
Julia juga kembali mengingat masa-masa saat ia mulai bekerja. Setelah kuliahnya tamat dengan nilai memuaskan dan lebih cepat dari semestinya. Semua karena dorongan Andri yang rela banting tulang sambil menjaga dua orang bayi, namun ia hampir membalasnya dengan perselingkuhan.
Julia langsung bekerja sebagai sekretaris disebuah perusahaan besar. Kepandaian dan ketrampilannya membuat semua orang disana puas akan hasil kerjanya. Tapi kecantikan dan bentuk tubuhnya yang aduhai membuat salah seorang pimpinannya tergila-gila padanya.
Bossnya itu bahkan tak perduli. ketika mengetahui Julia sudah bersuami dan punya dua orang anak. Perhatian dan janji janji yang diberikan kepada Julia membuatnya meleleh apalagi pada dasarnya ia tak mencintai Andri.
Mister Boby sudah separuh baya, tapi sangat gagah dan tampan, tubuhnya mendekati sempurna, mungkin karena masih keturunan orang asing. Tangannya tak pernah berhenti mencoba menjamah setiap lekuk tubuh Julia. Entah berapa kali bibir Julia diterkam dan dilumat olehnya. Julia tak pernah mampu menolak apabila ia dajak pergi bersama atau sekedar menemaninya makan, karena ia memang menginginkannya.
Meskioun Julia sering pulang larut dan pulang membawa oleh-oleh dari Mister Boby, Andri tak pernah menunjukan gelagat curiga. Mungkin karena Andri sudah terlalu lelah bekerja atau begitu banyak pikiran yang membebaninya sehingga hal itu luput dari pengamatannya, atau memng lelaki tak peka, tidak seperti perempuan seperti dirinya yang langsung menyala alarm bahayanya ketika melihat sedikit saja keanehan pada suaminya.
Lebih dari enam bulan mereka saling berhubungan dan entah sudah berapa kali ia hampir lepas kendali menuntaskan hasratnya namun selalu gagal dengan berbagai macam alasan. Namun hal yang aneh terjadi, ketika mister Boby sudah menyatakan keseriusannya dan siap meninggalkan keluarganya demi Julia, beliau menghilang. Mister Boby mengundurkan diri dari perusahaan dan tak tahu entah kemana. Setiap kali Julia mencoba menghubunginya ponselnya tak lagi aktif.
Hari -hari selanjutnya justru menjadi siksaan bagi Julia melakukan aktivitasnya ditempat kerja. Cemooh dan hinaan datang dari segala penjuru sudut kantornya. Dahulu tak ada yang berani lamgsung menghinanya karena pengaruh Mister Boby. Tapi sejak Mister Boby menghilang, semua hinaan meledak bagai petasan dikupingnya setiap waktu.
Julia mencoba peruntungannya untuk mengajukan lamaran kerja ditempat yang berbeda, tapi panggilan yang tak pernah datang ditambah beban biaya yang cukup banyak membuat ia memutuskan untuk tetap bertahan disana. Andri akan curiga ketika ia tiba-tiba berhenti bekerja padahal posisinya sudah sangat baik hari ini. Untunglah dalam kondisi yang tidak kondusif Julia masih bekerja dengan baik sehingga surat pemecatan tak kunjung datang ke mejanya.
__ADS_1
Pada suatu hari Julia dikagetkan dengan kedatangan tamu seorang wanita yang cantik anggun mempesona walaupun usianya ditaksir Julia sudah diatas empat puluhan. Wanita itu meminta waktu bertemu secara pribadi dengannya.
"Selamat siang ibu Julia, perkenalkan saya Anita." Wanita itu menjulurkan tangannya dengan sopan, Julia menyambutnya walaupun masih tak tahu wanita itu siapa. Ia mempersilahkan wanita itu duduk.
Julia memperhatikan wanita itu, tak ada celah yamg bisa dinilai negatip, wajahnya telihat sangat bahagia dan sinar matanya menunjukan keramahan.
"Selamat siang, maaf ada keperluan apa anda ingin bertemu dengan saya?"
"Maaf, tapi apa yang saya lakukan? Saya bahkan tak mengenal anda."
"Bu Julia tak mengenal saya, tapi bu Julia pasti mengenal suami saya, Boby." Julia terperanjat setengah mati, tubuhnya langsung menggigil hebat. Wanita itu tersenyum, tapi bukan senyum mengejek seperti yang akan dikira Julia. Senyum tulus dan ramah yang keluar dari bibirnya.
Kalimatnya yang memanggilnya namanya bukan 'anda' seperti yang ia pakai justru menunjukan kualitas kedewasaan dan kesopanannya. Julia merasa sangat malu telah diajarkan 'attitude'.oleh tamunya.
__ADS_1
Julia tak mampu mengeluarkan sepatah kata. Hanya memandang wanita itu dengan perasaan takut dan bersalah. Wanita itu melihat wajah yang ditampilkan Julia, ia justru meraih tangan Julia yang terasa dingin dan menepuknya dengan ramah sambil tak berhenti tersenyum.
"Saat aku tahu suamiku ada main denganmu, reaksi pertamaku tentu saja aku marah dan kecewa, ingin rasanya ku cabik-cabik mukamu yang cantik itu. Ingin kujambak rambutmu sampai habis. Tapi saat aku hendak melabrakmu, aku melihatmu diantar suamimu, kau cium tangannya, suamimu terlihat begitu mencintaimu, apalagi aku juga melihat bocah lucu laki-laki yang ikut mengantarmu." Bu Anita mengatur nafasnya saat bercerita, tapi Julia masih tegang.
"Disitulah aku menyadari kau juga mungkin hanyalah korban, kau anak buah, suamiku boss. Itu bisa saja terjadi kan? Kau juga pasti akan terjadi peperangan batin untuk berselingkuh karena punya keluarga yang mncintaimu. Benarkah begitu?" Julia hanya bisa mengangguk.
"Aku merubah strategiku, aku tahu suamiku masih mencitaiku, aku yang selama ini lalai, aku hanya berfoya-foya mnghabiskan uangnya, tak memperdulikan kebutuhannya, aku terjebak dengan egoku. Itulah yang membuat cintanya luntur padaku. Saat itu aku putuskan Aku merubah penampilanku, aku berdandan cantik untuknya, berolahraga untuknya, masak makanan kesukaanya, waktuku kuhabiskan banyak dirumah untuk membuatnya nyaman ketika ia pulang. kutinggalkan semua kehidupan sosialitaku, aku tak perduli teman-temanku menghilang. Aku tak pernah menyinggung keterlambatannya, sikap mencurigakannya, omongan-omongan kasarnya, justru aku membalasnya dengan pelayanan ekatra hot dan super mesra di atas ranjang. Hahahahaha." Aku bahkan tak ragu mengajaknya main dimana saja. Dan terbukti aku memenangkan pertandingan denganmu walaupun harus kuakui kau lawan yang menakutkan buatku, kau sangat cantik, masih muda, tubuhmu sangat bagus. Modalku hanya satu, aku tahu suamiku masih ada cinta buatku, karena ia dulu mendapatkanku setengah mati."
Bu anita tertawa lepas, namun bukan mentertawakan Julia. Julia langsung merasa takjub dengan wanita dihadapannya. Kedewasaan dan cara berfikirnya jauh diatas level Julia. Mister Boby tak salah kembali kepangkuan bu Anita. Hanya lelaki bodoh yang mau melepas wanita yang luar biasa seperti bu Anita. Kecantikan dan tubuh aduhai akan pudar, yang tak pudar adalah cinta, ketulusan dan pengabdian seutuhnya. Itulah yang dicari lelaki sejati.
Datangnya bu Anita untuk berterima kasih kepada Julia menunjukkan jiwanya seluas samudra. Julia menangis tersedu sambil menutupi mukanya dengan kedua tangannya. Bu Anita menghampiri Julia dan menariknya dalam pelukannya. Julia masih menangis dipundak bu Anita sementara bu Anita terus membelai rambutnya . Sejak hari itu mereka bersahabat akrab, Julia sudah menganggapnya sebagai Kakak yang tak pernah ia miliki.
Bu Anita telah mengajarinya suatu nilai penting dalam kehidupan, dan mengingat itu semua dejavu terjadi dalam rumah tangga Julia sekarang. Dan inilah strategi yang sama yang sedang dilakukan Julia kepada Andri.
__ADS_1
Julia mengambil air wudhu dan mengambil mukena dan sajadahnya dari lemari. Sajadah dan mukena yang sudah lama sekali tak pernah ia sentuh. Air mata terus bercucuran dalam doanya.