
════ ⋆★⋆ ════
Entah apa yang membuat mama dan Ayah kecewa kepada keluarganya.
.
.
.
Adelia pergi ke kamar nya lalu berfikir, apa yang sedang terjadi?. Ia sedikit bingung dengan semua itu.
"ah sudahlah mungkin hanya masalah kecil" batin Adelia.
Ia pergi ke tempat belajar nya, lalu mengambil laptop dan menonton film kesukaan nya. Tiba tiba bibi Dedah datang mengetuk pintu. Ini semua membuat dia sangat penasaran dengan semua nya.
"Masuk bi" titah nya. Lalu bibi Dedah masuk, ia menyimpan baju Adelia di walk in closet. Setelah menyimpan baju, bibi membisikan sesuatu kepada nya.
"Non harus hati hati ya sama semua orang" bisik nya.
"Emang ada apa bi?" tanya nya kepada bibi.
"Non hati hati aja ya, bibi gak mau ada sesuatu hal terjadi pada non" ucap nya.
"Bibi keluar dulu ya non" pamit nya.
"Iya bi" sahut Adelia.
Bibi keluar dari kamar, ketika sedang berjalan di tangga bibi berpapasan dengan Ayah dan kakak yang berjalan ke arah kamar Adelia.Sesampainya di sana, ayah tiba tiba berbicara seperti mengusirnya.
"Dek besok kamu ke rumah nenek ya, kasian nenek gak ada temen di palembang" ucap nya.
"Kok tiba tiba sih yah?" ucap nya dengan nada sedikit merengek.
__ADS_1
"Iya nenek tiba tiba sakit tadi" ucap nya berbohong.
"Yaudah deh, tapi sama kakak ya" ucap nya dengan tatapan memohon.
"Kakak gak bisa, besok ada jadwal padat di rumah sakit" ucap nyaa.
"Yah yaudah deh" sahut nya sangat pasrah.
"Sekarang beres beres buat persiapan ke sana nanti" titah ayah.
"Agak aneh ini sama ayah, kan gak semudah itu buat pesan tiket ke sana. Ini malah nyuruh cepet cepet." batin Adelia.
"Yaudah lah nurut aje dulu, dari pada entar di gak di kasih uang jajan" batin nya lagi.
Skip Pagi
Keesokan pagi nya Adelia yang baru saja bangun tidur, dan melihat ke dapur untuk mengambil minum. Ia masih dalam keadaan belum mengantuk, roh roh nya masih tersimpan di alam mimpi.
Tiba-tiba.....
prang!
"Why?" tanya nya kepada mama.
"Kamu masih belum mandi? mama udah bangunin kamu dari tadi kirain sudah siap. Cepat mandi lalu siap siap untuk pergi" titah nya sembari mengomel kepada Adelia.
"Kapan mama bangunin gw ya?" batin nya sambil berjalan ke kamar nya tanpa memperdulikan mama yang sedang mengamuk.
"Aneh banget deh mereka, kalo beneran mereka bangunin gw pasti gw udah bangun dari tadi dong" batin nya lagi.
padahal.....
...flasback...
Hari sudah pagi, sekarang pukul 06.35 sudah waktu nya Adelia pergi ke bandara. Namun ia tak kunjung bangun, padahal sudah berkali kali mama, ayah, dan kakak membangunkan nya. Air hangat untuk mandi nya pun sekarang sudah menjadi dingin.
__ADS_1
Mama menghampiri Adelia yang tengah tidur tengkurap, "bangun dek, kamu mau pergi ke palembang gak sih? dari tadi susah banget di bangunin" omel nya.
"Iya ma, ini udah bangun kok. Nih mata aku udah melek" ucap nya sembari membukan mata sebentar.
Mama yang percaya bahwa Adelia sudah bangun, ia pun keluar dari kamar nya lalu melanjutkan aktivitas sehari hari nya. Seperti nya Adelia berbohong, ia bukan nya pergi untuk mandi namun ia kembali tidur.
"Adelia udah bangun ma?" tanya Garnia.
"Udah" jawab mama.
"Ouh okay" sahut nya lagi.
Mereka pun santai santai, sambil menunggu tuan putri siap siap. seperti nya mereka terlalu asik dengan kegiatan nya hingga lupa dengan Adelia, dan pergi ke bandara.
"Ma" panggil Ayah yang baru saja keluar dari kamar.
"Adelia mana?" tanya Ayah.
"Eh iya ya, bentar" ucap mama, ketika mama sedang berjalan ke tangga. Mama melihat Adelia dengan muka kantuk, rambut berantakan, dan masih memakai pakaian tidur.
Mama melihat Adelia ingin pergi kemana, Adelia pergi ke dapur untuk mengambil minum. Baru saja ia mengambil gelas, mama sudah geram dengan kelakuan anak bungsu nya. Akhirnya ia berteriak memanggil nama nya, dan gelas yang di pegang oleh Adelia pecah.
...Flasback off...
Sekarang Adelia sudah siap dengan pakaian rapih, ia pun bergegas pergi ke garasi mobil nya. Di sana sudah ada koper dia, makanan ringan, dan peralatan yang bakal di butuhin oleh nya. Semua nya di siapkan oleh bibi Dedah.
"Kita mau kemana?" tanya Adelia seperti orang pikun.
"Kamu lupa ya kamu kan bakal ke mars" ucap Garnia.
"Mars? palembang kali" sahut Adelia.
"Nah itu tau dodol" geram
"Iya iya" sahut Adelia pasrah.
__ADS_1
Mereka pun pergi ke bandara dengan kecepatan mobil sangat cepat, Adelia hanya pasrah dengan apapun yang bakal terjadi. Masalah nya jiwa raga dia belum seutuh nya menempel kedalam raga nya alias dia masih lemas, pusing, dan ngantuk. Yang ada dalam pikiran nya hanyalah, ingin tidur kembali.