
"kamu yakin mau drakoran terus? Ini udah malem. Masa gak mau makan malem sih, ayo makan dulu nanti kita lanjut sama aktivitas." bujuk Galang.
"bawa aja kesini, aku mau makan sambil liat film." titah ku.
"yaudah" ucap nya pasrah lalu membawakn makanan untuk Adelia.
skip selesai makan
"sayang aku pengen," rengek Adelia.
"pengen itu sayang?" tanya Galang semangat.
"ih mesum kamu, aku pengen jajan. Anter yuk," pinta Adelia.
"oh aku kira, yaudah ayo aku anter. Tapi jangan jajan yang pedes pedes ya?" ucap Galang membuat janji.
"bentar bentar!" tahan Adelia.
"halo mah?"
"Adelia mama pengen punya cucu sekarang!" teriak mama dan dapat di dengar oleh Galang.
"mama minta lagi?" tanya galang dan hanya di balas anggukan.
"kan ada kakak, kenapa gak minta sama kakak aja." jawab Adelia ketus.
"kamu gak sadar tiga bulan lalu kakak kamu nikah, tsrus sekarang udah dapet kabar bahagia kalo dia udah hamil. Lah kamu?" ucap mama.
tut..
adelia menutup telpon dari mama.
"gimana dong? Mau sekarang aja?" tanya Adelia.
"ya tergantung kamu," jawab Galang.
"lang aku belum siap sebenarnya, tapi yaudah kita coba deh." ujar nya.
dan mereka pun melakukan nya, Adelia yang terpaksa karena terus menerus di teror oleh ibu mertua dan mama nya sudah bosan akhirnya ia pasrah dengan semuanya.
skip pagi
"goog morning," sambut Galang.
"ish ngapain sih lo di sini, pergi gak lo." usir nya.
"semalem aja-" ucap nya menggantung.
"stop, jangan sebutin. Gw geli kalo inget itu, dan lo harus inget. Gw kayak gini terpaksa karena nyokap gw dan nyokap lo maksa kita harus ngelakuin itu." potong Adelia.
"t-tapi sayang.-" ucap nya terpotong lagi.
"aduh pinggang gw sakit mama, hiks.." ucap nya sudah mulai menangis.
"sayang maaf, maaf ya. Aku gak bakal ulang deh" mohon Galang.
"lo minta maaf mulu perasaan bosen gw denger nya, cepet bantuin gw." titah Adelia.
Galang pun membantu Adeli bangun, ia melihat istri nya jalan dengan pincang ia merasa menyesal telah melakukan itu.
"maaf, tapi ortu kita juga maksa. Maaf sekali lagi." batin nya.
skip selesai mandi
"sayang kamu mau sarapan apa?" tanya Galang.
"gak, gw gak laper." tolak nya, namun ia sekarang sedang memesan gofood.
"Galang, makanan aku udah ada belum?" tanya Adelia sedikit berteriak.
"loh katanya gak mau makan?" tanya Galang balik.
"eh enggak salah ngomong," elak Adelia.
Namun tidak lama ia mendapat pesan dari kang gofood bahwa makananya sudah sampai dan kang gofood sudah ada di loby.
"eh Galang, tolong ambilin makanan gw dong di loby. boleh ya?" izin Adelia.
"loh? Kamu malah pesen makan? Tega banget, di tawarin malah makan masakan luar. Yaudah bentar," omel nya namun ia melaksanan juga.
"hahaha punya suami penurut enak juga, manfaatin ah." ucap nya.
Tok..tok..tok...
Tak lama ia mendengar suara ketukan pintu, ie mencoba berdiri dan berjalan menghampiri pintu di sana. Ia sangat kesusahan kali ini untuk berjalan.
"ma, bun, dad, ayah." ucap Adelia spontan.
"kamu beli makan di luar?! Gak hemat banget!" geram mama.
"hehe iya, Galang nya gak masak hari ini. Aku kan laper!" bohong Adelia.
"gak usah bohong deh, kita udah tau kok dari Galang." ucap mama.
"hehehe, ayo masuk malu di liat orang orang." ajak Adelia.
"ni anak bocorin mulu akh kesel gw" batin nya, tatapan sinis ia berikan pada Galang.
galang kali ini benar benar ketakutan dengan istri nya, setelah menikah ia malah menjadi ciut pada istri nya. Padahal dulu ia selalu tegas pada semua orang.
"nih makanan nya," ucap Galang hati hati.
adelia pun memakan nya dengan lahap, ayah, daddy, bunda, dan mama melihat sekrliling dan Adelia dengan tatapan curiga.
"kalian?" tanya daddy.
"iy-" jawab Galang terpotong.
"aku mau keluar sama temen temen ya bye guys,"ucap nya dengan berusaha jalan biasa biasa saja.
"kamu jangan bohongin mama Adel," ucap Mama.
"bunda," rengek nya pada bunda.
"iya sayang, nanti kamu sama bunda aja ya. Sekarang kamu duduk sini deket bunda," titah bunda dan menyuruh Daddy pergi duduk di sebelah Galang.
"bunda sakit, gara gara dia. Kasar main nya" adunya pada bunda.
"nanti bunda pukul dia okeh?" ucap bunda.
"iya bunda pukul pake batu ya?" ucap Adelia.
"jangan dong nanti kepala aku pecah, mati dong." elak Galang.
"biarin orang lo nya aja kasar ma gw," ucap Adelia.
"iya sayang nanti bunda marahin, sekarang kamu pulang sama bunda ya. Biarin aja si Galang di sini sendirian." ucap bunda sengaja.
"jangan bun, aku takut kalo sendiri." tolak Galang.
"ya kamu jangan kasar dong sama dia, waktu kemaren kamu bentak bentak dia ya. daddy juga liat itu." bentak daddy.
"puas, hahahah. Mampus!" ledek Adelia namun tidak ada suara tapi dapat di mengerti.
"dia juga, waktu semalem di suruh makan malah makan sedikit. Terus suka pukul aku, suka dorong aku, nampar pula." adu Galang.
"anjing awas lo," kesal Adelia tak bersuara namun bisa di mengerti oleh Galang.
"udah udah kalian berdua emang pada keras kepala," lerai ayah.
"bunda, coba deh ini enak banget tau." tawar Adelia pada bunda.
"enak banget ya? Bunda mau dong satu boleh?" tanya bunda.
"iya boleh bun, coba aja." jawab Adelia.
"giliran ada bunda baik banget, giliran gak ada mereka lo kek harimau. Galak, omongan nya pedes, dingin lagi." cibir Galang.
"awas aja kalo anak kita nanti kek lo sifat nya," cibirnya lagi.
"namanya juga ada aliran darah sama gw dan lo, lasti ada kemiripan nya lah bego!" geram Adelia.
skip
"mereka dah pulang," gumam Adelia.
__ADS_1
"ya emang udah sih, kamu jahat banget sih ngomong kayak gitu ke mereka. Aku kan gak kayak gitu loh," kesal Galang.
"aduh sakit banget pinggang gw, pijitin Galang cepet." titah Adelia.
Galang sibuk memijat Pinggang Adelia namun Adelia ia malah fokus chattan bersama pria lain.
"grup apa sih itu kok nama nya, pria tampan?" tanya Galang yang penasaran.
"lo kapan mulai kerja? Gw mau ke bar." ucap Adelia mengalihkan topik.
"besok kayaknya, tapi aku besok mau minta cuti lagi aja." jawab Galang.
"jangan cuti, pergi ngantor aja. Gw mau pergi sama temen cewek gw." titah Adelia.
"kenapa gak boleh cuti?" tanya Galang.
"kalo lo gak cuti ribet, kesana gak boleh kesini gak boleh. Semua lo atur!" jawab Adel.
"yaudah deh aku nurut aja sama kamu," balas Galang pasrah.
Keesokan hari nya Galang sudah pergi ke kerja, Adelia yang baru bangun dengan tubuh nya mulai merasa enak. Ia bangun dan berolajraga ringan.
"saaf nya gw pesta," gumamnya.
Setelah selesai mandi dan sarapan ia bergegeas pergi ke suatu cafe bersama teman lelaki nya. Entah mengapa hari ini ia sedang ingin pergi dengan mereka semua.
"hi everyone, nunggu lama ya?" tanya Adelia ketika sudah sampai di sana.
"baru juga kita sampai yakan, lo makin hari makin cantik deh." puji Haikal.
"iya dong kal, gw kan milik lo." balas Adelia.
"ayo dah jadi kita di sini mau main apa nih?" tanya Farrel.
"rel main ml yuk?" ajak nya.
"ayo lah!" jawab Johan dan Farrel dan yang lainnya.
mereka pun berkumpul di sana hanya untuk bersenang senang, bermain game, dan hanya memesan minum saja.
"kalian laper gak sih?" tanya Adelia.
"kenapa laper ya lo?" tanya balik Jans.
"eh itu bukannya si Adelia ya?" tanya Denis dari meja kejauhan.
"eh iya, tapi kok rame banget ya cowok nya." ujar Jack.
"foto kirim ke Galang," titah Denis.
"gw baru tau kalo dia nakal." ucap Jack.
"eh lo pada tau gak sih, gw bentar lagi nikah." ujar Farrel.
"wah? Selamat ya, semoga lo langgeng sama pasangan lo. Dan semoga kalian cepet cepet dapet pasangan juga." ucap Adelia.
"tapi kita juga udah nikah, tinggal lo doang yang belum." jawab haikal.
"lah kok? kok gw gak pernah denger undangan dari kalian sih. Ah jahat banget gak ngundang gw," kesal Adelia.
"loh elo nya yang nolak, katany lo belum kurus hadi lo gak mau ketemu kita." jelas Johan.
"oh iya lupa, sorry sorry." ucap Adelia.
"santai aja kali, btw gimana udah dapet calon nya belum?" goda Johan.
"udah dong," jawab Adelia.
"siapa nih kepo gua?" tanya Haikal.
"secret dong," jawab nya.
...*pov chat galang...
"lang ini istri lo kan?" tanya Jack.
Galang:
Jack:
bohong dia, lo sibuk gak sekarang? Cepet ke sini.
galang:
udah beres photoshoot sih gw, bentar deh gw tanya dulu.
jack:.
iya buru
Galang:.
gak ada sih, gw kesana ya lo jangan kemana mana.
Jack:
lewat pintu samping ya jangan lewat pintu depan sono.
galang:
iya.
"eh lo tau gak sih, otot perut gw udah ngebentuk lagi tau kayak dulu." ucap haikal.
"ah masa sih orang gendut gitu." ucap Farrel.
"ih ngeremehin sih lu, liat nih." sahutnya sambil ingin menunjukkan sesuatu pada farrel.
"eh jangan! malu banyak yang liat!" lerai Adelia.
Tak lama kemudian Galang sampai di tempat yang jack bilang, ia memang melihat Adelia sedang berbincang asik bersama ketiga cowok nya. dan adelia bersandar di bahu seseorang sambil tertawa terbahak bahak.
"jack!" panggil nya pelan.
"sini liatkan lo. Dia kayak gini di belakang lo, lo harus jagain dia lang. Jangan diem terus!" saran Jack.
"iya anjir, liat noh dia nyender terus." ucap denis.
"gw coba chat dia deh." ujar Galang.
*pov chat Adelia
Galang:
sayang
sayang?
kamu masih di rumah?
kamu mau apa biar nanti aku bawain
sayang?
Adelia:
terserah lo
Galang:
kamu sama dede bayi mau nya apa hm?
Adelia:
gak minat apa apa gw
udah ya gw sibuk
"tuh liat dia cuman bales gitu doang," ucap Galang pasrah.
"lo jangan jadi sad boy ya? Sedih gw liat lo kek kucing gak di kasih makan." ucap Denis.
"gw timpuk mau lo?" kesal Galang.
__ADS_1
"eh liat liat, mereka mau pergi kayak nya. Ikutin gak?" tanya jack.
"ikutin lah, ayo buru!" ajak Galang.
Mereka semua pergi mengikuti Adelia, sesampainya di tempat tujuan Adelia. Ia heran apa ini bar? Tapi bukan ini seperti bengkel motor.
"haikal sini, cobain deh ini enak tau." ucap Adelia dari kejauhan.
"masa sih?" ucap haikal.
Hati galang kini terasa panas, ingin marah, nangis, dan berteriak campur aduk.
"lang masuk ayo." ajak jack.
"bentar tunggu, ini markas dia? Dia anak motor?" tanya Galang.
"lo gak tau ini markas musuh kita, gw curiga Adelia ketua nya." ucap Jack.
"kan kata orang, markas ini bos nya cewek. Kita kalo tauran ma ni geng motor kagak pernah liat wujud muka bos nya." sambung nya.
"gw chat aja dia," ucal galang.
*pov chat Adelia.
galang:
dimana?
udah mau malem
kamu dimana?
kok belum pulang aku aja udah pulang
km dimana?
jawab?!
dimana?!
lama banget sih
dimana?!
Adelia:
aduh maaf ya, aku sibuk. Aku pulang agak malem kayak nya.
kamu istirahat aja ya dah.
"cuman gini jawab nya," ujar Galang.
"wah wah wah, ada musuh kita nig, bawa ke markas." titah Rio anak buah bos di sini.
Mereka bertiga di bawa ke dalam, walaupun mereka shadh memberontak tapi tenaga mereka sekarang lebih kuat dari dulu.
"lepasin gendut!" teriak Denis.
"Denis, Jack, Galang. Ngapain di sini?" tanya Adelia ketiak melihat mereka di seret.
"ini bos musuh kita yang suka nyari masalah," ucap Rio.
"ouh jadi kalian yang suka bikin masalah sama anak anak sini? Berani banget ya lo. Awas aja gw cekek lo satu satu!" geram Adelia.
"kan kata gw, adelia bos di sini." bisik Jack lada Galang.
"kamu ngapain di sini? Katanya sibuk?" tanya Galang.
"gak usah banyak tanya, bawa dia keruangan gw cepet!" titah nya pada rio.
sesampainya di ruangan Adelia, mereka di pukul hingga bibirnya mengeluarkan darah segar.
"sakit ya?" tanya Adelia, smabil menyuruh rio keluar.
Ia menutup pintu ruangan nya dengan rapat.
"lo beneran suka nyari masalah sama anak anak sini? Tega banget!" kesal Adelia sambil melepaskan ikatan di tangan mereka.
"nih obatin tu luka," ucap nya sambil melempar p3k.
"makasih" sahut mereka serempak.
"yaudah ginj deh kita buat perjanjian, anak anak sini sama geng motor lo kita baikan aja gimana?" ucap Adelia.
"tapi gak boleh ada yang tau status gw sama ni anak. gimaba?" sambubgnya.
"oke deal" jawab denis.
"okay kalo gitu, udah sono balik gak guna lo pada di sini" usir nya.
"rio seret mereka keluar dari markas." titah nya.
"awas aja, sampe rumah gw gibeng tu anak" kesal Galang ketika Adelia sudah pergi.
skip di rumah
Galang sudah pulang sedari tadi, namun kini Adelia baru saja pulang ke rumah. Ia dengan seenaknya menyuruh Galang memegangkan tasnya.
"aku bukan oembantu kamu, aku suami kamu. Kamu berani banget nyakitin suami sendiri, demi anak geng kamu. Tega kamu!" omel Galang.
"aku yakin dulu bubda pas hamil kamu, ngidam nya pengen kamu jadi anak cewek deh , bawel banget." ucap Adelia.
"kamu?!" gertak Galang.
"kamu mau aku buat gak bisa jalana berhari hari hah?" ancam Galang.
"kalo gitu berarti gw bebas bawa mereka ke sini," jawab Adelia santai.
"udah lah, sini cepet kita tidur aku kelonin kamu deh." ucap Adelia sambil mendorong Galang untuk segera berbaring di kasur.
"anak bunda Yunita gak boleh marah marah okay? Cup cup cup." ucap Adelia santai, dan ajaib nya Galang langsung terlelap tidur di dalam pelukan Adelia.
"nahkan anak bayi emang harus di giniin biar gak ngomel ngomel." gumamnya, lalu ia pun pergi tidur.
keesokan pagi nya, Adelia bangun dari tidurnya ia hari ini ada jadwal kampus dan pergi ke kantor ayah. Sebenarnya ia malas namun ia juga terpaksa harus melakukan ini.
"aduh sibuk banget gw hari ini, mandi dulu ah biar cantik." ucap nya ketika baru saja membuka mata.
"mau kemana lagi?" tanya Galang.
"jawab kalo di tanya," geram nya.
Adelia buru buru pergi ke kamar mandi dan mengunci kamar mandi, oa takut jika Galang melakukan hal sesuatu lagi.
"lalalala" nyanyian itu terfengar di telinga galang, Adelia tengah asik bernyanyi sambil mandi.
"ah seger, akhirnya gw yang hadi bos!" batin Adelia.
adelia membuka knop pintu kamar mandi, dan ia di kejutkan karena Galang sedang beraad di depan pintu sambil melipat tangan di dada.
"ya tuhan kaget!"
"mau kemana sih ayang? Jangan maain sama cowok loh." rengek Galang.
"ah bacot sumpah, gw mau ke kampus terus ke kantor ayah. Ngapain lagi gw kan orang penting!" sombong Adelia.
skip selesai ganti baju
Adelia pergi sarapan di meja makan, dengan terus di awasi oleh Galang. Ia merasa bosan dengan semua itu, lalu ia bangkit dan pergi tanla pamit.
"sayang," panggil Galang namun di hiraukan.
"Galang, ada temen kamu!" teriak Adel sambil mrngetuk pintu.
"aku pergi dulu ya suami!" ucap Adelia tiba tiba ketika Galang membukkan pintu.
"cium" pinta Adelia di depan teman cewek Galang.
"iya honey," ucap Galang heran, lalu mencium kening Adelia.
"bye happy happy ya guys!" ucap Adelia
"dia siapa kamu?" tanya mantan Galang.
"istri aku, kamu ngapain kesini gak sopan banget." ketus Galang lalu menutup pintu dan tidak mrmbiarkan mantan pacarmya masuk ke dalam.
__ADS_1