
4 tahun telah berlalu.
Abang apa - apaan Abang ini, kenapa Abang sekarang selalu ribut sama Mbak Hanna?
Diam kamu nis, bentak Akmal
Annisa yang tak pernah dibentak pun kaget dan terdiam. Annisa dak pernah menyangka Abang nya membentak nya.
Akmal Pergi meninggalkan Annisa yang masih terdiam.
tiba-tiba terdengar suara barang jatuh dari kamar Akmal, Annisa pun langsung masuk ke kamar dan melihat Hanna tergeletak dilantai dalam keadaan pingsan,
Annisa berteriak minta tolong.
Akmal yang baru menurunin anak tangga pun langsung berbalik saat mendengar teriakan Annisa. yang berasal dari kamarnya,
Akmal langsung berlari menaiki anak tangga,
dan sampai di kamar betapa terkejutnya Akmal melihat Hanna tergeletak pingsan dilantai.
Annisa kenapa Mbak Hanna.
seharusnya Aku yang bertanya apa yang Abang lakuin ke mbak Hanna, sampai mbak Hanna kayak gini.
Akmal tidak menjawab pertanyaan Annisa, Akmal langsung menggendong Hanna.
Akmal dan Annisa membawa Hanna ke rumah sakit,
di UGD rumah sakit Hanna di periksa oleh dokter dan beberapa perawat. Akmal dan Hanna menunggu di luar.
__ADS_1
tak lama dokter yang memeriksa Hanna pun keluar.
Akmal dan Annisa langsung menghampiri dokter.
dok bagaimana keadaan istri saya? tanya Akmal.
ibu Hanna hanya kelelahan, dan kekurangan asupan makanan, mungkin ibu Hanna mengalami mual sehingga membuatnya tidak nafsu makan dan itu biasa terjadi pada semester pertama kehamilan, sebaiknya bapak lebih perhatian dan menjaga asupan makanan untuk ibu Hanna dan satu lagi jangan buat ibu Hanna stres.
maksud dokter istri saya hamil.
iya pak ibu Hanna sedang hamil dan di perkirakan usia kandungannya memasuki 4 Minggu. dan saya harap bapak bisa menjaga ibu Hanna diawal kehamilan nya. perhatian bapak yang sekarang lebih di butuhkan ibu Hanna. sebentar lagi ibu Hanna akan di pindahkan di ruang perawatan.bapak bisa menemui ibu Hanna.
****
Di ruang perawatan Hanna masih setia memejamkan matanya, dan Akmal pun masih setia menunggu nya di samping ranjang. Dipegangnya tangan Hanna sesekali di cium oleh Akmal.
" Aku tak pernah berfikir akan membagi posisi mu kepada wanita lain, tapi Alhamdulillah Allah telah memberikan anugerah nya kepada kita." ucap Akmal
Tanpa disadari Akmal Annisa masuk di dalam kamar.
" Abang." Panggil Annisa.
Akmal menoleh, " Ya Nis. kamu udah sampai."
" Ini buah dan makanannya udah Nissa beliin." ucap Annisa.
Sewaktu Hanna akan di pindahkan keruang perawatan Akmal meminta Annisa membelikan buah dan makanan buat Hanna.
Tak lama Hanna pun sadar. Di edarkan nya pandangan dilihatnya Akmal bersama Annisa.
__ADS_1
" Abang," panggil Hanna.
Akmal dan Annisa pun mendekati ranjang tempat Hanna terbaring. Hanna mencoba bangun namun kepalanya masih terasa rada pusing.
" Kamu sudah sadar sayang", ucap Akmal dengan lembut.
" Kenapa aku di sini bang ," tanya Hanna.
" Tadi mbak pingsan ," jawab Annisa.
" Mbak sama Abang kenapa berantem terus akhir - akhir ini, kasihan kan adk bayinya nanti bisa stress belum juga lahir bunda sama ayahnya berantem melulu," ucap Annisa
" Nissa," tegur Akmal.
" Maaf bang", jawab Annisa.
" Bang apa maksud Nisa," tanya Hanna.
" Apa kamu masih mau aku nikah lagi setelah Allah mengabulkan doa mu," tanya Akmal sambil tangannya mengelus perut Hanna yg masih datar.
" Bang aku tak paham, apa maksud Abang," tanya Hanna dengan wajah bingung.
" Sayang kamu tidak sadar kalau kamu ini sedang hamil, usianya udah 4 Minggu, dan kamu tidak pernah memberikan asupan makanan yang baik untuk calon anak kita, kamu malah asik meminta aku nikah lagi." ucap Akmal.
" Serius bang aku hamil, pantas saja aku sering pusing dan mual, aku pikir karena aku sering telat makan." ucap Hanna.
" Sekarang masih minta Abang nikah lagi?," tanya Akmal.
Hanna hanya menjawab dengan gelengan.
__ADS_1