Sang Dewa Tertinggi

Sang Dewa Tertinggi
Nasi Goreng


__ADS_3

Seperti apa yang di katakan nya barusan bahwa Max akan memperkuat tubuhnya terlebih dahulu. Dimulai dari ia yang akan menyiapkan semua keperluannya dalam latihan, seperti area lapangan untuk berlari lalu sebuah tebih untuk dia panjat dan lain sebagainya.


Ketika matahari telah tenggelam di arah barat Max baru selesai dengan tugasnya dia pulang dengan keadaan yang penuh oleh keringat. Dipunggung nya Max terlihat membawa sebuah keranjang bambu.


"Aku pulang..!" Max berkata ketika sudah di depan pintu.


Sandra yang sedang menyiapkan makan malam itu menengok ketika mendengar suara Max dan sedikit terkejut melihat keadaan Max yang sedikit berantakan berbeda dengan hari-hari sebelumnya.


"Selamat datang di rumah Max," Jawab Sandra dengan satu tangan mengelus rambut Max yang sedikit panjang.


"Hm? Apa yang kau bawa Max?" Tanya Sandra ketika melihat Max menurunkan keranjang bambu di punggungnya.


Max tidak menjawab dia hanya fokus mengeluarkan semua barang yang dia bawa dengan keranjang bambu, semuanya dia tumpuk di atas meja dengan memisahkan dari satu dengan yang lainnya.


Jamur tiram menumpuk di bagian selatan meja lalu ada 6 buah apel di bagian utara dan di bagian timur terdapat setumpuk buah murbei dan di arah barat terdapat jamur maitake dan di tengahnya terdapat 2 jamur Lingzhi.


"Max..." Sandra terkejut dengan apa yang Max bawa, pasalnya semua bahan itu tidak mudah untuk didapatkan terutama jamur Lingzhi.


"Dari mana kau mendapatkan itu semua?" Tanya Sandra ketika sudah bisa mengendalikan rasa keterkejutannya.


"Aku memetiknya ketika di perjalan pulang," jelas Max.


"Ibu kau bisa menyimpan semuanya, namun 2 jamur Lingzhi ini berikan padaku."


Sandra mematikan api di tungku dan mengangkat masakannya kesebuah wadah.


"Itu semua kau yang ambil meskipun kau ingin memilikinya semua aku tidak akan keberatan," ucap Sandra di sela-sela kesibukannya.

__ADS_1


"Tidak bu, aku tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan mereka jadi kau ambil saja. Aku hanya akan mengambil dua jamur Lingzhi ini."


"Baiklah, sekarang kau pergi kebelakang untuk membersihkan diri terlebih dahulu lalu kita akan makan malam," Titah Sandra.


Max mengangguk kemudian mengambil 2 jamur Lingzhi untuk dibawa ke dalam sebelum pergi membersihkan diri Max menyempatkan untuk menyimpan kedua jamur itu di dalam kamar kemudian Max berjalan ke arah belakang dan membersihkan dirinya.


Di dapur Sandra menyimpan semua jamur di atas sebuah nampan dan mencuci ke 6 apel itu lalu dia simpan di atas meja. Setelah semua makanan telah tersaji di atas meja makan barulah terlihat Max berjalan dengan penampilan yang lebih segar.


"Ayo Max waktunya makan," Sandra mengambil piring dan mengambilkan nasi goreng lalu memberikannya kepada Max.


"Apa ini bu?" tanya Max ketika melihat nasi kecoklatan yang mengeluarkan bau yang sangat lezat.


Max mengambil satu suapan dan terdiam sebentar sebelum akhirnya dengan lahap menghabiskan nasi di piringnya.


"Luar biasaa.. Apa nama masakan ini bu? Sungguh ini begitu nikmat."


Sandra tersenyum dan menambahkan satu lagi porsi di piring Max "Ini adalah nasi yang di goreng yang di campur dengan berbagai bumbu yang menambahkan kenikmatan didalamnya, kau bisa menyebut ini sebagai Nasi Goreng." jelas Sandra.


Max meminta satu porsi lagi dan ketika sudah menghabiskan 5 piring barulah dia berhenti makan dengan ditutup oleh sendawa yang keras.


"Ibu, apa kau bisa mengajariku cara membuatnya?" Tanya Max dengan antusias.


Sandra yang melihat binar semangat didalam mata Max hanya bisa mengangguk mengiyakan, Sandra akan berusaha memberikan apapun yang anaknya itu inginkan dia tidak ingin Max kembali lagi seperti dulu yang lebih banyak diam.


"Tentu, jika kau punya waktu luang aku akan mengajarimu cara membuat nasi goreng atau mungkin semua ilmu memasak yang aku punya akan aku ajarkan padamu Max."


"Waaah... Kau serius? Kalau begitu--!"

__ADS_1


"Max? Ada apa?" tanya Sandra ketika Max tidak melanjutkan ucapannya.


Max baru ingat bahwa dia akan memulai pelatihan agar tubuhnya tidak lagi lemah seperti sekarang, itu tandanya dia akan disibukan dengan pelatihannya lalu bagaimana dia akan belajar memasak dengan ibunya jika waktu luang untuk belajar itu tidak ada?.


"Max..!" Tegur Sandra ketika Max tidak menyahut ucapannya.


Dengan menggelengkan kepalanya Max menjawab bahwa dia baik-baik saja.


"Bagaimana ini? Aku ingin memperkuat tubuh ini namun di satu sisi aku juga ingin belajar memasak dengan wanita itu. Hmm... Baiklah kita akan melakukan pelatihan dari pagi sampai jam 3 sore kemudian aku akan belajar memasak dengannya. Ya, begitu saja," Max tersenyum ketika sudah menemukan jawabannya.


...****************...


Kini Max terlihat sedang duduk dengan posisi lotus di dalam kamarnya, pandangannya tidak lepas dari 2 jamur Lingzhi didepannya.


Max berpikir bagaimana caranya untuk mengolah kedua jamur itu pasalnya sekarang Max tidak memiliki kemampuan seperti di kehidupan sebelumnya.


Max menutup matanya dan membaca sebuah mantra dengan bahasa kuno yang tidak dapat orang lain pahami. Setelah berkali-kali mencoba akhirnya Max bisa membuka sedikit kekuatannya namun itu sudah lebih dari cukup untuknya. Jika itu di kehidupan sebelumnya Max akan di anggap tidak memiliki kekuatan sama sekali, namun beda halnya dengan sekarang 5% kekuatan yang dapat dia buka dari kekuatan aslinya itu mampu untuk menghancurkan satu kerajaan besar.


"Baiklah, sekarang kita mulai," dengan senyuman di mulutnya Max mulai menyatukan tangannya membentuk sebuah segel.


"Pengendalian api!"


Semburan api yang kuat keluar dari tangannya yang membentuk segel, kedua jamur Lingzhi itu kini terbungkus oleh nyala api berwana biru.


Sebenarnya warna api tidak hanya berwana oren kemerahan saja melainkan banyak versi warna api lainnya tergantung dengan kekuatan sang pemiliknya. Mungkin di Bumi tidak ada api lain selain warna yang umum ini, namun berbeda halnya dengan api di dunia lain yang terdapat banyak versi warnanya.


Api dengan warna oren kemerahan adalah api paling dasar atau yang terlemah, kemudian ada api berwarna hijau api ini adalah api paling umum dan api paling banyak yang memilikinya.

__ADS_1


Selanjutnya ada api berwarna putih dan hitam atau yang sering di sebut api Yin dan Yang kedua api ini sama-sama kuatnya namun kebanyak hanya bisa mengendalikan satu api saja dan bila ada orang yang bisa mengendalikan kedua api tersebut orang itu akan menjadi orang yang sulit untuk dikalahkan.


Ditingkat selanjutnya ada api berwarna biru, api inilah yang sekarang sedang di pakai oleh Max untuk mengolah jamur Lingzhi. Kenapa api biru ini berada di tingkat yang lebih tinggi tentu saja karena api ini memiliki kesadarannya sendiri. Kadang kala api berwarna biru ini bisa memilih siapa tuannya dan hanya orang-orang tertentu lah yang bisa menggunakannya, sejauh ini belum ada yang bisa mengendalikan api biru tersebut selain Sang Dewa Tertinggi.


__ADS_2