Sang Dewa Tertinggi

Sang Dewa Tertinggi
Kultivasi dan Kultivator


__ADS_3

Setelah berjalan cukup jauh akhirnya mereka tiba di sebuah padang rumput yang luas. Padang inilah tempat terakhir yang harus mereka lewati jika ingin sampai di sebuah kota kecil.


Sepasang guru murid itu berdiri di bawah pohon mangga yang rindang, mereka melihat jauh kedepan yang dimana di sana hanya terdapat rumput-rumput kering dan tidak ada satu pohon-pun.


"Kita akan melaluinya?" Tanya Theo melihat padang rumput didepan.


"Tidak untuk sekarang," Max menurunkan bawaannya dan meraih satu buah mangga yang telah matang, sambil mencari posisi duduk yang enak Max berkata. "Sebelum melewati Padang ini dan sampai di kota kecil, aku ingin terutamanya kau! Untuk memperkuat diri terlebih dahulu."


"Jangan sampai setelah kita meninggalkan tempat ini malah menjadi seorang sampah yang tidak bisa apa-apa. Kita juga harus mengumpulkan cukup air dan makanan untuk bertahan hidup di padang rumput kering ini. Apa kau ingat tujuan kita?"


Theo duduk disamping Max dan menjawab "Untuk membantu sebuah musibah?"


"Betul! Lebih tepatnya, kita akan melawan para ahli spiritual," Max kembali mengambil buah mangga, kali ini dia juga memberikan satu pada Theo.


"Tangkap!"


Hap!


"Kau bilang untuk melawan ahli spiritual? Apa kau bisa menjelaskannya lebih rinci padaku?" Theo menimang mangga di tangannya. "Aiss ini sudah busuk setengah!" Dengan satu lemparan Theo membuang mangga di tangannya, kemudian memetik sendiri.


"Kau tidak akan paham, tapi aku akan menjelaskan garis besarnya saja agar kau tidak seperti buaya yang mau saja di bodohi oleh kancil."


"Apa hubungannya di bodohi kancil dan ahli spiritual?" Theo kembali duduk ditempatnya setelah memetik beberapa mangga matang.


Max mengangkat tangannya dan berkata tidak ada, kemudian mengambil satu buah mangga di pangkuan Theo.


"Wei! Jika ingin maka kau ambil sendiri!"


"Lah ini aku ambil sendiri?"


"Ambil dari pohonnya! Jangan kau ambil punyaku!" Theo menjauhkan buah mangga-nya dari jangkauan Max.


"Baiklah sekarang dengarkan dengan baik! Ahli spiritual adalah seseorang yang ber-Kultivasi untuk memperpanjang umur dan mendapatkan kekuatan supranatural melalui latihan seni bela diri dan mistik yang melibatkan meditasi serta peningkatan kualitas Qi."


"Kultivasi atau (xiūliàn) digunakan untuk mencapai keseimbangan dalam diri sendiri dan untuk mencapai pencerahan. Dengan melatih seni bela diri dan meditasi, seseorang dapat meningkatkan kualitas Qi mereka, yang merupakan energi vital yang berada di dalam tubuh. Kualitas Qi yang lebih tinggi dapat membantu seseorang mencapai kekuatan supranatural dan memperpanjang umur mereka."


Max membuang biji mangga di tangannya kemudian mengelap lengannya pada sebuah kain.


"Dalam prakteknya, kultivasi melibatkan berbagai teknik meditasi, olahraga fisik, dan seni bela diri, serta penggunaan obat-obatan herbal tertentu. Orang yang berlatih kultivasi biasanya berkomitmen untuk menjaga kehidupan spiritual dan moral yang baik, serta berusaha untuk hidup dalam harmoni dengan alam dan lingkungannya."


"Tunggu tunggu! Jika kau bilang ahli spiritual ber-Kultivasi untuk hidup harmoni dan menjaga alam serta lingkungannya, mengapa ahli spiritual yang akan kita hadapi menghancurkannya?" Theo kembali mengigit buah mangga dan mendengarkan Max dengan serius.

__ADS_1


"Yaah... Itulah orang-orang yang gila akan kekutan dan kekuasaan. Mereka tidak ingin hidup damai dan tentram, kebanyakan orang seperti mereka adalah orang yang telah mengambil jalan yang salah dalam ber-Kultivasi. Kau harus ingat Theo! Setiap orang memiliki hati yang berbeda-beda, maka dari itu, kau harus berjaga-jaga pada mereka."


"Termasuk kau?"


".... Ya, termasuk aku."


Max membuang nafas kasar sebelum melanjutkan penjelasannya "Lalu Qi itu sendiri adalah apa?


Qi atau dikenal juga sebagai 氣 (qì) adalah energi vital atau kehidupan yang ada di dalam tubuh manusia dan alam semesta."


"Menurut keyakinan, Qi mengalir melalui jalur-jalur energi yang disebut meridian, yang terhubung ke berbagai organ dan bagian tubuh. Kualitas Qi yang baik dan seimbang di dalam tubuh sangat penting untuk kesehatan fisik dan emosional manusia."


"Dalam praktik meditasi dan seni bela diri seperti Tai Chi dan Qigong, seseorang diajarkan untuk mengembangkan dan mengalirkan Qi mereka melalui teknik pernapasan, gerakan tubuh, dan meditasi. Beberapa teknik ini juga digunakan dalam pengobatan untuk menyembuhkan penyakit dengan mengembalikan keseimbangan dan arus Qi di dalam tubuh."


"Xiūliàn [修炼], Xiūzhēn [修真], Xiūxíng [修行], dan Xiūxiān [修仙] adalah istilah dalam Taoisme yang sering digunakan untuk merujuk pada konsep kultivasi atau praktik pengembangan diri. Meskipun memiliki arti yang mirip, setiap istilah memiliki perbedaan yang cukup signifikan dalam interpretasi dan praktiknya.




Xiūliàn [修炼]


Xiūliàn merujuk pada praktik pengembangan diri yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas fisik, moral, dan spiritual seseorang. Ini melibatkan disiplin diri, meditasi, dan latihan seni bela diri yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas Qi seseorang.




Xiūzhēn berfokus pada pengembangan spiritual dan mencapai pencerahan. Ini melibatkan latihan meditasi, visualisasi, dan pencapaian kesadaran yang lebih tinggi. Praktik ini juga melibatkan pencarian dan pemahaman akan realitas yang lebih tinggi.




Xiūxíng [修行]


Xiūxíng merujuk pada praktik pengembangan diri yang menekankan pada tindakan moral dan etika. Ini melibatkan mempraktikkan nilai-nilai Taoisme, seperti kebijaksanaan, kesederhanaan, dan keseimbangan, dalam kehidupan sehari-hari.



__ADS_1


Xiūxiān [修仙]


Xiūxiān merujuk pada praktik pengembangan diri yang bertujuan untuk mencapai keabadian dan kekuatan supranatural. Ini melibatkan meditasi, latihan seni bela diri, dan penggunaan obat-obatan herbal tertentu.




Meskipun ada perbedaan dalam interpretasi dan praktik antara keempat istilah ini, semua praktik Cultivation bertujuan untuk membantu individu mencapai keseimbangan dan harmoni dalam diri mereka sendiri dan dengan alam semesta."


Theo mengangkat satu tangan dan bertanya "Lalu, apa perbedaan kultivasi dan kultivator?"


"Kultivasi adalah sebuah "metode" latihan sedangkan istilah kultivator merujuk pada pelaku atau orang-orang yang mempraktekkan metode kultivasi ini."


"Lalu__


"Oke stop! Cukup sampai sini penjelasannya! Aku lapar!"


Max berdiri dan memetik satu mangga kemudian masuk ke hutan untuk berburu. Sedangkan Theo, bocah itu masih asik memakan buah-buahan nya.


Satu jam kemudian Max kembali membawa beberapa ayam hutan dan kelinci yang sudah dibersihkan.


"Apa tidak apa menyalakan api disini?" Tanya Theo ketika melihat Max yang akan memulai memanggang ayam hutan dan kelinci itu.


"Memangnya kenapa?" Max menumpuk kayu bakar yang sempat dia kumpulkan dan menyalakan api.


"Hei disini dekat padang rumput kering! Apa kau tidak takut akan terjadi kebakaran?"


"Tidak! Jika kebakaran maka padamkan saja," ucap Max santai.


"..................."


"Terserah kau saja!"


Ketika api sudah menyala dengan besar, Max menusuk ayam hutan dan kelinci kemudian memanggangnya.


"Pegang nih, dan awasi mereka!" Max menyerahkannya pada Theo dan dia sendiri menyiapkan bumbunya.


"Apa bumbunya sudah jadi?" Theo berkata sambil mengipasi api menggunakan daun yang dia ambil.


Tanpa menjawab Max mendekat dan menaburi sedikit bumbu pada ayam dan kelinci bakar, sisanya dia simpan untuk nanti di cocol.

__ADS_1


Setelah membolak-balik sampai matang, Max dan Theo mengangkat dan mulai memakannya langsung. Rasa gurih dan pedas menyatu dengan sempurna, gigitan demi gigitan mereka makan dengan lahap hingga semua ayam dan kelinci bakar itu habis tak tersisa.


__ADS_2