ucap Yoona.


Sam baru sadar ada ibu mertuanya. Maafkan aku bu.. aku belum memperkenalkan diriku. Dan juga belum melamar Rachel dengan layak.


"Jangan permasalahkan itu dulu nak, kita fokus dulu pada kesehatan si kembar dan rachel" ucap Yoona.


Sam tak menyangka. Ibu mertuanya begitu sabar dan pengertian. Kini ia tahu bahwa sifat sang istri menurun dari ibunya.

__ADS_1


Kini sam bertemu dengan juan. Dia tahu pasti juan yang membawa sang mertua datang kesini.


"Hai bro!! selamat!! kedua pangeranmu begitu tampan" juan memeluk sam.


"Yeahh... makasih bro sudah membantu persalinan istriku" balas Sam.


"Maafkan aku. karena tak ada keluarganya aku terpaksa mencari ibunya Rachel" juan bohong.


"it's ok" timpal Sam.


Sam??? bolehkan aku bertanya?? kata juan


yeahh... apa yang ingin kau tanyakan?? Sam heran.


"Apa kau tahu bahwa Rachel dan Alana bersaudara?" tanya Juan.


"yeahh...mereka saudara satu Ayah" Jawab Sam.


juan begitu bingung, memang ini kebetulan atau memang disengaja oleh Sam. Namun satu yang ia yakini. kini ia sedang jatuh cinta dengan Alana. Hatinya yang dulu begitu hampa kini bersemi kembali. Alana gadis kecil yang begitu cantik dimata juan. Beberapa orang yang menarik perhatiannya. Rachel dan Alana. Ia bertekat untuk mendapatkan hati Alana yang begitu misterius dan tertutup. Bayangan wajah Alana membuat juan tersenyum sendiri.


"Apa kau sedang gila?? " bentak Sam..


"yahh... aku gila!!! gila karena cinta!!!!! " teriak Juan..

__ADS_1


__ADS_2