
Azwar dengan tergesa-gesa memasuki Mall yang di maksud Imam di telp tadi. Ia langsung mencari keberadaan adiknya. Azwar terpaku ketika ia melihat gadis yang selama ini mengusiknya, Annisa duduk di salah satu kursi di Mall bersama Amira dan Imam.
" Imam", panggil azwar.
" Eh kakak cepet banget udah sampai aja, " jawab Imam.
Annisa yang melihat azwar hanya menundukkan pandangan nya.
" Eh kak Azwar ada di sini juga ya, " tanya Amira.
"Iya mir, kakak bosan di kantor," jawab azwar sampai melihat Annisa yang menunduk.
" Hai... Nisa," sapa azwar.
Annisa medongakan kepala untuk melihat azwar yang menyapanya.
" Hai kak, " sahut Annisa.
*******
Azwar tak henti nya memperhatikan Annisa, Dari dalam bioskop sampai mereka telah keluar di dalam bioskop pun Azwar tetap memperhatikan Annisa. Tapi Annisa malah tak menyadari karena Annisa masih memperhatikan Amira dan Imam, Amira dan Imam terlihat begitu akrab dari awal ketemu sampai di dalam bioskop mereka selalu berdua seakan Annisa dan azwar tidak ada.
" Annisa, kalian ke sini sama Imam ya?, " tanya azwar.
" Enggak kak, Annisa perginya berdua aja sama Amira,terus ketemu kak Imam di sini. " jawab Annisa.
" Oh gitu ya nis, tapi kok Amira dan Imam kayak udah akrab gitu ya. " ucap azwar.
" Iya sih kak dari tadi juga Annisa ngerasa gitu, dari tadi Annisa hanya jadi obat nyamuk. " jawab Annisa kesal.
__ADS_1
Azwar tersenyum mendengar ucapan Annisa,
" Ya udahlah nis, kita ikutin aja kemana mereka. " ucap azwar.
" Oh iya kak, kak azwar kok bisa di sini juga, " tanya Annisa.
Azwar gugup mendengar pertanyaan Annisa, sebisa mungkin Azwar senyum untuk menghilangkan rasa gugupnya.
" Oh itu anu, Imam udah nggak pulang seminggu jadi kakak di suruh mama nyariin nya, dan di suruh jemput nya untuk pulang. " jawab Azwar.
" Kayak anak kecil aja kak pakek di jemput segala, kak Imam nya aja asik tu jalan sama Amira." sahut Annisa.
" Kalau nggak di seret pulang nanti kakak di tanya mama lagi, kakak pusing kalau ditanya mama terus, kerjaan kakak tu banyak di tambah lagi harus nyari Imam." jawab Azwar.
*****
" Udah zuhur ni kita shalat dulu yuk, terus makan, " ucap Imam.
" Bagus tu, jadi banyak dapat pahalanya. tapi yang ngimamnya kak Azwar aja, karena kak Azwar udah biasa ngimam di rumah." sahut Imam.
" Lo kok kakak si, kamu aja kenapa sekalian belajar gitu. " jawab Azwar.
" Kak aja ya Imam belum siap. " sahut Imam.
Azwar hanya menghela napas atas ucapan Imam,
*****
Saat ini azwar menjadi imam, Annisa tertegun mendengar suara azwar mengucapkan takbir. terasa begitu indah di dengar.
__ADS_1
Annisa merasa kak Azwar sangat berbeda ketika menjadi imam shalat.
Selesai shalat mereka menuju restoran cepat saji untuk mengisi perut yang senjak tadi minta di isi.
Amira dan Imam memilih duduk di meja yang di pojok, Annisa dan azwar hanya mengikuti kemana Amira dan Imam pergi.
" Amira selesai ini pulang ya aku udah capek, " ucap Annisa.
" iya nis," jawab singkat Amira.
" Kak, kakak kesini tadi pakai apa," tanya Imam.
" Pakai motor mam, kalau pakai mobil nggak keburu nyusulin kamu." jawab Azwar.
" Nah ya udah nanti pulangnya kita antar," ucap Imam.
" Nggak usah kak nanti kami minta jemput atau naik taksi aja. " sahut Annisa.
" Annisa kita pulang di antar mereka aja ya. aku pengen naik motor." jawab amira.
Mata Annisa melotot sempurna mendengar ucapan Amira.
****
Mereka telah meninggal restoran tempat mereka makan, dan kini mereka sedang mencari helm, karena azwar memiliki satu helm sedangkan Imam memang selalu membawa helmnya dua.
Setelah selesai membeli helm mereka menuju parkiran.
Imam dan Amira pergi menuju parkiran dimana motor Imam berada, dan sekarang Imam sudah bergegas meninggalkan parkiran.
__ADS_1
Annisa dan Azwar berjalan menuju parkiran motornya. Sampai di motor Azwar Annisa bingung karena motor azwar kayak anak Genk motor.Annisa tidak terbiasa di bonceng pakai motor seperti itu, ditambah Annisa menggunakan baju gamis.
" Kak Azwar, Annisa nggak bisa naik motor nya, motor kakak tinggi terus nisa pakai Gamis, nisa takut jatuh. nisa pulang naik taksi aja ya." ucap Annisa.