Sang Penakluk Hati Mas Bulan

Sang Penakluk Hati Mas Bulan
Chapter 18


__ADS_3

"Gila mama nyuruh pilih mereka semua?" gumam nya, ketika ia sudah sampai di kamar hotel nya. Yaps betul, mama yang merencanakan ini. Ia tinggal di hotel sendiri tanpa persiapan apapun itu. Sekarang Adelia sedang mundar mandir di balkon dengan terus mengomel.


"ASTAGA, BENERAN GILA GW!" teriak Adelia.


Sebenarnya bukan hanya dia saja yang menginap di hotel, tapi ketiga pria itu juga sama. rasanya ingin menangis saja jika sudah seperti ini. Ia benar benar tidak mengerti apa yang di pikirkan mama.


Tok...tok...tok....


ting


Tong


ting


Tong


suara ketukan pintu dan bel berbunyi, Adelia menoleh ke arah pintu ia sekarang berharap bahwa itu adalah kakak Garnia yang datang. Adelia mencoba meredakan emosinya yang sudah sampai di ubun ubun.


"Tunggu!" ucap nya sedikit berteriak.


cklekk..


"ada apa kak? Kamu? Ngapain?" ucap nya, ia mengira itu adalah Garnia ternyata ketiga pria itu.


"Kata mama lo, suruh bawain ini. Tapi gw liat liat ini kek nya daleman lo deh, kecil kecil gini. cacingan ya?" ucap Denis polos.


"Bangsat lo! Gw hantam bibir lo pake palu mau lo?!" bentak Adelia, hingga tak sadar ia di lihat banyak orang yang lewat.


"Yang di pegang Denis itu makanan buat lo, dia bercanda doang kok. Yang gw bawa cuman koper lo, terus yang di bawa galang itu kek nya obat obatan, laptop lo, alat mandi lo kek nya." jelas Jack.


"ih kenapa harus kalian sih?" kesal nya lalu mengambil barang nya semua lalu membanting pintu, hingga mereka semua benar benar heran dengan nya.


"napa sih dia?" tanya Denis.


"lo tanya kita, lo pikir gw dukun apa." ketus Galang.


"anjir omongan si galang pedes banget, anak tante yunita galak ternyata gw jangan sama dia deh sama yang jack atau denis kek nya." gumam nya pelan di balik pintu.


"coba lo ketok lagi cepet, gw pengen liat muka dia. pengen mampir di hotel nya, cepet dong." titah Jack dan Denis pada Galang.


"napa harus gw, lo aja. Orang lo yang mau ma dia, gw sih ogah." tolak galang, padahal dalam hatinya ia benar benar berharap Adelia memilihnya.


"kita cuman penasaran doang, bukan berarti kita mau sama dia. Dia kan permainan mama Ririn sama mama Wisya." jelas Denis.


"GILA LO?! BENERAN?! AH MASA SIH, BERARTI YANG MAU DI JODOHIN SAMA DIA ITU GW DONG?! AH YANG BENER DEH LO?! GAK MUNGKIN NYOKAP GW NGEBOHONG SAMA GW." omel Galang.


"ih lu gak tau, jadi mama dia sama mamak kita itu ngerencanain ini biar dia pusing milih gitu. Tapi yang sebenernya mau di jodohin itu lu." jelas jack.


"GILA ANJING?! GW SAMA DI JODOHIN SAMA CACING KERMI GITU?! MANA MAU GW!" elak nya padahal ia mau banget sama Adelia.


"udah terima aja nasib lo, kita berdua sebegai sahabat terbaik cuman liatin aja proses nya gak bantu ta kita males soalnya." ucap mereka lalu melenggang pergi ke kamar nya masing masing.

__ADS_1


"mama, sama tante tante rempong itu ngeselin banget sih?!" kesal Adelia, tak sadar ia menendang pintu itu hingga Galang benar benar kaget.


"gila anjing, cewek nih kek nya kasar banget sumpah." protes Galang.


Keesokan hari nya, Adelia keluar dari kamar dan berniat untuk pergi ke mall karena hari ini ia tidak ada jadwal ke kantor dan jadwal kuliah nya. ia sedang berdiri di depan pintu dengan mata yang fokus dengan handphone nya.


"ih kok gitu sih?" ucap Adelia memberikan pesan suara pada seseorang.


"ah gak seru," smabung nya lagi.


"kenapa lo? stress?" tanya Galang ketus.


"nanti malem gw otw ke bar bareng lo, awas aja sampe bohong lagi." ucap nya memberi pesan pada Vio.


"Lo mau kemana? Jangan macem macem deh, gw bilangin mama lo nanti ya?!" ancam Galang.


"gw cabut!" pamit Adelia lalu pergi meninggalkan nya sendiri.


ketika ia sampai di loby ia bertemu dengan jack, mata jack terlihat menggoda Adelia namun Adelia mengacungkan jari tengah jya pada jack.


"galak amat!" kesal Jack.


"Vio aku kangen!" teriak Adelia, dan berhasil membuat galang yang mengejarnya berhenti di tempat dan begitu pun dengan Jack.


"aku juga, ayo jadikan?" tanya Vio, dan di balas anggukan oleh Adelia.


"let's go!" ucap Adelia semangat.


"Kita lucu banget, kayak couple. Ayo foto," ajak Vio.


"gak ah, gak mau." tolak nya.


"yaudah jadi kita mau kemana dulu sekarang?" tanya Vio.


"Vio mending ke bioskop aja yuk? Aku pengen nonton horor!" rengek Adelia.


"Iya iya ayo!" ucap Vio, lelaki itu memberikan senyuman indah pada Adelia.


"ngapain sih dia caper banget," protes galang.


Malam pun tiba, Adelia kini sedang berada di restoran bersama Vio lelaki tampan. Mereka berdua sedang membayar makanan mereka dan bersiap untuk pergi ke bar bersamanya. galang masih terus setia mengintai mereka.


Sesampainya di bar, mereka berdua benar benar bersenang senang. Mereka berdua pun memilih ruangan tertutup dan VIP.


"mereka mau ngapain lagi anj?!" kesal nya, hati nya merasa kesal, kecewa.


"dih gak sudi gw nikah sama orang kayak beginian." kesalnya lagi. satu jam kemudian, Adelia menghabiskan 2 botol alhkohol sedangkan Vio tidak minum sama sekali.


"Vio kamu makin ganteng hihi" Adelia sedang mabuk kali ini.


"Adelia, kamu ini beneran ngajak kesini cuman mau ngelampiasin amarah kamu." heran Vio.

__ADS_1


"tapi lo lucu sih emang, pantes banyak orang yang suka sama lo. Gw telpon istri gw dulu ah." ucap Vio lagi.


"ayang, adelia mabok. Kamu jangan kasih tau siapa siapa ya?" ucap Vio.


"iya, emang dia kenapa lagi sih?" tanya istri Vio.


"biasa marah dia ama emaknya, ngelampiasin nya malah sama aku. Kamu gak marahkan?" tanya vio.


"kagak lah, dia kan adek angkat aku. Napa aku harus marah pula, setan memang kau nih. Cepetan anterin mama nya nanti bakal cari dia buru" titah istri Vio.


"siap cantik"


Vio mengangkat Adelia lalu membawanya keluar, dengan sempoyongan Adelia berusaha tetap kuat untuk berjalan walaupun di papah oleh Vio.


"keluar juga lo!" ucap Galang, dari raut wajah nya ia benar benar marah.


"ngapain aja lo berdua?!" tanya galang.


"siapa?" tanya Vio polos.


"Galang, calon tunangan nya." jawab Galang.


"oh"


"yuadah minggir sana, halangin jalan lo." ketus Vio. Lalu ia melenggang pergi meninggalkan Galang.


galang tetap mengejar Vio, ia mencegah Vio. "Tunggu, lo berani bawa dia. Berarti lo harus berantem ma gw dulu," tantang Galang.


"yaudah kalo gitu lo aja sono," ucap Vuo ketus sembari mendorong tubuh Adelia kedalam pelukan nya.


"Vio gw jijik liat muka Galang Vio hahaha." ucap Adelia.


"tuh bawa duit," ujar Vio sambil melempar uang ke tanah.


"urus dia," titah Vio lalu peergi.


"emmm, kok lo kayak Galang? lo punya banyak muka ya Vio. hahaha lucu kamu vio, paling lucu haha" ucap Adelia lagi, dengan terus menampar pipi galang.


Sesampainya di hotel, Galang menidurkan Adelia yang sudah pingsan karena terlalu banyaj minum.


"gila baju gw, kena muntah dia." protesnya lagi.


"awas kamu galang, gw bakal hancurin pernikahan kita nanti!" ngigau Adelia.


"Astaga kaget!" gumama pelan Galang.


"rapih banget hotel nya, kayak nya rajin." puji Jack.


"udah ayo keluar, nanti dia bangun gimana?!" ajak Galang dengan ancaman nya.


"iya iya, calon suami Adelia." ledek Jack.

__ADS_1


__ADS_2