
Di butik Mama Ratna dan tante lia sedang mencari cari WO untuk mengurus pernikahan Akmal dan Hanna,mulai dari konsep undangan sampai konsep acara.
" Lia kira kira acaranya enaknya pakai hotel yang mana ya?, " ucap Mama Ratna.
" Kenapa mbak nggak tanya langsung sama Akmal atau Hanna kan mereka yang mau nikah?, " jawab tante lia.
" Ah iya ya, seharusnya kita tanya mereka, " ucap Mama Ratna sambil tersenyum.
" Mbak lebih baik mbak serahkan saja sama Akmal dan Hanna kalau soal undangan dan tempat, nah kita bagian seragam yang akan kita pakai sama calon besan itu yang bener," ucap tante lia.
" Nah itu baru bener lia, kalau soal seragam kita pinta aja perancang busana yang terbaik di butik kita, kalau begitu mbak telpon Akmal dulu ya. " Jawab mama Ratna.
******
Akmal yang baru saja mendapat telpon dari mama nya langsung menghubungi Hanna melalui saluran telpon yang berada di mejanya, Akmal meminta Hanna untuk ke ruangan nya guna membicarakan masalah undangan dan tempat yang akan mereka pakai untuk acara pernikahan mereka.
" Han, kamu bisa ke ruangan saya, " ucap Akmal melalui telpon yang berada di atas mejanya.
" Ah iya Pak," ucap Hanna.
Hanna segera menemui Akmal di ruang kerja nya.
tok... tok... tok...
" Masuk." ucap Akmal.
__ADS_1
Hanna masuk dan berdiri di depan meja kerja Akmal.
" lho kok berdiri di situ, duduk Han. " ucap Akmal.
Hanna duduk di kursi yang bersebrangan dengan meja kerja Akmal.
" Ada apa pak, " ucap Hanna.
Akmal hanya menggeleng kan kepala dan tersenyum mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut Hanna, karena Hanna masih saja bersikap formal kepadanya. padahal mereka akan segera menikah.
" Han, mama tadi nelpon, dan bertanya masalah pernikahan kita, " jawab Akmal.
Pertanyaan yang di ucapkan Akmal mampu membuat semurat merah di pipi Hanna.
Akmal yang melihat pipi Hanna memerah hanya bisa tersenyum.
" Coba Hanna lihat dulu, kalau ada yang Hanna suka nanti kita kirim balik ke mama. " ucap Akmal.
Hanna memperhatikan setiap gambar undangan yang ada di dalam laptop Akmal.
" Hanna suka yang ini pak," ucap Hanna.
Akmal tersenyum karena Hanna masih saja memanggilnya dengan sebutan pak. Tapi Akmal tidak mempermasalahkannya, karena memang saat ini mereka belum menjadi suami istri.
" Oh yang ini ya Han, ya udah nanti akan aku kirim ke mama contoh undangan nya. Nah, kalau soal tempat kamu maunya di hotel mana?, " tanya Akmal.
__ADS_1
" Hanna suka dengan hotel yang menjadi tempat penggalangan dana yang pernah kita datangi pak, " ucap Hanna.
" penggalangan dana yang di buat oleh pak Azwar maksud kamu Han? , " tanya Akmal.
Dan di jawab anggukkan oleh Hanna.
" Hotel itu emang bagus Han, ya udah kalau gitu kita pakai hotel itu saja . " ucap Akmal.
*******
Akmal pun langsung menghubungi Azwar.
" Assalamu'alaikum," ucap Azwar.
" Waalaikumsalam, " jawab Akmal.
" Ada apa Mal, tumben menghubungi saya langsung biasanya sekretaris kamu yang menghubungi?, " tanya Azwar.
" Azwar kamu lagi sibuk nggak hari ini, " jawab Akmal.
" Nggak lagi sibuk Mal, ada apa emang nya," tanya Azwar.
" Aku ke kantor kamu ya, " jawab Akmal.
" Eh aku nggak lagi di kantor Mal, aku lagi di hotel xxx lagi meninjau beberapa bagian gedung yang harus di perbaiki. " ucap Azwar.
__ADS_1
" Nah ke betulan kalau begitu, aku susul ke sana ya Az," jawab Akmal.
" Ya, " ucap Azwar bingung.