
Annisa segera mengusap air matanya.
" Jika itu yang terbaik menurut papa buat Nissa, Nissa akan menerimanya pa," ucap Annisa.
" Nissa besok kamu libur kan nak?" tanya pak Radit.
" Iya pa," jawab Annisa.
" Besok akan ada pihak WO dari hotel tempat Abang mu nikah kemarin datang menemui mu untuk merencanakan acara pernikahan mulai dari undangan dan tema pernikahan yang kamu inginkan," ucap pak Radit.
" Apakah dia juga ada pa?" tanya Annisa.
" Dia menyerahkan semuanya kepada WO dan kamu Nissa." jawab pak Radit.
" Oh, baik pa. Annisa pamit dulu pa." ucap Annisa.
Di dalam kamar Annisa terdiam memandangi foto wisuda yang ada Azwar disampingnya.
" Tuhan jika kami tak berjodoh kenapa kau tampak wajahnya, Aku ikhlas menerima semua takdir dari mu." ucap Annisa dengan genangan air mata yang sebentar lagi jatuh dengan sekali kedipan.
*****
Minggu pagi Annisa telah bersiap menuruni anak tangga menuju meja makan untuk sarapan.
" Cie cie yang bentar lagi mo nikah." ucap Akmal.
" Apaan si bang,"jawab Annisa.
" Adek Abang udah besar ya udah mau nikah aja." goda Akmal.
" Mama Abang ni resek banget." adu Annisa.
" Udah jangan ribut di meja makan pamali, ayo sarapan." ucap Bu Ratna.
" Mbak Hanna udah gede aja perutnya udah nggak sabar liat adek bayinya." ucap Annisa.
" Iya Nissa udah berat bawaknya kaki mbak aja udah pada bengkak padahal lahirannya masih 4 bulan lagi." jawab Hanna.
" Pasti rame nanti kalau adek bayinya udah lahir." ucap Annisa.
" Tapi kayaknya kamu bakalan nggak ada saat mbak lahiran, mbak dengar katanya calon suamimu akan mengajak mu honeymoon setelah pernikahan," ucap Hanna.
" Mbak ini lucu honeymoon kok lama banget sampe mbak lahiran aku nggak pulang." jawab Annisa
" Kamu belum tahu Nissa kalau calon suamimu itu akan ngajak kamu honeymoon selama 3 bulan." ucap Hanna.
uhuk...uhuk...
__ADS_1
Annisa tersedak saat mendengar ucapan Hanna.
" Pelan - pelan nak makannya," ucap mama Ratna sambil memberikan minum kepada Annisa.
" Kenapa kamu dek?" tanya Akmal.
" Nggak papa bang, Abang beneran honeymoon nya ape 3 bulan. Emang dia nggak kerja?" tanya Annisa.
" Dia kerja tapi dia akan cuti sampe 6 bulan, makanya sekarang dia lagi sibuk kerja agar bisa cuti panjang." ucap Akmal.
"Abang kenal dengan dia," tanya Annisa.
" Kenal saat dia mengkhitbah mu Abang ada saat itu." jawab Akmal.
" Kenapa dia tidak mau bertemu sama Nissa bang?" tanya Annisa.
" Katanya mau kasih kejutan buat kamu Nissa." jawab Akmal.
*****
Setelah sarapan Annisa kembali ke kamarnya. Tak berapa lama Annisa melihat di luar jendela kamar sebuah mobil memasuki halaman rumahnya. Di lihat nya seorang wanita yang iya tahu adalah WO yang mengurus pernikahan Abang Akmal nya tempo hari dan tak lepas dari pandangan Annisa seorang pria yang telah lama menghilang, ya siapa lagi kalau bukan Azwar.
Annisa terdiam melihatnya
" Apa maksudnya ini dia menghilang dan kini datang untuk mengurus pernikahan aku, Apakah dia telah melupakan malam itu." ucap Annisa.
" Nissa... Nissa...orang WO nya udah datang ayo turun," panggil mama Ratna.
" Iya ma, suruh naik saja ma." ucap Annisa.
" Nissa kamu turun aja nak nggak enak kalau di kamar ada nak Azwar juga ini nak." jawab mama Ratna.
" Iya ma bentar Annisa turun." ucap Annisa
Annisa menuruni anak tangga menuju ruang keluarga, di mana disana telah ada mbak Rita yang kembali di percaya menjadi WO untuk nya.
" Assalamualaikum mbak Rita, kak Azwar apa kabar kalian?" tanya Annisa.
" Baik Nissa." ucap Rita.
Rita mulai menunjukkan contoh - contoh undangan dengan model terbaru. Annisa hanya diam dan melihat lihat nya saja. Sampai akhirnya Azwar membuka suara.
" Kok hanya diam dan dilihatin aja Nissa, apa tidak ada yang buat kamu tertarik dengan model nya?" tanya Azwar.
" Menurut mbak Rita yang mana yang bagus?" tanya Annisa.
" Lah kok tanya mbak Nissa, yang nikah kan kamu kok mbak yang milihnya." ucap Rita.
__ADS_1
" Semua model undangannya pakai foto ini mbak ya, nggak ada yang nggak pakai foto prewedding," tanya Annisa.
" Oh Nissa belum prewedding ya, Ada kok yang nggak pakai foto." jawab Rita
" Boro - boro prewedding Nissa aja nggak tahu wujudnya yang akan nikahin Nissa ini kayak apa," ucap Annisa dalam hati
" Kalau ada yang simpel aja mbak nggak usah yang terlalu gelamor Nissa kurang suka, Terus warna nya yang kalem kalem aja mbak kayak warna pastel gitu," ucap Annisa.
" Ok nanti mbak kirimkan contoh undangan nya lewat email aja ya, nah untuk konsep acara pernikahan mau pakek tema apa Nissa." ucap Rita.
" Mbak udah nanya sama mempelai laki-laki nya mau gimana," tanya Annisa.
" mempelai laki-laki nya langsung mengkoordinasi sama pak Azwar Nissa katanya sepenuhnya diserahkan kepada saya dan pak Azwar ya sama seperti Abang kamu kemarin." jawab Rita.
" Kalau gitu aku mau pakai tema adat tradisional dan modern. Saat akad nanti aku mau diadakan di sini,di rumah dengan tema adat tradisional Palembang dengan pakaian baju kurung tradisional Palembang dengan warna merah. Aku mau hantaran pernikahan nanti diadakan berbarengan dengan akad nikah." ucap Annisa.
Azwar mendengarkan setiap keinginan Annisa, dan Rita mencatat setiap keinginan Annisa.
" Kalau resepsinya gimana Nissa?" tanya Rita.
" Aku mau pakai tema adat Palembang modern, dengan gaunnya berwarna pastel aja." jawab Annisa.
" Terus acara resepsinya mau diadakan dimana Nissa?" tanya Azwar.
Annisa menoleh ke arah Azwar rasanya tak percaya seakan ia betul-betul tidak mengingat apa yang pernah Meraka janjikan.
" Di hotel tempat Abang Akmal kemarin aja", ucap Annisa.
" Ok Nissa berarti tinggal undangan yang belum fix, nanti mbak kirimkan contoh nya ya." ucap Rita.
" Gimana soal cincin pernikahan nya Nissa, mau pakai ukiran nama kayak Akmal atau pakai inisial nama kalian?" tanya Azwar.
" Kalau pakai inisial itu gimana?" tanya Annisa.
" Ya contoh nya kayak A&A," jawab Azwar.
" A&A," Annisa membeo apa yang di ucapkan Azwar.
" Ahmad Ridwan A dan Annisa Al Latif," ucap Azwar.
" Oh namanya Ahmad Ridwan." ucap Annisa.
" Pakai inisial aja diukir diluar cincin dan nama panggilan di ukir di dalam cincin." ucap Annisa.
" Ok nanti kami akan menghubungi Nissa kembali untuk dekorasi hotel, kami pamit dulu Nissa ." ucap Rita.
" Baik mbak," jawab Annisa.
__ADS_1
Annisa mengantarkan Rita dan Azwar menuju pintu keluar