
"Nenek gapapa kok di sini, nenek juga mengikhlaskan perilaku mereka kepada nenek" sahut nenek. Badan nenek menjadi sangat kurus, sebelum nya nenek itu sangat bersih, selalu wangi, wajah nya sangat cerah. Namun sekarang seperti tidak di urus oleh paman dan bibi, padahal mereka berjanji akan mengurus nenek dan menjaga nya. Tapi mereka hanya berbohong pada Ayah, mereka hanya menikmati harta warisan dari kakek dan mengingkari janji mereka. Padahal sebelum ayah berikan warisan nya kepada paman mereka sudah mengatakan janji itu. Benar benar tega mereka.
...****************...
"Tapi nek, perlakuan mereka ke nenek itu gak sewajarnya tau" ucap Adelia terus membujuk nenek
"Gapap-" ucapan nenek terpotong.
Kriiing!
bunyi berdering yang berasal dari hp nenek, nenek segera mengangkat telpon lalu berbicara sangat jauh dari Adelia. Adelia tidak mengikuti sang nenek, karena ia tidak mau meng ganggu nenek nya. Tapi di satu sisi ia juga merasa kepo dengan yang nenek ucapkan.
...****************...
Pov Percakapan nenek
...****************...
"Halo" ucap nenek
"Ma gimana kabar nya? maaf ya aku gak bisa dateng buat jenguk nenek. Di sini aku harus mengurus masalah yang belum beres" jelas ayah Adelia.
"Tidak apa apa nak, yang penting kamu sehat selalu di sana."
"Adelia gimana? nakal gak di sana?" tanya ayah
"ouh iya aku denger mama sakit gara gara gak di kasih makan sama adek dan calon suaminya?" tanya nya lagi.
"iya tapi mama gapapa kok" jelas nya kepada Jack, padahal jelas jelas dia tidak baik baik saja.
"Nanti kalo Adelia pulang mama ikut pulang ya, temani kami di sini" bujuk nya.
__ADS_1
"Baiklah jika kamu yang menginginkan nya" ucap nenek.
"bukan mau ku saja, tapi mau istri ku, Garnia dan adelia" jelas nya.
...****************...
begitulah percakapan yang tidak di ketahui oleh Adelia, Sekarang Adelia sedang menunggu nenek kembali ia hanya menunggu di ruang tengah yang sepi seram dan barang barang unik yang tersimpan rapih di setiap sudut.
Karena ia bosan akhirnya ia pergi ke perpustakaan rumah nenek, yang berada di ruang bawah tanah. Namun aneh nya, perpustakaan nenek sekarang berubah seperti kamar yang di huni oleh seseorang. Ia pun pergi mencari nenek, ketika sedang mencari nenek ia melihat nenek sedang berada di kolam berenang.
"Nek?" panggil Adelia.
"Iya sayang" sahut nya.
"Nek ruang perpustakaan sekarang kok jadi kayak kamar ya?" tanya Adelia.
"Ouh itu kamar nenek sayang" jawab nenek sembari mengelus kepala Adelia.
Mereka tidak berlama lama di sana, ia berpindah ke ruang tengah. Sekarang rumah nenek lumayan cukup ramai karena bibi dan paman serta anak anak yang lucu nya sudah datang ke rumah.
"kakak, aku mau ini" ucap nya sembari menunjuk boneka Adelia.
"Nih buat kamu" sahut Adelia sambil memberikan boneka itu.
"Kakak namanya siapa?" tanya anak perempuan bibi.
"Nama kakak Adelia Gloria Marion" Jawab Adelia sambil tersenyum, senyum yang selalu membuat orang lain terpesona dengan nya.
"Kakak imut ih, lucu banget kalo senyum" puji anak laki laki bibi.
"Bisa aja kamu, tapi makasih udha muji kakak"
__ADS_1
"Eh iya kalian nama nya siapa, umur kalian berapa?" tanya Adelia.
"Nama aku Aileen kak" jawab nya.
"Kalo aku Revanol kak" jawab satu nya lagi.
"Kalian ini kembar ya?" tanya Adelia lagi.
"Enggak tante, kita cuman beda dua tahun aja kok" jelas Revanol.
Revanol sangat lucu ketika bersosialisasi dengan Adelia, mereka semua sangat sangat asik dengan semua percakapan, gurauan nya. Adelia memiliki ide, untuk bermain tebak tebakan.
"Gimana kalo kita main tebak tebakan?" ajak Adelia.
"Ayoo kak" ucap mereka serempak.
"Okay kakak mulai, hewan itu berada di dinding ia selalu merayap. Hewan apakah itu."
"Cikcak" jawab mereka dengan serempak.
"Ihh pinter bangef kalian" puji nya.
"Lagi tante lagi" ucap mereka sangat bersemangat.
"Sila pertama Pancasila berbunyi seperti apa"
"Ketuhanan yang maha Esa" jawab mereka dengan serempak lagi.
"Nah sebagai hadiah nya kalian bakal kakak ajak makan es krim tapi besok okay" ucap Adelia.
"Sekarang kita tidur aja yuk udah malem tuh, yuk" ajak Adelia yang mengajak mereka berdua tidur di kamar tamu yang bersebelahan dengan kamar bibi dan paman.
__ADS_1