
Suasana duka memenuhi seluruh penjuru pondok, sesaat setelah disiarkan kabar duka tersebut dengan pengeras suara.
suara lantunan doa para santri dan santriwati berjumlah puluhan ribu jiwa yang mengucapkan "innalillahi wainnailaihi Raji'un" "Allahu Akbar" menggelegar dimana-mana hingga menembus melewati 2 benteng tembok pagar yang tiggi nan kokoh.
semua warga dibuat terperangah kaget, bulu kuduk mereka meremang seketika saat mendengar lantunan doa itu terdengar begitu menggema ditelinga mereka bagaimana tidak karena Posisi Pondok putri dan pondok putra tepat bersebelahan keduanya dilapisi 2 gerbang tinggi menjulang jarak antara pagar tembok 1 dan 2 sekitar 100M menciptakan suara keramat yang mengagungkan nama Allah SWT seakan mencekik siapa saja yang mendengarnya.
Langit hari itu terlihat gelap seakan ikut bersedih, keluarga besar pondok beserta seluruh jajaran pengurus dan pendidik pihak pondok putra putri mengenakan seragam putih dan berkumpul di masjid pondok menanti jenazah sosok yang sangat dicintai tiba.
sedangkan santriwati (putri) tidak di perkenankan keluar dari pondok putri sedikit pun, mereka diperintahkan untuk mengikuti apa yang dilakukan pihak Satri laki-laki berkumpul dimasjid dan melakukan doa bersama.
tak ada satupun Satri dan santriwati yang berdiam diri semua ikut andil membaca doa, semua menangisi sosok Ma'had.
sosok pemimpin dan sosok guru yang hampir semua sifat kebaikan ada pada dirinya.
kabar duka itu pun sampai ke telinga Alwi yang sedang berada diluar kota menghadiri acara majelis, ia pun segera bertolak kembali kepondok.
Berita kematian sosok Ma'had kini di beritakan memenuhi seluruh media televisi hingga tersebar keseluruhan pelosok negeri. tak henti-hentinya doa mengalir kepada Ma'had.
"innalillahi wainnailaihi Raji'un" ucap herdi saat menonton berita TV yang mengabarkan kematian sosok nomor satu pemuka agama di pulau Jawa tersebut.
"innalillahi wainnailaihi Raji'un" ucap Sasa ikut menimpali Tampa menoleh ke arah TV. ia juga cukup mendengar berita tersebut karena suara TV yang memegang agak keras dan posisi Sasa yang tidak jauh dari ruang TV.
__ADS_1
berita kematian Ma'had yang disiarkan itu pun ikut menampilkan sosok keluarga inti dari Ma'had dimana foto yang menampilkan sosok Ali ikut terpampang nyata dilayar TV.
Abdullah bin Mas’ud RA meriwayatkan, pada suatu hari Rasulullah SAW membuat garis persegi empat. Nabi menarik garis pada pusatnya, lalu menarik garis-garis lain pada sisinya, dan menarik sebuah garis lain di luarnya.
...Beliau bersabda, “Kalian tahu, apa ini?” Para sahabat kemudian menjawab, “Allah dan Rasulnya yang tahu.” Sambil menunjuk garis yang ada di tengah-tengah Beliau bersabda, “Ini adalah manusia, dan ini adalah ajal yang mengelilinginya.”...
...Kemudian sambil menunjuk pada garis-garis yang mengitarinya, Nabi bersabda, “Dan ini adalah peristiwa-peristiwa yang mengancam. Jika lolos dari yang satu, ia akan terkena oleh yang lain. Dan garis di luar ini adalah angan-angannya.” (HR Bukhari)....
Kematian akan menghampiri siapapun tanpa kecuali. Maut tidak bisa kita hindari. Tidak ada tempat untuk kita bersembunyi. Di manapun kita berada, ajal akan datang menghampiri dan tanpa kita sadari.
Ada banyak cara bertemu maut. Entah karena sakit, terjatuh, kecelakaan atau tanpa sebab sekalipun. Semua cara tersebut adalah kuasa Allah yang pada akhirnya membawa pada satu jalan yaitu kematian.
Usia tidak menjadi ukuran. Tua dan muda tidak menjadi patokan. Jabatan dan kekayaan juga tidak menjadi jaminan. Pada waktunya, manusia akan dijemput maut.
...Rasulullah SAW menyampaikan sebuah hadis Qudsi yang berbunyi: “Wahai anak cucu Adam, kematian itu laksana pintu dan setiap manusia akan memasukinya.” Sungguh, Kematian adalah sebuah keniscayaan yang tidak seorangpun bisa melepaskan diri....
Ajal akan menghampiri siapa saja. Di manapun kita berada, entah sedang di rumah, di kantor, di tempat kerja, di kendaraan dan bahkan di pesawat. Maut akan datang menjemput. Sungguh kita tidak bisa lari dari kematian.
...Allah SWT berfirman: Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS al-Jumu’ah: 8)....
...Oleh sebab itu, imanilah takdir kematian karena hal itu sudah menjadi ketentuan Allah SWT. “Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun (QS al-A’raf: 34)....
__ADS_1
Shalat ashar dirangkaikan dengan shalat jenazah yang dihadiri oleh ribuan jama'ah. karena masjid yang hanya bisa menampung 20 ribu jama'ah akhirnya setiap lorong-lorong didalam pondok dan jalan-jalan yang diberi paping semua terisi oleh jama'ah shalat tanpa terkecuali.
semua ambil bagian dan tak ingin ketinggalan untuk ikut memberi doa dan menghantarkan Ma'had ke tempat peristirahatan terakhir.
shaf paling depan diisi oleh sanak keluarga, dan di imami langsung oleh Ali selaku anak pertama.
puluhan wartawan dari berbagai media telah mengambil posisi diluar gerbang karena tak di izinkan memasuki area pondok. tak ada satupun wartawan yang berhasil meliput atau sekedar mengorek secuil berita tentang apa saja yang terjadi dibalik tembok kokoh tersebut. pondok itu begitu tertutup rapat bahkan jika menggunakan drone pun tak akan berhasil mendapatkan informasi.
jenazah Ma'had dimakamkan di dalam lokasi pondok tepat berada di samping kuburan ayahnya kakek dari Ali dan Alwi.
hari itu semua stasiun televisi hanya memberitakan terkait meninggalnya sosok Ma'had yang begitu dicintai itu terlebih oleh kaum muslimin.
berbagai macam opini diberitakan, dengan hanya bermodal menduga-duga karena sangat tertutupnya acara pemakaman tersebut mau tidak mau media televisi hanya memberitakan hal-hal yang tidak akurat.
dari semua jama'ah shalat tidak seorang pun diizinkan untuk menggunakan ponsel. ratusan bodyguard di kerahkan untuk menjaga agar situasi tetap kondusif dan juga memantau setiap orang agar tidak ada yang menggunakan ponsel apa lagi sampai meninggalkan jejak informasi tentang acara duka hari itu.
keluarga Ma'had sangat menjaga kerahasiaan keluarganya. dan juga moment Duka bukanlah sesuatu yang layak dijadikan tontonan cukup seluruh masyarakat tahu jika Ma'had telah berpulang kehadapan Allah tidak usah lagi diliput sana sini seakan ingin menjadikan moment itu sebagai ajang pansos.
3 hari setelah kematian Ma'had Ali masih saja setia berdiam diri didalam ruangan khususnya, ia tak ingin diganggu sedikit pun.
Ali masih sangat berduka bagaimana tidak Ma'had begitu dekat dengan dirinya, sedangkan Alwi lebih dekat dengan Khumaira, sebenarnya tidak ada perbedaan dari keduanya semua sama-sama saling dekat namun Ali memang sangat dekat dengan Ma'had karena Ma'had adalah tempat saling bertukar cerita, pendapat dan juga guru bagi Ali.
__ADS_1