Saling Memantaskan Diri

Saling Memantaskan Diri
di khitbah


__ADS_3

Sampailah di hari acara wisudanya Annisa, Azwar tak kelihatan batang hidungnya, padahal sebelumnya komunikasi mereka baik sampai di saat-saat Annisa menyusun skripsi tak ada komunikasi lagi yang terjalin, kecuali saat Annisa memasang foto saat Annisa mau sidang akhir, saat itu Azwar mengomentari " semangat calon ibu dari anak-anakku pasti kamu lulus." tulis Azwar. Setelah itu tak ada kabarnya lagi. Annisa merasa ada yang hilang dari dirinya saat janji itu di rasa tak di tepati. Di lihat nya cincin di jari manisnya dengan rasa kecewa.


" Aku yang salah yang berharap kepada manusia," ucap Annisa sesal


Selama acara berlangsung Annisa masih berharap Azwar akan menepati janji nya. tapi yang di harapkan seakan tak kunjung datang, Sampailah di acara foto - foto bersama keluarga tiba - tiba Azwar ada di antara mereka. Namun Annisa tak menyadarinya.Azwar meninggal acara yang belum rampung itu setelah berfoto bersama tanpa Annisa ketahui padahal Azwar berada di sampingnya.


Ting...


Bunyi notifikasi masuk di benda pipi Annisa.


Dilihat oleh Annisa notifikasi dari seorang yang dia tunggu.dibuka dengan perasaan kecewa karena merasa dibohongi.Tapi betapa terkejutnya Annisa melihat Azwar mengirimkan foto wisuda dirinya yang dimana ada Azwar yang ikut serta dalam foto itu dengan ucapan.


" selamat ya Annisa. kakak tak bisa lebih lama lagi disana, tapi kakak sudah menepati janji kakak." tulis Azwar.


Annisa diam sesaat sampai lamunannya dibuyarkan oleh Amira.


" Annisa kok ngelamun bukannya senang udah lulus." ucap Amira.


" Nggak kenapa - kenapa Mira," jawab Annisa


Annisa tak heran lagi melihat dua orang yang berada di depannya ini, ya siapa lagi kalau bukan Amira dan Imam, yang dari kenal sampai sekarang selalu bersama.


" Kak imam bukanya tadi ada kakak Azwar?" tanya Amira kepada imam.


" Ia tadi kak Azwar kesini tapi nggak lama karena masih ada kerjaan di kantor, itu aja kak Azwar baru sampai dari bandara langsung kesini.beberapa bulan terakhir ini kerjaan numpuk." jawab Imam.


" Ooooh," ucap Amira


" O, bulat Amira panjang amat O nya," ucap Annisa.


Setelah tahu apa yang terjadi sama Azwar. Annisa merasa bersalah. Annisa membalas pesan Azwar dengan ucapan.


" Terima kasih telah menyempatkan untuk datang kakak." tulis Annisa.


*****


2 Bulan telah berlalu. Kini Annisa ikut mengelolah butik mamanya di kantor pusat. Annisa mulai menyibukkan dirinya di dunia kerja, pergi pagi tak jarang Annisa pulang malam. Sekarang Annisa sudah di perbolehkan mengendarai mobil sendiri. Sesaat Annisa melupakan Azwar yang tak pernah lagi sekalipun menghubunginya.

__ADS_1


Sampai ketika pulang dari butik Annisa di panggil papanya.


" Annisa," panggil pak Radit.


" Iya pa, ada apa?" tanya Annisa.


" Bisa ikut papa keruangan kerja sebentar," Ucap pak Radit.


Annisa menjawab dengan anggukan, sambil mengekor papanya masuk kedalam ruang kerja.


Annisa duduk di kursi didepan meja kerja papa nya,


Dengan hati - hati pak Radit menyampaikan maksud nya.


" Annisa kamu tahu kenapa memanggil mu nak?" tanya pak Radit.


Annisa menjawab dengan gelengan.


" Nak ada seseorang dulu datang kepada papa ingin mengkhitbahMu, dan sesuai dengan apa yang papa janjikan kepadanya akan menerima maksud baiknya setelah kamu lulus kuliah. Apakah kamu bisa menerima nya nak." Tanya pak Radit.


Berdenyit hati Annisa mengingat kembali janji Azwar kepadanya.


" Baiklah nak papa kasih waktu 3 hari untuk kamu menjawabnya," ucap pak Radit.


Annisa meninggalkan ruang kerja pak Radit menuju kamarnya.


Di dalam kamar Annisa mulai kembali melihat cincin di jari manisnya, kembali mengingat kejadian di mana Azwar mengutarakan maksud hatinya. Tapi sekarang Azwar hilang seperti di telan bumi. Annisa terdiam sesaat. Sampai lamunannya buyar ketika bunyi azan di smartphone nya.


" Astaghfirullah ya Allah, sesaat aku melupakan engkau." ucap Annisa.


Annisa beranjak dari tempat lamunannya memulai membersihkan diri, dan menghadap kepada sang pencipta, memohon petunjuk kepadanya.


3 hari telah berlalu, Annisa datang menemui pak Radit menyampaikan apa yang akan ia katakan.


Annisa mengetuk pintu ruang kerja pak Radit.


" Masuk," Ucap pak Radit.

__ADS_1


Annisa masuk dan duduk di depan meja kerja pak Radit.


" Pa," ucap Annisa.


" Ada apa nak?" tanya pak Radit.


" Pa Annisa mau ngomong soal yang telah mengkhitbah Nissa," ucap Annisa.


" Ya nak silakan apa yang ingin Nissa sampaikan," jawab pak Radit.


" Pa Nissa telah terlanjur terikat janji dengan seseorang yang dulu pernah mengutarakan niat baiknya kepada Nissa, dan Nissa juga telah melakukan sholat istikharah meminta petunjuk atas perihal yang telah mengkhitbah Nissa, dan yang Nissa lihat di dalam mimpi hanya wajah kak Azwar pa," jawab Annisa.


" Azwar," tanya pak Radit.


" Iya pa, dulu sebelum kak Azwar pergi ke Singapura, setelah acara pernikahan Abang Akmal kak Azwar mengutarakan niat baiknya kepada Nissa pa, kami telah berjanji akan saling menunggu sampai Annisa selesai kuliah dan kak Azwar pulang ke Indonesia." jawab Annisa


" Maafkan Papa nak papa telah menerima lamaran yang datang kepada papa nak, insya Allah 3 bulan dari sekarang acara pernikahannya akan dilangsungkan." jawab pak Radit.


Annisa bingung dengan apa yang di katakan oleh pak Radit, papanya.


"Maksud papa, papa telah menerima nya?" tanya Annisa.


Pak Radit hanya menjawab dengan anggukan.


" Tapi pa bagaimana dengan janji yang Nissa buat dengan kak Azwar?" tanya Annisa.


" Kamu percayakan sama keputusan papa?" tanya pak Radit.


" Tapi pa," ucap Annisa.


" Ia akan jadi laki - laki yang bertanggung jawab atas dirimu nak, papa percaya dengannya, ia akan bisa membimbing mu," ucap pak Radit.


" Pa apa boleh Nissa mengenalnya?" tanya Annisa.


" Kalian akan saling mengenal setelah ijab qobul terlaksana Nissa, itu permintaan nya?" jawab Annisa.


Tak di sadari Annisa air matanya jatuh.

__ADS_1


__ADS_2