SALAH HATI MEMILIH

SALAH HATI MEMILIH
Tak Rela


__ADS_3

Irene memang tak mempersalahkan percerainnya. Bahkan dia mendapatkan untung dari kompensasi perpisahan ini. Tapi Wilma, Ibu tiri Irene mendapatkan imbasnya. Karena tiap bulannya Sam selalu memberinya uang sebagai tanda baktinya pada sang mertua. Uang yang tidak sedikit. Koleksi tas-tas dan sepatu mahalnya pun kebanyakan hadiah dari sang menantu.


Wilma selalu menyalahkan Irene atas perpisahannya dengan Samuel.


"Dasar perempuan ******!! sikapmu bahkan lebih buruk dari ibumu!! " hardik wilma pada Irene.


"Nyonya wilma yang terhormat!! Memang dalam perceraianku kau yang paling rugi!! " kata Irene yang membawa kopernya keluar dari rumah kakeknya.


"****** sialan!!" wilma melemparkan vas yang ada didekatnya menjadi serpihan.


Irene yang melihat tingkah ibu tirinya hanya tersenyum miring. Ia akan pergi ke belanda untuk melanjutkan hidup dan karirnya disana.


kegaduhan yang tejadi memancing jay hope untuk mendekati sumber suara.


"Apa kalian tak pernah bosan untuk saling berdebat!! " bentak jay.


"Kau pikir karena siapa!! hah!! anakmu dengan jalangmu itu sudah berani melawanku" ucap wilma.


"Tutup mulutmu!!! bila suamimu yang terhormat itu tak memperkosa gadis kecil yang tak bersalah, aku tak akan lahir di keluarga yang tak bermoral seperti ini!! " Irene dengan suara lantang.


Wilma hendak menampar wajah irene. Namun dengan cepat ia menangkis dan kembali menampar ibu tirinya itu. Sedangkan jay hanya diam menatap kejadian itu. Dia laki-laki yang tak punya kuasa. Bila bukan karena keluarga wilma, ia akan tetap dipenjara karena kasus pengelapan barang haram yang dulu pernah dia geluti.


Sebenarnya Irene adalah gadis yang baik.Karena tuntutan dari keluarga tirinya yang selalu menuntut uang darinya.Hingga menggunakan segala cara. Karena ancaman wilma akan menjual warisan dari kakeknya. Tempat yang menyimpan banyak kenangan dengan kakeknya. Hingga tiba saat dia hancur, keluarganya malah menyalahkan dirinya atas masalah yang terjadi. Hingga saat Sam menemuinya dan berkata. "Kenangan akan tetap abadi didalam hati". Membuka mata dan hati irene. Selama ini dia terlalu bodoh.


Akhirnya dengan segenap hati ia meninggalkan rumah tersebut. Namun ia ingin menemui seseorang sebelum meninggalkan negara ini.


Irene menuju ke sebuah apartemen setelah menghubungi seseorang. Dia dengan mantap hati menemui orang itu walaupun dengan resiko ia akan di tolak.


Didepan pintu Apartemen, Irene memencet bel. Tak lama sang penghuni keluar membukakan pintu.


Seorang wanita dengan perut buncitnya membuka pintu. Awalnya ia terkejut namun segera ia tersenyum dan menyuruh tamunya untuk segera masuk ke dalam.


"Hai? apa kabar?" irene canggung.


"baik sekali seperti yang kau lihat" ucap rachel.

__ADS_1


Tunggulah sebentar akan ku panggilkan Sam dan akanku buatkan minuman sebentar pasti kau haus.


"Yeahh... terima kasih"


Sam yang saat itu pulang awal karena Irene menghubunginya. Sebenarnya Sam menolak namun Irene memaksa sekedar untuk meminta maaf dan berpamitan.


Sam menghampiri Irene. Di ruang tamu hanya ada suasana canggung dan dingin. Hingga Rachel datang membawa teh hijau dan sedikit camilan. Rachel hendak meninggalkan mantan suami istri supaya berbincang. Namun irene mencegahnya dan menyuruhnya duduk.


"Rachel, Maafkan aku pernah berniat buruk padamu. Bila aku tak terpengaruh Alvin pasti hidupmu tak akan selulit ini" Irene memegang tangan Rachel.


"Aku yang bersalah disini rene!! aku yang hadir dan merebut suamimu" Rachel lembut.


"Kau tak merebutnya. karena sejak awal dia tak mencintaiku. Pada awalnya aku menyukainya namun karena sikapnya membuatku bermain gila diluar sana".jelas irene.


" Aku datang kesini hanya mau minta maaf dan hendak berpamitan. Aku akan memulai hidupku dari nol di Belanda". sambung irene.


"Sayang? bisakan kau bantu irene? " ucap Rachel.


Sam yang begitu terkejut ketika Rachel memanggilnya sayang." Baiklah.. karena rachel sudah memintaku dan sebagai permohonan maafku karena pernah memperlakukanmu dengan baik. Bekerjalah diperusahaanku. Walau bukan posisi tinggi setidaknya itu bisa menyambung hidupmu sementara kau membuka karirmu disana"


"Terima kasih..." irene begitu terharu. Orang yang selama ini tak memperdulikannya, membantunya disaat dia terpuruk.


Notifikasi masuk ke dalam ponsel Irene. Jumlahnya begitu fantastis. Bahkan selama ia jadi model, ia tak mampu mengumpulkan uang sebanyak ini.


"Ku harap kau bisa bijak menggunakan uang itu. Tentang rumah kakekmu tenang saja. Ayahku sudah membelinya dan akan diberikan kepadamu sebagai balas budi beliau pada kakekmu" Ucap Sam.


Irene hanya mampu bersimpuh. menangis sejadi-jadinya. Begitu baiknya mantan suaminya walau hanya diatas kertas.


"Terima kasih atas bantuan kalian. ku harap kalian berhati-hati pada wilma. ia wanita yang sangat licik. Dania belum terima dengan percerainku" ucap Irene sambil berpamitan setelah Alex datang menjemputnya.


"Sam?? aku begitu bangga jadi istrimu!!, Sungguh murah hatinya dirimu" Rachel mencium pipi suaminya itu.


Sam memonyongkan bibirnya seraya meminta istrinya juga mengecup bibirnya itu. Namun Rachel memilih meninggalkan suaminya yang masih mematung memoyongkan bibirnya.


"Baby!!! begitu jahatnya kau!! " teriak Sam.

__ADS_1


"Jangan salahkan aku!! anakmu sedang tak mau menciummu!! " Rachel bohong.


"Cihhh!!! kenapa anakku yang selalu kau jadikan alasan!! " Sam mengendong paksa rachel. membawanya ke dalam kamar tidur. kemudian pergulatan suami- istri itu terjadi di hari yang masih sore itu. Rachel begitu kesal dengan tingkah suaminya yang semakin ganas di saat kehamilannya yang semakin besar.


"Ini gara- gara joan!! seenaknya dia meminta Sam sering- sering menjenguk anak- anaknya!! " Rachel mencibik kesal.


Ditempat lain joan bersin- bersin. Ia merasa seseorang di luar sana sedang membicarakannya.


"Dokter joan? kelihatannya anda akan flu?? " ucap seorang perawat yang sedang menemaninya memeriksa pasien.


"Tidak suster Ana!! aku tidak flu mungkin diluar sana ada yang sedang kesal denganku" kekeh Joan sambil men USG pasien.


Rachel mandi untuk kedua kalinya untuk sore ini. Namun ia tak lupa untuk mengunci pintu kamar mandi supaya Samuel tak lagi meminta tambah jatah mantap- mantap untuk kedua kalinya.


Setelah malam mereka menghabiskan waktu bersama dengan sesekali mendengarkan laporan dari Alex. Tidak hanya tentang Irene namun juga keluarga ayahnya yang menurut irene akan membahayakan Rachel.


Sam hanya duduk disofa sambil melihat tv. Ia mengusap kepala istrinya yang sedari tadi terlelap dipahanya. Sebenarnya kakinya sudah kesemutan namun ia tak mau mengganggu kenyamanya Rachel. Ia tahu kehamilan kembarnya ini pasti sangat membuatnya lelah.


Tiba-tiba ponselnya berdering. Ucapan orang diseberang membuatnya panik. Rachel yang kaget hanya bingung melihat suaminya begitu panik.. apa yang terjadi? dan disiapa yang menghubungi samuel?


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


jangan lupa jempolnya!! Semoga kalian selalu sehat dan bahagia❤❤


__ADS_2