
Adelia sampai di bandara dengan selamat, saking cape nya ia lupa menelpon ayah nya. Orang yang mengincar dia berkeliaran dimana mana, kampus, rumah, tempat main, Palembang dan dimana mana. Mereka terus mencari Adelia hingga ketemu. Namun seperti nya Adelia pulang bukan di hari yang tepat.
Sekarang yang mengincarnya sudah menemukan Adelia, mereka sudah siap untuk menghipnotis Adelia. Mereka datang dengan embel embel menanyakan jalan kepada nya.
Adelia berjalan dengan santai tanpa memperdulikan sekitar, ia mengambil handpone nya dari tas lalu berkacar di sana. Saat dengan merapikan rambut ia melihat ada orang yang memakai topi hitam, tinggi, putih, cakep. Tapi sepertinya dia sangat dingin menurut Adelia.
Lalu ia menghiraukan, tapi rasanya ada yang aneh lalu ia melihat ke handpone ternyata ada seorang preman yang mengikutinya. Ia bergegas mengikuti pria tampan tadi, "Hi apa kabar udah lama gak ketemu" ucap nya sokab.
Pria tampan itu bingung apa yang sedang terjadi, sejak kapan dia berteman dengan gadis gendut ini. Ia hanya bengong melihat Adelia, Adelia yang merasa pede karena ia berfikir bahwa pria itu terpesona dengan kecantikan nya.
"Hey kenapa bengong? aku terlalu cantik ya" ucap nya sangat pede.
Pria itu hanya menggelengkan kepalanya, lalu menyodorkan hp yang bertulisan "Kamu siapa?" Adelia membisikan kepada nya, pria itu menuliskan sesutu kembali di handponenya "Baiklah mari ikut dengan ku" tulisan yang terkihat jelas oleh Adelia.
Ia mengikuti nya, saat sampai di tempat yang ia tuju. Ia di bawa ke sebuah caffe yang sangat ia idam idamkan untuk dapat datang kemari.
"Duduk" titah nya, ia baru mendengar ucapan nya. Adelia duduk sembari menunggu nya, namun saat melihat keluar ada banyak pria bertubuh kekar menghalangi semu jendela di setiap sudut caffe.
Pria itu datang menghampirinya.
"Mereka siapa?" tanya Adelia.
__ADS_1
"Buat apa mereka kemari?" tanya nya lagi.
"Apa terjadi sesuatu hal yang sangat mengerikan?" lagi dan lagi ia bertanya
"Mereka ke sini buat jagain kamu" ucap nya sangat ketus.
"Ouuhhh gitu, makasih" sahut Adelia dengan senyum nya.
Pria itu menggangguk sambil membaca buku nya, Adelia melihat ke jas yang pria itu pakai. Ia mengingat ingat siapa pria ini, ia baru saja ingat bahwa dia adalah pria yang waktu itu memberikan barang yang tertinggal di kantin.
"Nama kamu siapa?" tanya Adelia.
"Ouhh gitu, kenalin nama gue Adelia Gloria Marion. Gue jurusan Psikolog, salam kenal" Ucap Adelia sembari senyum.
"Salam kenal juga" sahut nya, ia tersenyum kepada Adelia.
"Ini gua pengen pulang udah capek banget, gua pulang duluan ya bye" pamit nya.
"Eh-" ucap nya terpotong setelah melihat Adelia pergi keluar.
"Padahal gua mau minta urunan buat bayar ini, dia makan banyak banget" batin nya.
__ADS_1
"Untung gua kabur kalo kagak gua udah di minta buat urunan bayar itu" batin Adelia.
"Ini mah rugi di gua, untung di dia" batin Gaffrey.
Skip sampai di Rumah Adelia.
"Halo aku pulang" teriak Adelia saat sampai di rumah nya. Namun rumah nya sangat sepi seperti tidak ada siapa siapa,lampu rumah yang biasanya menyala sekarang tidak menyala.
"Ada apa ini?" batin nya.
"Dek ngapain di situ?" tanya kakak dari pintu luar.
"Pake nanya ngapain ya gua pulang lah kak ke rumah, ini kan rumah kita" jawab Adelia.
"Iya ini rumah kita tapi lagi di renov, ayo sementara kuta pindah ke sana" ajak nya.
"Kenapa gak bilang dari tadi lah anjir" ucap nya kesal.
"Ya maaf"
Semenjak Adelia pindah ke rumah yang berhadapan dengan rumah dia hanya saja harus melintas ke jalan terlebih dahulu. Setelah pindah ia merasa ada yang aneh, ternyata ia selalu di intai oleh pria yang sepertinya ia kenal.
__ADS_1