Sang Penakluk Hati Mas Bulan

Sang Penakluk Hati Mas Bulan
Chapter 6


__ADS_3

Keesokan pagi nya, Adelia yang masih tertidur nyenyak tiba tiba mendapat telpon dari orang yang tak di kenal nya. Adelia dengan keadaan mengantuk ia hampir mengangkat telpon itu, namun bibi nya mencegah Adelia.


Bibi yang melakukan itu karena ia mendapat amanah untuk menjaga Adelia selama di Palembang, sebenarnya nenek sengaja mengaku ngaku di siksa oleh bibi dan paman agar ia ingin lebih lama di sini karena ia tau bahwa Adelia sedang di incar oleh teman ayah nya. Bibi dan paman pun bekerja sama dengan sang nenek dan ayah Adelia.


"Kenapa bi?" tanya Adelia.


"Biar bibi aja yang angkat telpon nya" ucap bibi, lalu menjauh dari Adelia.


"Halo" suara yang berat, bibi sudah tau pasti ini orang yang mengincar Adelia.


"Iya Halo, maaf ini dengan siapa?" tanya bibi dengan penuh tegas.


"Halo, kamu Adelia bisa ke Cafe Alamanda jalan prinzdhan no.12 bisa gak?" tanya nya.


"Maaf ini dengan siapa? Tiba tiba suruh saya buat ke sana?" tanya bibi.


"Gua ada urusan sama lo" ucap nya tiba tiba kasar


"Maaf tapi saya bukan Adelia dan ini bukan nomornya" tegas bibi lalu menutup nya.


Semenjak itu Adelia jadi dikurung ia tidak boleh ikut ke pasar, tidak boleh bermain di luar halaman rumah. Ia menjadi di kekang oleh mereka semua Ia setiap mau keluar harus di ikuti oleh paman dan bibi nya. Seperti sekarang ini.


"Kakak mau kemana?" tanya Aileen

__ADS_1


"Kakak pengen cari udara segar di luar halaman, sumpek di sini terus" jawab Adelia.


"Bentar" ucap Aileen lalu berlari memanggil ibu nya. Setelah menunggu sebentar Adelia menengok ke arah Aileen yang sedang berjalan bersama bibi dan paman.


"Ayo sekalian bibi mau pergi belanja" ajak nya.


"Ayo bi" sahut Adelia.


Mereka pergi bersama sama, Aileen dan sodara laki laki nya menjaga nenek setelah mereka pergi Aileen menitipkan pesan ke pak satpam jika ada yang menanyakan kak Adelia jawab saaja tidak kenal.


"Eh bi sekarang mau masak apa?" tanya Adelia sambil memilah milah sayuran yang segar.


"Kamu mau makan apa? kimchi? teopokki? ramyeon lagi? " tanya bibi.


"Oaky siap" Jawab bibi.


Setelah selesai belanja untuk masak, mereka mampir sebentar ke supermarket sekarang giliran paman yang belanja mereka berdua diam di dalam mobil namun tiba tiba ada yang mengetuk jendela mobil bibi mengenali orang itu. Orang yang mengincar Adelia, ia tahu karena Ayah Adelia mengirimkan foto pria yang akan mengincar Adelia.


Ia segera menelpon suami nya yang sedang belanja do supermaket, "Yah cepetan ke sini. Ini ada orang ketuk ketuk kaca mobil" ucap nya.


Ketukan mobil itu semakin keras, Adelia ingin membuka nya namun bibi tahan untung nya Adelia memakai masker jadi ia tidak akan ketahuan.


"Jangan di buka takut nya orang jahat" ucap bibi.

__ADS_1


"Kenapa ya mereka semua jadi aneh, ayah, mama, kakak, nenek, paman, bibi, Aileen, Revanol" Batin nya.


"Ouh iya bi, besok kek nya aku mau pulang aja ke Jakarta. " ucap Adelia.


"Loh kok cepet banget, udah bilang sama Ayah?" tanya bibi.


"Belum sih bi, rencananya mau bilang nanti malem" jawab nya.


"Udah siapin tiket pesawatnya?" tanya bibi.


"udah bi, aku udah kangen kuliah" jawab nya.


"Yaudah gimana kamu saja, yang penting kamu bilang dulu ke ayah mu biar nanti kamu di jemput di bandara" ucap nya.


"Iya bi tenang aja" sahut Adelia, ia semakin aneh dengan tingkah bibi nya setelah mendengar ucapan Adelia. Dengan semua pertanyaan dan ucapan nya sangat membingungkan Adelia.


Pesan Author


Terimakasih Sebelumnya sudah mampir di cerita saya, semoga kalian suka dengan cerita saya. Jika ingin memberikan kritikan, tulis di kolom komentar ya.


Dan jangan lupa like,komen,vote nya ya.


Terimakasih sekali lagi.

__ADS_1


__ADS_2