
Hari ini adalah hari libur Adelia, karena sang dosen memberitahu di grup bahwa dia tidak bisa masuk hari ini. Ia mengingat tentang brosur yang ia baca kemarin, Adelia berlari menuju tas yang berada di lemarinya. Lalu ia mengambil tas, setelah itu ia mengeluarkan semua barang yang ada di tas nya. Ia menemukan brosur yang ia cari.
"Nah ini yang gw cari" gumam nya, dengan mata yang berbinar binar.
Tapi...., tiba-tiba.
"Ngapain kamu dek?" tanya sang kakak perempuan nya.
"Enggak kak, ini lagi nyari make up gw" jawab nya berbohong.
"Itu make up kamu ada di meja rias ngapain cari di tas?" tanya nya lagi.
"Kemaren aku bawa bedak tapi lupa nyimpen nya dimana" jawab ku lagi, dan lagi lagi aku berbohong.
"Masa sih, biasanya kamu gak pernah bawa make up ke sekolah juga. kamu bohong ya? sembunyiin apa kamu?" tanya nya bertubi tubi. Adelia semakin gugup, dengan berat hati ia memberikan brosur yang ia sembunyikan di dalam tas nya.
"Ouh ini, kamu mau punya badan ideal?" ucap kakak
"Iya kak, bantu gw ya please" mohon nya kepada sang kakak.
"Boleh, asal lo harus nurutin semua apa yang kakak minta" pinta nya kepada Adelia.
"Yaudah deh, asal jangan yang susah" ucap nya.
"Yaudah kita liat besok aja" kata sang kakak.
"Dasar Garnia Gloria selalu aja seperti itu" gumam knya, sambil membereskam barang barang yang ia keluarkan tadi. Kakak nya bernama Garnia Gloria Marion, ia sudah lulus sarjana kedokteran. Ia selalu ingin tampak ideal, gemuk sedikit langsung diet. Padahal badan nya selaku bagus.
.
.
.
__ADS_1
.
.
skip makan malam
"Wih enak enak semua nih makanannya" Ucap Adelia.
"Pasti enak orang bukan mama sama kakak yang masak ya gak bi" ucap ayah mrngejek mama dan kakak.
"Ayah" bentak mereka.
"Apa kan emang bener ya gak dek?" tanya ayah kepada Adelia.
"Jangan jawab atau nanti mama sita laptop kamu" ancam mama kepada Adelia.
"Ya terserah sih ma, aku punya uang sendiri. Jadi apa susahnya aku tinggal beli sendiri" Jawab Adelia sangat enteng.
Ia benar benar tidak memperdulikan sang kakak dan sang mama sedang marah kepadanya. Ja tetap menikmati makanan nya, Kak Garnia tiba tiba mengancam.
"Yaelah gendut gendut gini aja aku sering di panggil baby face dari pada kakak badan ideal muka kek nenek nenek" Adelia kembali mengejek nya dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Awas keselek nanti" ucap Ayah.
"Gak bakal-" percakapan terhenti.
Adelia seperti kesusahan untuk menelan makanan, "Ayah tolong aku gak bisa nelen" ucap nya pelan.
"Ayah itu bantuin Adel, ih ayah cepetan" titah mama, mama sangat khawatir sampai sampai dia memasukan nasi ke dalam mulut Adelia.
"Muntah kamu, ayo muntah" ucap mama sambil terus memasukan nasi.
"Dia gak bisa nelen mah" ucap kakak.
__ADS_1
"Biarin biar tulang ikan nya gak masuk ke dalem" sahut mama.
"Ma gak usah ma, dia udah sembuh kok yakan dek" ucap kakak lagi. Adelia hanya mengangguk.
"Ouh yaudah syukur" sahut nya.
Adelia berlari ke kamar mandi, lalu memuntahkan semua makanan. Benar saja tulang ikan masuk kedalam tenggorokan nya tadi. Untung saja di bantu oleh mama.
"hueek"
"Akhirnya keluar juga itu tulang ikan, sakut banget tenggorokan gue" gumam nya.
Ia keluar dari kamar mandi lalu melanjutkan makan malam nya, namun tiba tiba ada yang membunyikan bel. Ayah membukakan pintu, ternyata itu adalah Felix anak teman ayah. Ia datang kemari untuk meminta izin pergi bersama Adelia.
"Om aku mau ajak Gloria main boleh?" izin nya kepada ayah.
Dia adalah mantan kekasih Garnia, namun ia putus akibat Garnia ingin fokud dengan pendidikan dan karirnya. Sekarang dia mengejar ngejar Adelia. Sepertinya ada yang dia sembunyikan, namun apa?. Garnia memanggil Adelia yang tenah makan enak bersama mama.
"Lia sini kamu!!" teriak nya.
"Apaan sih lo ganggu gue lagi makan aja lo" teriak Adelia.
"Udah makan aja, jangan keluar malem malem gak baik. Mama gak izinin kamu keluar" ucap mama terdengar serius.
"Loh kenapa biasanya juga mama suka maksa aku buat main sama dia" tanya ku.
"Nanti kamu bakal tau kenapa mama gak izinin, sekarang abisin makanan nyabterus masuk kamar." titah mama kepada Adelia.
"Iya deh" sahut Adelia, ia menikmati sekali makan malam nya.
"Ma aku udah beres makan, aku mau main laptop jangan cari aku ya" ucap nya.
"Iya" sahut mama, Lalu Adelia pergi meninggalkan meja makan. Ia melewati ruang tamu, lalu berjalan ke arah tangga dan berlari menuju kamar nya.
__ADS_1
Felix sedari tadi melihat dia dari ujung rambut hingga ujung kaki. Felix memang memiliki rencana jahat kepada keluarga Gloria., dan hanya mama dan ayah yang tau rencana jahat keluarga Felix. Entah apa yang di rencanakan nya, hingga ayah dan mama seperti benar benar kecewa kepada keluarga nya.