Sang Dewa Tertinggi

Sang Dewa Tertinggi
Mengungkap kebenaran


__ADS_3

"Yah... Mungkin dia tertampar kenyataan."


!


"Lili?"


"Ya, Dewa. Apa kau sidah siap untuk berangkat?"


Max berhenti melangkah dan melihat keatas "Apa maksudmu, Lili?"


"Ya, Dewa. Apa kau lupa tentang sebuah kerajaan yang hancur oleh para Master tua? Kau tidak akan lari lagi kan dalam tugasmu, seperti sebelumnya?" Lili kembali mengingatkan Max tentang tugasnya.


Max menghela nafas kasar dan kembali melanjutkan langkahnya "Iya iya aku ingat, kau tidak perlu mengatakannya itu terdengar seolah aku adalah Dewa yang buruk."


"Kalau begitu, siapkan dirimu dalam waktu tiga hari kau harus keluar dari tempat ini dan pergi menuju sebuah tempat bernama The Rushers."


"The Rushers? Tempat apa itu?"


"Kau akan tahu ketika tiba di sana."


"The Rushers," Max terus mengulang nama itu dan mengingatnya. Kini suara Lili sudah tidak lagi dia dengar, awalnya dia sedikit tersinggung dengan perkataan Lili yang mengatakan bahwa dia lari dari tugasnya. Max menghembuskan nafas kasar dan mengusap wajahnya, ingat ya Max itu bukan lari dia hanya bosan saja melakukan tugas-tugasnya yang menyebalkan itu, bayangan kan saja selama hidupnya Max harus berkutat dengan berkas-berkas yang menggunung ntah kapan akan selesai.


Ketika asik melamun Max dikejutkan dengan suara kencang Theo yang membentaknya mengatakan bahwa kini dia lah yang terlihat seperti anak gadis, berjalan terlalu lama.


"Huhmp! Yang penting aku ini tampan," balas Max yang membuat Theo kembali diam.


...****************...


Sesampainya di rumah, Max menyimpan keranjang di dapur kemudian pergi mencari ibunya. Max akan membicarakan kepergiannya sekaligus meminta izin, Theo sendiri Max suruh pulang dan besok baru datang lagi.


"Ada apa Max?" Sandra duduk diruang tengah dan melihat Max yang sedang mengupas buah-buahan .


"Makan dulu bu," Max menyodorkan piring yang terdapat buah plum yang sudah dia kupas.


Sandra melihat Max dengan curiga tidak biasanya Max akan bersikap begini. Setelah mengambil satu potong dan memakannya Sandra berkata dengan serius "Jadi, ada apa Max?"


"Sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu bukannya aku tidak mau jujur namun aku menunggu waktu yang pas untuk mengatakannya," Max terlihat berat ketika akan berbicara mengenai identitasnya.


"Apa maksudmu Max? Ibu tidak mengerti," Sandra merubah duduknya dan kembali mendengarkan Max.


"Aku bukan Max, aku bukan anakmu..." Max berhenti berkata dan melihat reaksi Sandra.


"Apa kau sedang sakit Max?" Sandra menyentuh kening Max memastikan anaknya ini sedang tidak sakit.


"Tidak bu," Max menurunkan tangan Sandra dan menggenggamnya "Aku tidak sakit, inilah kenyataannya bahwa aku bukan anak mu, Maxine."


"Biar aku jelaskan padamu biar kau paham. Namun, sebelum aku mengatakannya kau harus berjanji bahwa kau tidak akan membenci ku," Max berhenti dan menunggu jawaban dari Sandra.


"..............."

__ADS_1


"Ibu..." Max kembali bersuara.


"Haaaah.... Baiklah, ibu berjanji," Sandra memutuskan untuk mendengarkannya lebih lanjut meski sekarang perasaannya tidak menentu dia sedikit khawatir dengan anaknya.


"Max, putra mu dia sudah meninggal satu minggu yang lalu akibat serangan jantung dia__!


"APA? Ba-bagaimana mungkin," Sandra terkejut dan menggeleng tidak percaya.


"Ibu kumohon tenanglah," Max meraih tubuh wanita didepannya dan memeluknya, sejujurnya Max tidak tega untuk mengatakan hal yang sebenarnya namun bagaimana lagi dia tidak ingin berbohong terlalu lama. Max sudah menganggap Sandra sebagai ibunya sendiri.


Dengan berat hati Max melanjutkan "Dia meninggal di sungai tempat biasa ia bermain, kemudian tidak tahu kenapa tiba-tiba aku sudah menempati tubuh anakmu ini."


"Sebenarnya aku adalah jiwa yang datang dari dunia lain, aku datang kesini karena aku bosan dengan kehidupan ku dulu, tapi kau tenang saja aku akan menjaga tubuh ini selayaknya tubuh ku sendiri dan kau masih bisa menganggap ku sebagai anakmu. Jujur saja aku sudah nyaman menjadi anakmu, dikehidupan sebelumnya aku tidak memiliki ibu dan tidak tahu bagaimana rasanya. Jadi, kumohon... Jangan buang aku," Max memeluk Sandra lebih erat, sungguh Max takut jika Sandra akan mengusirnya.


"Anak bodoh! Bagaimana mungkin aku akan membuang anakku sendiri?" Sandra membalas pelukan Max dan menangis dalam diam.


Sandra sedih akan kenyataan dimana anaknya sudah tiada namun dia juga bahagia dengan kehadiran 'Max'.


Sandra menghapus air matanya kemudian melepaskan pelukan, dia akan bertanya Sekarang "Max jika kau bukan anakku, lalu siapa dirimu?"


"....................." Max tidak tahu harus berkata apa, tidak mungkinkan dia bilang kalau dia adalah Dewa? Bisa-bisa nanti Sandra akan menertawakan nya.


"Max."


"Ah itu... Apa kau yakin ingin aku menjawabnya?" Max menggaruk tengkuknya dan berkata dengan bingung.


Sebelum berkata Max menghembuskan nafas dan berusaha menenangkan dirinya. "Baiklah kau bisa bertanya."


"Siapa kau? Dan dari mana asalmu?"


Max menatap Sandra kemudian berkata dengan serius "Aku.. Aku adalah Dewa, Dewa penguasaan di alam sana. Tempat ku tinggal sangat jauh dari sini, disana banyak hal yang tidak akan kau jumpai dalam seumur hidupmu."


"Dewa ya? Gelar apa yang kau miliki?"


"Kau percaya padaku?"


"Kenapa aku harus tidak mempercayai mu?" Sandra balik bertanya.


!


Max tidak menyangka ini, dia awalnya berpikir Sandra akan meragukan ucapannya tapi apa ini? Dia bahkan tidak ragu dengan ucapannya.


"Jadi, gelar apa yang kau miliki dulu, Dewa?" Tanya Sandra kembali.


"Mereka sering memanggilku dengan sebutan...


Sang Dewa Tertinggi."


...****************...

__ADS_1


Besoknya Max bangun dengan semangat, pagi-pagi sekali dia sudah dengan peralatan dapurnya.


Max memasak dengan 5menu berbeda dari setiap negara.




Sokovia


Salah satu roti yang selalu dinikmati para parisian adalah croissant, yaitu roti berbentuk tanduk dan diisi dengan kacang almond, mentega, cokelat, hingga krim. Cocok banget untuk dinikmati dengan segelas kopi hitam hangat maupun teh.




Genosha


Campuran sayur yang difermentasi ini juga bisa menjadi menu sarapan yang biasa dipilih di pagi hari, tentunya ditambahkan dengan sepiring nasi dan semangkuk kuah sup hangat untuk lebih menambah selera.




Madripoor


Makanan ini dibuat dari kacang fava rebus yang ditumbuk dengan berbagai rempah dan perasan jeruk lemon. Tambahan telur rebus dan sayuran di atasnya semakin menambah kelezatan hidangan dari benua Afrika ini.




Latveria


Beras yang digunakan dalam nasi lemak ini dikukus dengan santan kemudian setelah matang ditambahkan pula ikan goreng atau telur sebagai pelengkap.




Wakanda


Semangkuk keripik tortilla yang dimasak dengan saus, kemudian di atasnya ditambahkan keju, bawang bombay, dan telur. Jangan lupa untuk tambahkan kacang-kacangan dan irisan daging agar Cilaquiles-mu lebih nikmat dan bergizi.




Setelah semua makanan tersaji dengan rapi di atas meja Max memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu baru membangunkan Sandra.

__ADS_1


__ADS_2