Saling Memantaskan Diri

Saling Memantaskan Diri
Selesai Acara ijab Kabul


__ADS_3

Sepasang pengantin itu pun menanda tangani surat-surat kelengkapan administrasi pernikahan, Sekarang mereka tidak hanya sah di mata agama tetapi sah di mata hukum negara juga. Pak penghulu memberikan buku nikah kepada Annisa dan Azwar. Setelahnya Acara ditutup dengan do'a.


Pembawa acara mempersilahkan para undangan untuk menyantap hidangan yang telah di sajikan. Sedangkan para anggota keluarga asik berfoto bersama. Sebelum para undangan memberikan ucapan selamat kepada pengantin.


Acara pernikahan selesai sebelum sholat Jum'at, hanya tinggal kerabat saja yang masih asik ngobrol. Annisa senjak tadi sudah ada di dalam kamar sedangkan Azwar masih berbincang - bincang bersama kerabat.


Di dalam kamar Annisa masih bingung kenapa para MUA belum juga melepaskan riasan di kepala dan wajahnya. Tak berapa lama seorang fotografer datang.


Tok...Tok...Tok....


" Iya sebentar." jawab salah seorang MUA.


Seorang MUA membukakan pintu.


" Siapa mbak?" tanya Annisa.


" Fotografer mbak, kata pak Azwar tadi mau ambil foto di dalam kamar mbak." jawab salah seorang MUA.


" Oh..., tapi kak Azwarnya belum kemari mbak." ucap Annisa.


" Ya udah mbak saya cari pak Azwarnya dulu," Jawab seorang fotografer.


Dibawah asisten fotografer itu menemui Azwar.


" Maaf pak apa kita bisa langsung ambil foto di dalam kamar nya, karena bentar lagi mau sholat Jum'at pak?" tanyanya.


" Oh...Iya ayo kita keatas, apakah Annisa sudah siap?" tanya Azwar.


" Mbak Annisa nya sudah siap pak, para MUA sudah melakukan tugasnya dengan baik." ucap asisten fotografer itu.


Usai melakukan sesi pemotretan, Annisa di bantu oleh para MUA melepaskan sunting diatas kepalanya, dan membersihkan makeup di wajahnya, Azwar tak henti hentinya memperhatikan Annisa.


" Kak, nggak siap - siap untuk sholat Jum'at, bentar lagi udah masuk waktunya lho kak," ucap Annisa.


" Ini Nissa kakak lagi nungguin imam bawakkan koper kakak keatas." jawab Azwar.


" Oh...," ucap Annisa.


Pintu kamar di ketutk


Tok....Tok...Tok...


" Nah ini kayaknya Imam deh," ujar Azwar sambil berdiri berjalan untuk membuka pintu.


" Ini kakakku kopernya," ucap Imam.

__ADS_1


" Hemmm. Terima kasih adek ku," jawab Azwar.


Azwar membawa kopernya kedalam kamar. Membuka koper mencari baju Koko dan sarung untuk di pakai sholat Jum'at.


Azwar membawa bajunya kedalam kamar mandi, setelah membersihkan diri dan mengenakan pakaiannya yang dibawanya tadi. Azwar keluar dari kamar mandi.


Mendekati Annisa yang masih sibuk dengan MUA.


" Nissa kakak berangkat sholat Jum'at dulu ya, kamu jangan lupa shalat zhuhur di rumah," pamit Azwar sambil menjulurkan tangannya kepada Annisa.


Annisa menyambut tangan Azwar dan mencium punggung tangan Azwar dengan takzim.


*******


Sepulang dari shalat Jum'at, Azwar melihat Annisa berbincang dengan kerabatnya.


" Assalamualaikum," ucap Azwar, pak Radit dan yang lainnya


" waalaikum salam," jawab Annisa bersama yang lainnya.


Annisa mendekati Azwar mengambil sejadah yang di bawa Azwar. Sebelum Azwar menyerahkan sejadahnya, Azwar mengulurkan tangannya dan Annisa langsung menyambut tangan Azwar dan mencium punggung tangan Azwar dengan takzim.


" Cie....Cie...", ucap Amira.


" Ini contoh istri yang Sholehah ni," jawab Amira.


" Aamiin," Ucap Azwar.


Azwar dan Annisa berjalan beriringan dan ikut berkumpul bersama keluarga nya.


" Ehemm.... pengantin baru ini sungguh meresahkan, jadi pengen di khitbah juga," ucap Amira.


" Nah Imam itu kode lho," ucap Azwar.


" Adek Amira sayang, kalau adek udah lulus kuliah Abang Imam akan khitbah adek, makannya belajarnya makin di rajinin." jawab Imam.


" Iya Abang adek sayang," ucap Amira.


" Annisa gimana rasanya setelah kamu tahu kalau orang yang ikut mempersiapkan acara pernikahan ini ternyata yang jadi suami kamu?" tanya Amira.


" Kak Azwar emang jahat, Mira. Cocok dia ini jadi aktor." ungkap Annisa sambil menoleh ke arah Azwar.


" Kena banget ya perannya." ucap imam.


" Iya, mam." jawab Annisa.

__ADS_1


Azwar memperhatikan Annisa, dengan senyuman.


" Annisa kakak menyukai kamu semenjak pertama kali kita bertemu di rumah sakit. Saat itu kakak mulai mencari semua tentang Annisa, Dan akhirnya kakak mengetahui kalau Annisa adalah anak bungsu dari pak Radit yang akan melakukan kerjasama dengan perusahaan kakak. Seminggu kemudian kakak meeting kerjasama dengan papa Radit. Awalnya kakak berencana akan membicarakan maksud kakak di rumah papa Radit tapi setelah kakak pikir lagi akhirnya kakak putus kan setelah meeting kerjasama nanti. Bukan tanpa alasan kakak ingin membicarakan maksud kakak di kantor, kakak hanya tidak ingin Annisa merasa terganggu dengan kehadiran dan maksud kedatangan kakak yang ingin mengkhitbah Nissa, padahal saat itu Annisa masih sekolah.


Saat itu Meeting bersama papa Radit telah selesai, semua yang ikut meeting telah meninggal ruangan meeting kecuali kakak, sekretaris kakak, Papa Radit dan Abang kamu Akmal.


Kakak mencoba untuk berbicara pada papa Radit tentang perasaan kakak kepada Annisa, dan bermaksud untuk mengkhitbah Nissa. kakak awalnya ragu tapi akhirnya kakak beranikan diri.


"Pak Radit aku mau bicara hal pribadi? " tanya kakak sedikit ragu.


Kakak melihat papa Radit dan Abang Akmal sedikit bingung. Kakak mencoba memulai maksudnya kakak.


"Pak Radit aku menyukai putri bapak Annisa, dari awal aku melihat nya aku sudah menyukai nya.Aku bermaksud untuk mengkhitbahnya,


Saat itu kakak menarik nafas lagi untuk melanjutkan perkataan kakak.


"Tapi bukan untuk sekarang aku mengkhitbahnya karena aku tau sekarang ia masih sekolah.Aku ingin ikut andil menjaganya untuk sekarang ini. jika aku dan Annisa berjodoh aku akan mengkhitbahnya setelah Annisa menyelesaikan kuliahnya. "ucap kakak.


" Bagaimana kamu bisa mengenal putri ku Annisa pak azwar. "tanya papa Radit sedikit bingung.


" Aku mengenalnya saat aku menjaga mama di rumah sakit saat itu Annisa sedang menjaga Amira. " jawab kakak.


Abang kamu melihat kakak dengan pandangan tidak suka saat itu.


" Apa kamu tidak sadar bapak azwar dengan ucapan mu, usai bapak dan adik saya itu terlampau jauh, "kata Abang kamu Nissa dengan nada sedikit meninggi


" Saya hanya mengutarakan apa yang saya rasakan Akmal, aku hanya meminta izin untuk ikut menjaga Annisa."ucap kakak kepada Abang Akmalmu ini.


"Bagaimana cara kamu menjaga Annisa. " tanya papa Radit saat itu


"Aku akan menjaganya dari jarak jauh tanpa menyentuh nya dan di ketahuinya." jawab kakak.


"Baiklah kalau itu mau mu saya izinkan kamu boleh ikut menjaga Annisa, tapi kamu tidak boleh memaksanya menyukai mu. " kata papa Radit


"Aku tidak akan memaksanya,aku hanya mau menjaga Annisa dan jika aku tidak berjodoh dengan Annisa setidaknya aku telah menjaganya buat calon suami nya kelak. " jawab kakak saat itu.


" Oh so sweet banget kakak ini," ucap Amira.


" Terus kenapa kakak Azwar milih pergi ke Singapura, katanya mau ikut jagain Annisa?" tanya Annisa.


" Sering bertemu dengan kamu kakak takut tidak bisa nahan ingin segera menghalalkan kamu Nissa," ucap Azwar sambil terkekeh.


" Itumah MODUS," ucap Imam.


" Yang seharusnya pergi ke Singapura itu seharusnya Abang kamu tapi apalah daya Abang kamu saat itu kan mau nikah, ya jadilah kakak yang berangkat demi restu agar jadi adek ipar." jawab Azwar.

__ADS_1


__ADS_2