Sang Pembelah Hati

Sang Pembelah Hati
Kenangan Julia


__ADS_3

Malam itu Andri pamit kepada istrinya untuk kembali ke kantor untuk tugas jaga membackup rekannya.. Padahal ia punya janji bersama Citra untuk pergi nonton ke bioskop. Julia sudah lama melihat ada yang berubah dari Andri yang ia kenal selama ini, ia memutuskan untuk menyelidiki, kebetulan salah satu rekan kerjanya ada yang tinggal tak jauh dari tempat Andri bekerja. Tentu saja ini sangat berguna, karena dari seberang jalan saja sudah bisa terlihat siapa yang bertugas jaga di kantor andri.Setiap kali Andri bilang lembur ia tinggal menghubungi kawannya Ternyata benar dugaan Julia, Andri tidak ada di tempat. Ia juga menghubungi Andri namun semua panggilannya tidak dijawab.



Julia mengingat awal hubungannya dengan Andri. Andri sebenarnya bukanlah pacar Julia. Julia saat masih di SMA adalah kembang sekolah, gadis paling populer disekolah. Cantik, dan anak orang kaya pemilik perusahaan spare part kendaraan terbesar di Jakarta. Pacar Julia bernama Guntur, juga anak orang kaya yang doyan balap liar dengan motor sportnya yang mewah. Mereka memang pasangan serasi, keduanya bak Pangeran Charles dan Putri Diana dimasa muda, cantik, tampan, style, modis dan punya apa saja yang menjadi impian anak muda saat itu.


Andri hanyalah anak pemilik bengkel motor, sehari-harinya setelah pulang sekolah membantu ayahnya di bengkel. Keahlian Andri membuat ia bersahabat dengan Guntur. Awalnya bermula kerika Guntur dan Julia hendak pulang sekolah namun ternyata motor Guntur tak bisa dihidupkan. Andri yang juga ingin pulang mengambil motornya di parkiran melihat mereka dan menawarkan bantuan.


"Belum bisa nyala? Mau saya bantu coba menyalakannya?"



"Siapa kamu?"



"Andri, aku bekerja di bengkel motor bapakku setelah pulang sekolah. "


__ADS_1


"Iya, dari tadi tidak mau nyala, bensin full, apa kau bisa? Ini motor sport mahal loh, bukan motor yang biasa kamu pegang!"



Andri hanya diam saja ia mengeluarkan beberaoa kunci dari motornya. Dalam hati ia mengejek Guntur " Motor ya motor tolol, mau mahal, mau murah tetap aja isinya mesin motor, memangnya pakai mesin kapal? Dasar orang kaya tolol. Wkwkwk." Ia tersenyum mengejek namun cepat ia hapus senyumnya ketika ia melangkah balik menuju notor mereka. Tak lama setelah di utak -atik motor Guntur akhirnya bisa menyala.



Andri sebenarnya bisa menyalakannya dalam lima menit tapi ia tak bosan-bosannya memandang Julia yang duduk didepannya sambil cemberut tak sabar.




Selanjutnya Andri seperti menjadi mekanik pribadi Guntur, Guntur dan Julia sering datang ke bengkel untuk menservis motornya atau bahkan cuma untuk ngopi dan ngobrol ngalor ngidul saja. Seringkali Andri di panggil untuk mensetting motornya di arena balap liar pada malam hari, tentu saja Julia juga ada disana, dan dengan keahliannya dia bisa diterima bergaul dilingkungan jet set mereka, namun Andri yang sadar diri tahu batasnya, setelah pekerjaannya beres, ia hanya 'say hallo' sebentar lalu pulang. Andri cukup akrab dengan Julia, walaupun ia tahu Julia membuat batas bergaul dengan Andri, tapi Andri tak perduli, ia tak mengemis disana, ia tak perduli dengan status mereka disana. Andri tetaplah Andri, ia tak bisa disentuh, inilah yang menarik perhatian Julia.



Beberapa bulan kemudian, hari itu sekolah merayakan kelulusan angkatan Andri di sebuah gedung di Jakarta, selesai acara Andri rbalik pulang. Menjelang dini hari ia ditelepon Guntur meminta Andri menjemputnya di salah satu hotel dekat gedung perpisahan tadi. Andri berangkat karena terdengar suara Guntur seperti mabuk berat, dan betul saja, ketika ia sampai di kamar hotel, Andri tersentak kaget. Ada Julia disana, ia mendapati Guntur dan Julia tergeletak tanpa busana, mereka berdua mabuk berat dan akhirnya khilaf sampai tak mampu menahan gejolak mudanya. Andri bergegas menutup tubuh mereka dengan selimut, lalu ia mencari air hangat agar keduanya segera sadar dan bisa pulang. Andri membangunkan dan memaksa mereka minun air hangat, sampai mereka berkali kali muntah mengeluarkan apa yang dimakan dan diminum olehnya. Julia terlihat sangat malu tertangkap basah oleh Andri dalam keaddan polos, ia sibuk mencari pakaiannya, namun kepalanya sangat berat, Andrilah yang akhirnya membantu memakaikan semua pakaiannya, muka Julia semakin merah merona.

__ADS_1


Setengah jam kemudian mereka sudah ada di depan hotel, Guntur tetap memaksa untuk membawa motornya pulang, Andri coba menahan karena Guntur masih mabuk. Ia tak mau dengar arahan Andri, ia tetap yakin masih cukup sadar untuk membawa motornya pulang, ia hanya menitipkan Julia kepada Andri untuk diantar pulang. Akhirnya sudah final. Andri mengantar Julia pulang, Guntur pulang sendiri. Andri dan Julia selamat sampai dirumah, Guntur tewas dijalan terhantam truk tronton yang memang menjadi raja jalanan di malam hari.


Julia menderita depresi ringan selepas ia mengetahui Guntur telah tiada, apalagi mereka sempat berhubungan intim dan khawatir akan hamil karena mereka sama sekali tidak pakai pengaman saat itu. Kekhawatiran Julia terbukti, sebulan sesudah itu, Julia dinyatakan positip hamil. Andrilah yang datang dimasa itu ketika Julia hampir putus asa dan berniat bunuh diri, memberi semangat dan memotivasinya untuk tetap hidup. Kedua orangtuanya sangat murka dan malu dan tidak ragu mengusir Julia, Andrilah yang datang menghadap kedua orangtuanya, mengaku dialah ayah dari bayi dalam perut Julia dan siap bertanggung jawab.


Dan disinilah mereka sekarang, menikah tanpa restu orang tua Julia, hanya orang tua Andri yang masih suport datang kerumah ini. Julia membelai rambut putranya yang tertidur lelap, ia bukan anak biologis Andri, tapi Andri mencintainya seperti anak kandungnya sendiri. Andri tidak membedakan kasih sayangnya putranya dengan adik perempuannya yang memang anak kandung Andri. Andri bahkan tak pernah mengungkitnya sepatah katapun.


Seketika air mata Julia menetes. Andri sudah berkorban banyak untuknya mencintainya dengan tulus, dia rela bekerja siang malam demi Julia dan anaknya. Ia bahkan memaksa Julia untuk kuliah lagi agar bisa membangun masa depan, modal ijazah SMA tidak akan laku dimana-mana. Ia rela mencari tambahan untuk biaya kuliah Julia dan susu anak-anaknya, apa saja dikerjakannya servis motor tetangga, jadi kenek bangunan, menjadi sopir, apa saja yang menghasilkan uang yang bisa dikerjakan Andri diwaktu liburnya.



Tadinya ia tak pernah mencintai Andri, baginya Andri hanyalah penyelamat hidupnya namun tetap tak pantas mendapat cintanya. Ia bahkan bertekad saat keadaan membaik dan orangtuanya sudah mau kembali menerimanya ia akan pergi meninggalkan Andri dan anaknya.


Sikapnya selama ini pasti dirasakan oleh Andri, tapi Andri tak perduli, ia tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai ayah. Andri tetap berusaha meraih cintanya. Ia ingat ketika malam pertama mereka setelah menikah secara sederhana dirumah orang tua Andri. ia tak menyentuhku, ia hanya bilang


"Aku tahu kamu tak mencintaiku, aku tak akan mengemis atau memaksamu untuk mencintaiku, tapi aku akan berusaha mendapatkan cintamu bagimanapun caranya berapapun lamanya."



Harusnya ia tak cemburu dan tak merasa seperti ini ketika dia tahu Andri sedang bermain dibelakangnya. Tapi anehnya semakin Andri menjauh darinya semakin ia merindukannya dan tak ingin Andri pergi dari sisinya. Inikah yang namanya cinta?.

__ADS_1


__ADS_2