
"Eh liat si gendut itu masuk dia" bisik para teman kampus nya.
"Hey kalian jangan seperti itu" marah dosen yang baru saja sampai di kelas.
Adelia merasa tenang ketika sudah ada dosen, ia selalu saja datang paling telat agar ia tidak di bully oleh teman kampus nya. Yaps betul, wanita yang baru saja di ejek ia bernama Adelia Gloria Marion, ia gadis yang cantik, imut, dan baby face hanya sjaa ia memiliki badan yang gemuk.
"Sudah jangan dengarkan mereka ya Gloria, kamu itu cantik kok." ucap bu dosen yang akan mengajar.
"Baik bu, terima kasih" sahut ku sambil menundukan kepala.
Dosen memulai mengajar, dosen menyuruh kami menulis apa ya g di tulis di papan. Mereka semua bersantai santai ketika di suruh, namun aku segera membereskan tugas ku lalu lanjut memdengarkan penjelasan dari dosen.
Setelah aku menulis semua yang ada di papan, aku memperhatikan kembali dosen ku. Sang dosen pun mulai menjelaskan kembali setelah mendengar kata kata dari sang mahasiswa "sudah selesai menulis".
Mereka semua berbohong pada dosen, mereka bermain bukan mendengarkan sang dosen. Hanya ada beberapa mahasiswa/i yang mendengarkan. Mereka menulis percakapan di kertas lalu di lempar kepada teman nya. Mengganggu orang lain yang sedang fokus. Tapi dosen ini sangat baik dia membiarkan mereka semua seperti itu. Dia tidak marah sedikit pun.
Setelah berjam-jam kami belajar akhirnya, selesai juga jam pembelajaran. Kami keluar untuk mencari makan, namun aku pergi sendiri karena tidak ada satu orang pun yang ingin menemaniku. Padahal apa salahnya berbaur dengan siapapun itu, tidak perlu memandang fisik, ekonomi orang lain. Hal seperti ini yang harus sedikit kita ubah demi masa depan kita nanti.
Namun, saat aku sedang menikmati makanan di kantin. Aku melihat pria yang cukup tinggi, ia memakai jaket hitam dan memakai masker. Aku tidak bisa melihat wajah nya, pria itu meminta izin untuk ikut duduk di meja ku. Aku pun mempersilahkan nya untuk duduk.
__ADS_1
Hening, tidak ada sama sekali percakapan. Ia terlalu cuek , bukan hanya itu dia di goda oleh mahasiswi populer dan kating mating populer namun ia tetap datar. Merespon mereka saja ia seperti nya sangat malas.
Aku sudah selesai makan beberapa menit yang lalu, aku memanggil penjual di sana. "Bu punya saya jadi berapa total nya?" tanya ku.
"Es teh 5.000+bakso 10.000. semua nya jadi 15.000 neng" jawab sang ibu.
"Ini bu uang nya" ucap ku sembari mengeluarkan uang lima puluh ribu.
"Bentar neng ini kembaliannya" kata sang ibu.
"Kembalian nya buat ibu aja" ucap ku lalu aku pergi dari kantin.
Aku berjalan melewati lorong lorong, sambil membaca brosur "Tips agar tubuh ideal" aku sedikit tertarik dengan brosur ini. aku pun menyimpan nya kedalam tas agar aku coba ketika di rumah. Aku berjalan dengan sangat santai, tiba tiba saja ada yang memanggilku. Aku menengok ke belakang, ternyata ia adalah pria tadi yang sedang mengejarku.
Aku diam memikirkan apa yang sedang terjadi, ia semakin mendekat. "Ini barang kamu ketinggalan" ucap nya sangat lembut.
"Ouh, ah iya aku lupa. Makasih ya" Sahut ku, setelah memberikan kepada ku ia pergi tanpa pamit.
aku sedikit aneh, tapi dia sangat tampan ketika dia membuka maskernya, dan dia sangat lembut menurut ku. tanpa adelia sadari, dia mengaggumi pria tadi.
__ADS_1
"Ah kenapa gw lupa nanya nama nya, sama jurusan apa sih ck" ucap ku sangat kesal kepada ku sendiri.
Semua orang melihat ku dengan sinis karena aku bicara sendiri, aku sangat malu ketika mereka semua meliaht ke arah ku. "Kenapa lo ngomong nya kekencangan sih bego" batin ku, rasanya aku hanya ingin pergi dari dunia ini. Adelia berlari menuju kelas nya, saat sampai di kelas. ia di kagetkan oleh kating yang sedang menanyakan sesuatu pada yang lain. Adelia hampir saja di marahi oleh kating.
"Cepat duduk, ngapain kamu masih di situ?" ucap kating tadi.
"baik kak" sahut ku.
"hari ini gw dua kali malu, rasanya pengen menghilang aja" batin gw merasa kesal, malu campur aduk rasanya.
"Makanya jadi orang kalo jalan tuh jangan lelet, dasar gendut" ucap Ramadhan, si paling ganteng padahal kek kentang gosong.
"Iya" jawab ku, dia terlihat sangat kesal ketika aku menjawab nya seperti itu.
"Sok dingin lo" ejek nya
"Iya maaf" jawab ku lagi.
"Dasar gendut, udah gendut sok sok an bersifat dingin lagi. apaan banget " ucap nya sangat mengejek
__ADS_1