Sang Penakluk Hati Mas Bulan

Sang Penakluk Hati Mas Bulan
Chapter 14


__ADS_3

"Siapa sih?" batin Adelia.


Saat melihat ke room chat ternyata ia adalah kakak nya yang meminta untuk segera pulang, namun pesan chat itu ia abaikan. Sekarang ia kembali menikmati alunan lagu yang sangat membuatnya kantuk, dan aroma masakan yang simpang siur membuatnya semakin lapar.


Ia sudah sangat tidak tahan menahan lapar, namun ia menahan nya sebentar.


"Mungkin sebentar lagi beres" gumam nya sembari melirik jam tangan nya.


ia sedang melihat ke arah jalan raya dengan tatapan sendu nya, namun ia tidak sengaja melihat salah satu mantan nya sedang berjalan menuju restaurant ini dengan tampilan sangat formal. saat mantan nya sedang memesan makanan di kasir ia mengingat nya dengan client tadi pagi suara mereka sangat mirip .


Adelia sudah lama tidak bertemu dengan nya, ia memanggil nya untuk duduk bersama di meja nya.


"Hi Adam, sini duduk bareng gue" panggil Adelia.


"Eh hai Del, senang bertemu dengan mu" jawab Adam.


"Sekarang kamu jadi sedikit gendut ya" ucap Adam.


"Hehe iya semenjak corona aja" sahut nya.


"Ouh iya" balas Adam.


Mereka saling diam, tidak ada percakapan kembali setelah itu. Mereka saling melirik, Adelia ingin bertanya namun merasa tidak enak sama dengan Adam. Ia hanya bisa melirik tanpa betani mengajak bicara.


Dulu Adam putus dengan Adelia karena ia akan pindah sekolah dan karena Adelia yang meminta duluan. Sekarang Adam terlihat lebih dingin, tatapan sangat tajam, dan ucapan nya lebih formal dari sebelumnya.


"Sekarang kamu kuliah dimana?" tanya Adelia.


"Kuliah si sekitaran Restaurant ini" jawab nya.

__ADS_1


"Ouh gitu, jurusan apa?" tanya nya lagi.


"Bisnis" jawab nya lagi.


"Kamu?" tanya Adam


"Psikolog" jawab Adelia.


"Ouh" sahut Adam.


Sebenarnya Adam sangat ingin berbincang lebih banyak dengan nya, namun ia merasa malu untuk berbicara terlebih dahulu.


"Kamu masih saja seperti dulu, bawel" batin Adam.


"Pesanam atas nama Adelina Gloria Marion?" Kata mbak mbak kasir.


"Saya duluan ya" ucap Adelia lalu pergi ke arah kasir.


"Semuanya total menjadi 450.000 mbak" jawab mbak kasir itu sangat ramah.


Setelah membayar ia langsung pergi ke arah parkiran dan langsung masuk ke dalam mobil, saat sampai di dalam mobil pak supir menyampaikan sesuatu kepadanya.


"Non kata bapak, nanti non di suruh ke ruang kerja bapak" ucap pak supir.


"iya mang tenang aja" sahut Adelia.


"Sudah semua kan non gak ada yang tertinggal?" tanya Pak supir.


"Gak ada mang, ayo mang kasihan mereka udah pada nungguin" ucap Adelia sangat buru buru.Pak supir melaju dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


skip sampai di rumah.


"Adelia pulang" ucap nya.


"Dek cepet keruangan ayah dulu" titah kakak secara tiba tiba.


"Nanti aja adek aja baru pulang" ucap Adelia sangat santai.


"Udah cepet sana kayak nya ayah mau ngomongin hal penting deh" ucap mama.


"Yaudah deh kalian semua tunggu aku ya makannya" kata Adelia.


"Iya tenang aja napa" ucap kakak Garnia.


Adelia berjalan ke ruang kerja ayah dengan perasaan yang gelisah, ia sangat takut terjadi sesuatu. Ia berdoa di dalam hati nya agar tidak terjadi suatu hal yang kurang baik. Saat sampai di depan pintu ruang kerja, ia memegang pegangan pintu ruang kerja itu dengan sangat takut.


ceklek......


"Sini masuk" ucap ayah, tatapan ayah kali ini sangat membuatnya ketakutan.


"Iya yah?" tanya Adelia dengan badan yang sudah bergetar.


"Di kantor kita seperti nya ada yang kurang, apa kamu punya solusi?" tanya ayah.


"Kurang apa ayah?" tanya nya lagi.


"Seperti toilet kantor kita, dan taman belakang kantor kita" jawab Ayah.


"Kalo seperti itu kita harus dateng ke sana dan check semuanya" ucap Adelia.

__ADS_1


"Oke deal besok kita ke kantor" sahut ayah.


Adelia sangat kaget dengan ucapan ayah yang tetiba memutuskan besok deal ke kantor tanpa basa basi. Dengan wajah yang kaget Adelia.


__ADS_2