Saling Memantaskan Diri

Saling Memantaskan Diri
Mengkhitbah Hanna 2


__ADS_3

Siang itu di kediaman papa Radit semua anggota keluarga telah bersiap siap, untuk ke rumah Hanna. Akmal begitu tegangan nya sampai harus bolak balik ke kamar mandi.


" Abang, " teriak Annisa.


" Ada apa dek, " sahut Akmal.


" Abang jadi nggak kita ke rumah Mbak Hanna si?, dari tadi abang bolak-balik ke kamar mandi terus kapan kita perginya." ucap Annisa.


" Iya dek abang udah siap, " jawab Akmal.


Akmal dan keluarga nya sudah berada di dalam mobil, dan tak lupa membawa buah tangan


Hanya butuh 20 menit mereka sampai di rumah nya Hanna. Rumahnya sederhana dan asri karena banyak pepohonan dan tanaman hias. Mereka semua turun dari mobil,Dan papa Radit meminta Akmal untuk mengetuk pintu rumah Hanna.


" Ayo Akmal kamu ketuk itu pintu rumah Hanna, " ucap papa Radit.


" Iya pa," sahut Akmal.


tok.... tok.... tok....


Akmal mengetuk pintu rumah Hanna, sambil memberi salam.


" Assalamu'alaikum, " ucap Akmal.


" Waalaikumsalam, " jawab seseorang yang berada di dalam.


Hanna membukakan pintu, dan bingung melihat Akmal datang bersama papa Radit, mama Ratna dan Annisa.


" Pak Akmal kita pergi ke penggalangan dana buat panti asuhan bersama bapak Radit, ibu Ratna dan Annisa ya. " tanya Hanna bingung.


Papa Radit yang mendengar ucapan Hanna hanya bisa senyum.

__ADS_1


" Eh itu anu, ada ibu dan ayah Han, " ucap Akmal.


" Ada pak, silakan masuk pak Radit, bu Ratna dan Annisa, silakan duduk Hanna panggil kan ibu dan ayah dulu. " ucap Hanna.


Hanna masuk ke dalam rumah nya hendak memanggil orang tua nya.


" Akmal, kok Hanna tadi ngomong soal acara penggalangan dana. " ucap papa Radit.


" Itu pa, Akmal bilang nya datang ke sini buat jemput Hanna nemenin Akmal ke acara penggalangan dana. " sahut Akmal.


" Jadi kamu nggak kasih tahu maksud ke datang kita ke sini mal, " tanya papa Radit.


Akmal menjawab dengan gelengan.


" Astaga Akmal kamu ini, " ucap Papa Radit.


Tak lama ayah dan ibu Hanna datang.


" Oh ini Akmal atasan kamu Han, " tanya ayahnya Hanna


" Iya yah," ucap Hanna.


Setelah memperkenalkan Akmal kepada orang tuanya Hanna masuk ke dalam rumah untuk mengambilkan minuman.


" Perkenalkan pak nama saya Akmal, dan ini papa, Mama dan adek saya, " ucap Akmal.


Ayah dan ibu Hanna bersalaman seraya saling memperkenalkan nama.Ayahnya Hanna bernama bagas dan ibunya bernama Nana.Dan mama Ratna memberikan bingkisan kepada ibu nya Hanna.


" Lah kok repot repot membawa bingkisan segala bu, " ucap Ibu Nana.


" Nggak repot kok bu hanya bingkisan, " jawab Mama Ratna.

__ADS_1


" Oh iya, kata Hanna bapak mau ajak Hanna untuk pergi ke acara penggalangan dana ya? . " tanya ayah Bagas.


Hanna datang dengan membawa minuman dan makanan, yang langsung di letakan di atas meja.


" Di minuman pak, bu, nisa, " ucap Hanna.


Akmal melihat Hanna semakin gugup tapi akmal beranikan diri.


" Sebenarnya saya ke sini bersama keluarga saya untuk bermaksud mengkhitbah Hanna pak." ucap Akmal sambil melihat Hanna.


Hanna mendengar itu jadi bingung, Mama Ratna melihat Hanna bingung pun langsung angkat bicara.


" Begini lho Hanna, Akmal itu tidak berani untuk mengatakan langsung maksud kami datang kemari, jadi Akmal buat alasan acara penggalangan dana." ucap Mama Ratna sambil tersenyum.


" Bapak, ibu, kalau masalah itu kami serahkan semua kepada Hanna, kan Hanna yang mau jalaninnya, " ucap ayah Bagas.


" Gimana Hanna, apakah kamu mau menerima Akmal?, " tanya Papa Radit.


Akmal mendengar pertanyaan papa Radit semakin gugup, sampai rasanya Akmal ingin langsung pulang, takut akan di tolak Hanna.


Hanna melihat Akmal, sebelum iya menjawab pertanyaan dari Papa Radit dengan anggukan


" Alhamdulillah kalau begitu, " ucap papa Radit.


" Lantas gimana pak Bagas dan bu Nana, untuk menentukan kapan akan di langsungkan nya pernikahan nya?, " tanya papa Radit.


" Kalau itu kami serahkan semuanya kepada pak Radit dan bu Ratna aja gimana baiknya yang penting kan anaknya udah mau." ucap pak Bagas


" Gimana kalau awal bulan depan," ucap Mama Ratna.


" Nggak terlalu cepat bu Ratna, " ucap bu Nana.

__ADS_1


" Nggak lah bu, nanti biar kami aja yang urus, bapak Bagas dan bu Nana terima beres aja yang penting mereka jadi nikah." ucap Mama Ratna.


__ADS_2