
Hari ini Azwar ada rapat di kantor pak radit. Rapat ini mengenai pembangunan hotel yang akan di kerjakan oleh perusahaan pak radit.
Rapat yang dipimpin oleh Akmal telah selesai, dan Azwar telah menyetujui tentang proyek pembangunan yang di kerjakan oleh Akmal.
Rapat yang di pimpin Akmal berakhir dengan sangat memuaskan, Azwar merasa kagum dengan pak radit yang mempunyai putra secerdas Akmal.
"Wah pak radit anda sangat beruntung memiliki anak seperti Akmal, sungguh luar biasa, " puji Azwar kepada Akmal.
"Pak Azwar bisa saja, Saya ini masih dalam tahap belajar pak Azwar, jangan terlalu memuji. " balas Akmal.
Tak lama kemudian tiba-tiba Annisa masuk ke ruangan rapat, memang rapat telah selesai hanya saja pak radit, Akmal dan Azwar belum keluar karena mereka masih ngobrol.
"Assalamu'alaikum", salam Annisa.
" Wa'alaikumsalam ", jawab pak radit, akmal dan Azwar secara bersamaan.
Mata Azwar membulat sempurna ketika melihat kedatangan Annisa, Annisa terlihat begitu cantik dengan pakaian gamis dan hijab nya
Pak Radit yang melihat Azwar pun hanya geleng kepala, sedangkan Akmal malah menggoda Azwar dan Annisa.
" Ehemm..., ada yang saling pandang ni".ucap Akmal.
__ADS_1
Azwar yang kaget dengan suara Akmal hanya bisa membuang pandangan ke basing arah.
"Abang apaan sih?, ucap Annisa.
" Hai kak Azwar, Apa kabar ibu aisyah?," tanya Annisa kepada azwar.
"Mama baik nis, kamu sering di tanyain sama mama. " jawab Azwar.
"Titip salam ya kak buat ibu aisyah," ucap Annisa.
Dan di jawab Azwar dengan senyuman.
"Iihhhhh abang jadi nggak si nemenin Annisa daftar kuliah,udah dari tadi Annisa nungguin lho. " ucap kesal Annisa.
"Papa hari ini Annisa pinjam abang dulu ya, Papa hari ini kerja sendiri dulu", ucap Annisa.
Pak Radit hanya tersenyum melihat tingkah anak perempuan nya.
" Mau kuliah di mana kamu nis, "tanya Azwar.
" Mau kuliah di universitas xxxx kak, tempat abang Akmal kuliah dulu, "jawab Annisa.
__ADS_1
Setelah Akmal merapikan berkasnya,Akmal pun pamit kepada papanya dan Azwar untuk menemani Annisa daftar kuliah.
" Papa, pak Azwar, Aku duluan ya mau nemenin si bawel ini dulu. " ucap Akmal.
"Abang apaan sih, ngomong kayak itu. " teriak Annisa.
Setelah ke pergian Annisa dan Akmal,Di ruang itu tinggal lah Pak Radit dan Azwar. Pak Radit yang dari tadi memperhatikan Azwar akhirnya buka suara.
"Azwar apakah kamu serius dengan ucapan kamu tempo hari soal Annisa." tanya Pak Radit.
Azwar bingung dengan pertanyaan Pak Radit yang tiba-tiba mempertanyakan soal Dia dan Annisa.
"kenapa Pak Radit bertanya seperti itu, apa Pak Radit ragu dengan aku ya." batin Azwar.
"Aku serius pak, aku sungguh - sungguh menyukai dan menyayangi putri bapak.Aku akan menjaga dan menunggu Annisa sampai Annisa menyelesaikan pendidikan nya." jawab Azwar.
"Bagaimana jika Annisa menyukai seseorang di kampusnya, apakah kamu akan tetap menunggu nya? ".tanya Pak Radit.
Azwar terdiam mendengar ucapan Pak Radit, lalu Azwar tersenyum kepada Pak Radit.
" Jika itu terjadi aku akan melepaskan Annisa, Asalkan dia bahagia dengan pilihan nya". jawab Azwar.
__ADS_1
"Azwar jika kamu hanya diam dan menunggu kamu tidak akan bisa mendapatkan nya. kamu bisa ikut menjaganya,dan kamu juga bisa mencoba mendekati nya, tapi jangan memaksa nya. " ucap pak Radit.