
Setelah kepulangan Azwar, Akmal duduk di tengah tengah keluarga dengan jantung yang berdegup kencang. Takut takut kalau papa dan mama nya nggak menyetujui keinginan nya untuk mengkhitbah Hanna sekretaris nya.
" Ma pa, Akmal mau ngomong sesuatu, tapi papa dan mama jangan marah ya, " ucap Akmal takut takut.
Papa Radit, mama Ratna dan Annisa jadi bingung, dengan ucapan Akmal.
" Ada apa mal," jawab papa Radit.
" Pa ma, Akmal mau mengkhitbah Hanna pa. " ucap Akmal yang membuat Annisa tersenyum.
" Hanna sekretaris kamu mal, " ucap papa Radit.
" Iya pa, Akmal sudah lama menyukainya, dan Akmal sudah mencari tau semua tentang nya. " jawab Akmal.
" Nis, Hanna itu cewek yang datang ke rumah waktu itu bukan yang mau ngambil berkas abang kamu yang ketinggalan?, " tanya mama Ratna.
" Bener sekali Ma, cantik nggak. Annisa suka sama mbak Hanna Ma. " ucap Annisa.
" Mama suka sama anak itu sopan dan cantik, " jawab mama Ratna.
" Kapan kita ke rumah nya mal, Tapi jangan dadakan, " tanya papa Radit.
" Akmal maunya minggu depan pa, " jawab Akmal.
__ADS_1
" Ya udah minggu depan kita ke sana, Tapi Hanna nya di kasih tahu, nanti kita ke sana malah orang nya nggak ada." ucap papa Radit.
" Ntar Akmal ngomong sama Hanna pa," jawab Akmal.
" Abang hebat udah berani ambil keputusan, " ucap Annisa.
" Tapi tetap dek abang takut di tolak, takut takut Hanna udah ada calon, " jawab Akmal.
" Akmal, Akmal pendidikan udah tinggi udah pegang perusahaan tapi takut patah hati, kan banyak perempuan yang lain, kalau kamu di tolak nanti papa yang cariin kamu istri, " ucap papa Radit.
" Papa kok gitu sama anaknya bukan di semangat in, " jawab Mama Ratna.
******
Hanna duduk di meja nya dengan beberapa tumpukan map. Dengan teliti Hanna mengkoreksi kontrak kerja yang akan di tanda tangani oleh Akmal. Setelah selesai mengkoreksi nya Hanna langsung membawa map itu ke ruangan Akmal.
" Masuk, " ucap Akmal.
Hanna masuk ke ruang Akmal dan menyerahkan map yang berisi kontrak kerja.
" Udah kamu cek isi kontrak nya Han," ucap Akmal.
" Sudah pak, bapak boleh periksa kembali, " jawab Hanna.
__ADS_1
" Hanna, duduk sebentar ada yang mau saya bicarakan, " ucap Akmal.
Hanna duduk di kursi yang berada di seberang meja Akmal. Wajah Hanna kelihatan bingung.
"Apa saya melakukan kesalahan pak, " tanya Hanna. sambil memperhatikan Akmal yang masih sibuk dengan dokumen di mejanya.
" Nggak, " jawab singkat Akmal.
" Terus ada apa ya pak, " tanya Hanna yang semakin bingung.
" Besok minggu kamu ada kegiatan nggak," tanya Akmal.
" Nggak ada pak, emang ada apa pak, " ucap Hanna.
" Besok temanin aku, ada acara penggalangan dana buat anak panti asuhan, nanti aku jemput kamu di rumah. Oh iya kira kira orang tua kamu ada nggak? nanti aku mau minta izin buat ngajak kamu.kira kira jam 2 siang gitu." jawab Akmal yang masih sibuk dengan dokumen di tangan nya.
Hanna masih bingung dengan ucapan Akmal, emang Hanna sering nemanin Akmal dalam acara amal, tapi biasanya juga ketemuan nya di tempat acara. lah ini tumben Akmal mau jemput ke rumah.
" Maaf Pak biasanya kita ketemuan di tempat acara, kok tumben mau jemput ke rumah?", tanya Hanna.
Akmal bingung harus kasih alasan apa lagi biar bisa ke rumah Hanna,
" Acara penggalangan dana kali ini jauh Han, Nanti kita pulang nya ke malaman nggak enak kalau nggak minta izin langsung sama orang tua kamu," Jawab Akmal.
__ADS_1
" Oh gitu ya pak, ibu dan ayah ada di rumah, " ucap Hanna.
" Ya udah besok aku jemput kamu di rumah dan kamu bisa kembali kerja, " sahut Akmal.