Sang Penakluk Hati Mas Bulan

Sang Penakluk Hati Mas Bulan
Chapter 20


__ADS_3

"Adel bangun! Sarapan nya udah siap!" teriak Galang dari arah dapur.


"berisik amat tu anak, gw gibeng baru tau rasa dia." gumam nya dengan mata yang masih menutup.


"bangun ish, ayo cepet. Nanti kamu ada jadwal kampus gak? Kalo enggak aku mau ajak kamu jalan jalan." ucap Galang.


"Gak, gw gak sudi jalan sama lo." ketus Adelia.


"maaf tapi gw masih belum nerima ini semua." batin Adelia.


"yah, yaudah deh. Ayo sekarang sarapan terus kamu mandi baby." bujuk Galang.


"Gw gak mau, gw pengen tidur." elak Adelia.


"nanti kamu gendut lagi kalo banyak tidur," ancam Galang.


"ih gak seru ngancem nya, yaudah gw bangun." pasrah nya, sambil memukul mukul kasur.


"jangan di pukul, nanti sakit tangan kamu." lerai Galang.


"najis, kemaren waktu nikah lo ngomong lo gw sekarang aku kamu. Najis!" ejek Adelia lalu pergi ke kamar mandi.


"kamu mau ke mana?" tanya Galang.


"mau mandi lah, apa sekarang lo mau apa lagi?" ketus Adelia.


"ikut hihi," ucap nya.


"ih mesum lo, jauh jauh gak butuh suami mesum gw." usir nya lagi.


"gak, aku mau ikut." kekeh nya.


"serah lo, kalo lo mau ikut gw mandi kamar mandi si jack." ucap Adelia.


"ih gak boleh!" larang nya.


"lo bisa gak ngomong nya lo gw aja gak usah di imut imut gitu?" tanya Adelia.


"padahal gw kayak gini biar di kasih jatah. Emang kagak peka ni orang!" batin nya.


"ck tapi lo harus gw jatah ya, baru gw gak bakal imut imut kayak gini." ucap Galang.


"halah pake jatah jatah segala, ribet lo." sahutnya.


"tapi kata mama kalo gak nurut suami nanti masuk neraka, gw harus gimana dong?" batin Adelia.


"yaudah gw setuju, tapi cuman cium doang ya." ucap nya menyetujui.


"okeh sip." sahutnya semangat.


"kiss morning baby," ucap Galang.


Adelia dengan pasrah mencium pipi, dan kening Galang. Galang yang merasa kan mulut Adelia menyentuh pada pipi dan keningnya langsung berbunga bunga.


"muah, muah. ew jijik!" ucap Adelia.


"kenapa sih gw jadi kayak gini, perasaan dulu gw bucin banget." batin Adelia.


"gw gak mau cuman segitu," ujar Galang tiba tiba, lalu menarik Adelia kedalam dekapan nya dan langsung membawanya ke kamar mandi.


Galang mencium bibir Adelia dan *******. Adelia melotot kan mata nya, ia tak menyangka Galang melakukan hal ini. Ia berusaha mendorong Galang namun laki laki itu sangat kuat.


"kalo dia udah sadar gw mau langsung pulang ke rumah!" batin nya. Namun tak lama Galang berhenti melakukan aktivitas itu, ia menatap gadis yang ada di depan nya dengan tatapan menggoda.


"bibir kamu enak sayang, pengen lagi boleh?" izin nya, tapi tangan nya nakal terus mengelus punggung Adelia.


"gw bakal talak lo setelah ini," ancam Adelia.


"sayang kok gitu?" tanya Galang panik, dan langsung berhenti melakukan itu.


"gw mau pulang setelah ini, gw benci lo!" bentak nya dan suara nya menggema di dalam kamar mandi.


Adelia mendorong Galang keluar dari kamar mandi, Galang hanya aneh dengan wanita itu. Namun tak lama, suara bel terdengar.


"tunggu!" ucap nya.


Lalu ia membuka knop pintu, dan.... tada ia kedatangan bokap nyokap Adelia dan bokap nyokap nya.


"eh mama sama ayah, kalian semua ada di sini semua. Janjian ya?" tanya Galang.


"iya, kita mau liat kalian." jawab nya lalu bunda dan mama langsung menerobos masuk.


"Adelia mana Galang?" tanya mama.

__ADS_1


"emm.... Itu lagi mandi ma." jawab nya.


"yaudah dad, yah ayo masuk." ajak Galang.


Mereka pun masuk dan menunggu Adelia selesai mandi. Sedangkan di satu sisi, Adelia sedang ketakutan dengan sikap Galang tadi.


"hiks...hiks...hiks...gw takut. gw udah gak suci lagi, gw harus telpon Vio sama Kevin" ucap nya dan ucapan itu terdengar keluar ruangan.


"hiks...gw gak boleh nangis. Tapi gw gak bisa berhenti nangis hua..." tangisan nya semakin keras.


"kenapa dia?" tanya bunda.


"gapapa pun mungkin efek semaleman," jawab nya berbohong.


"semaleman? Maksudnya?" tanya dady.


"emmm...itu anu... Tadi aku cium dia. Terus marah marah, sekarang nangis." jelas Galang lalu menundukkan kepala.


"nanti biar bunda sama mama yang jelasin ke dia." bujuk bunda.


"makasih ma, bun. Aku dari semalem bingung, soalnya dia gak mau di ajak itu. malah nyuruh aku buat tidur di lantai, yaudah aku nurut aja." jelasnya membocorkan semua kelakuan Adelia.


"biar mama yang marahin dia nanti." ucap mama geram.


"jangan marahin ma, mungkin dia belum terbiasa." lerai Galang.


Tak lama kemudian Adelia keluar dari kamar mandi, wangi semerbak menerpa seluruh ruangan. Ia berjalan menuju walk in closet nya, namun di sana hanya ada beberapa baju miliknya.


"ngeselin gw udah gak suci lagi," gerutu nya.


"sayang, maaf ya kalo aku tadi kayak gitu ke kamu." ucap Galang meminta maaf.


"gara gara lo gw udah gak suci lagi, gw udah gak bisa jalan sama cowok lain lagi kalo udah kayak gini. Huaaa..." tangisan nya semakin menjadi jadi.


"cup, cup, cup sayang jangan nangis nanti jelek." bujuk nya sambil memeluk Adelia.


"maaf ya, nanti aku gak bakal kayak gitu lagi deh." sambungnya.


"pokoknya gw gak mau tau, gw gak mau ketemu lo selama satu bulan." marah Adelia.


"jangan sayang!" larangnya.


"ya kalo gak mau gw pergi lo jangan kayak gitu lagi dan jangan pernah ya?" ucap Adelia dan Galang hanya bisa pasrah menyetujui itu.


"tapi bunda pengen bayi dari kita sayang," ujar Galang.


"yaudah adopsi bayi gimaana?" saran Adelia.


"udah ah sono, gw mo ganti baju." usir Adelia.


"yaudah iya," sahut Galang.


skip selesai ganti baju.


"Adel sini, makan dulu." ajak Ayah.


"iya ayah," jawab nya lesu.


"kamu kenapa?" tanya ayah dan dady.


"kenapa bibir kamu kayak bengkak?" tanya mereka berdua kompak.


"tuh tanya aja ke Galang, dia pelaku nya. Aku ydah gak suci lagi gara gara dia, pokoknya aku kesel sama dia." ucap nya dalam satu tarikan nafas.


"oh gitu, kenapa gak lanjut? sebentar lagi kita pulang kok, kalian boleh lanjut lagi nanti." ucap Bunda.


"aku gak mau bunda, aku masih pengen bebas." sahut nya.


"kenapa?" tanya ayah.


"gapapa sih," jawab nya gugup.


"oh gitu yah," ucap Galang yang sedari tadi diam.


"kenapa?" tanya Adelia polos.


"maksud kamu ini apa? Kamu mau pergi kemana sama mereka?" tanya Galang geram.


"apa sih, ngawur mulu jadi orang." elak Adelia sambil mengambil handphone dari Galang.


"kenapa lagi sih kalian? Perasaan baru tadi kalian baikan sekarang udah pada berantem lagi." ujar daddy.


"daddy bantu aku," rengek Adelia.

__ADS_1


"kasih hp nya ke dia Galang," titah daddy.


"jelasin ke aku, maksud kamu apa? chat kayak gini, kamu selingkuh?" geram Galang.


"apa sih itu temen aku, jangan buka buka privasi aku ya Galang!" bentak Adelia lalu memukul badan Galang.


"jangan ganggu privasi gw, inget itu." ancam Adelia.


"aku makan di luar!" ucap nya lalu pergi.


skip cafe.


Vio sedang duduk bersama dengan Kevin, ia menghampiri mereka yang tengah berbincang asik. Ia menggebrak meja di sana, lalu menangis.


"heh, lu kenape anjir? Jangan nangis, nanti di sangkanya kita nyakkitin lo." bujuk Kevin.


"Kevin, Vio. Gw gak udah gak suci lagi gara gara dia, dia jahat Vin, vio." ucap nya.


"udah sekarang lo jangan nangis, gimana kalo kita ke bar?" ajak Vio.


"bar mulu, timezone deh ayo kita anter deh!" ajak Kevin.


"oke deal, timezone ya?" ucap Adelia semangat ia sudah berhenti menangis ketika mendengar kata timezone.


"iya ayo," ajak nya laku mereka pergi bertiga.


"mba itu uang nya ada di sana ya," ucap Vio pada mbak kasir.


skip timezone


"del, kenapa lo gak terima aja sih? ya wajar lah dia kan suami lo, dia kayak gitu juga dia pengen anak dari lo." ucap Kevin.


"kevin tapi gw gak mau punya anak ya, gw gak sudi nikah sama dia." elak nya lagi.


"lo belajar nerima dia deh, dia anak baik kok, sopan, menghargai juga, kenapa gak ciba sedikit demi sedikit nerima dia?" tanya Vio.


"iya juga sih, yaudah nanyi gw coba deh buat nerima dia." jawab nya.


"giliran di omongin si Vio baru iya, giliran di omongin gw enggak mulu. Dasar bocah tokek!" kesal Kevin.


"yaudah sekarang kita anter lo pulang, lo harus minta maaf sama dia ya?" ucap Vio.


"iya deh," jawab nya pasrah.


"bener juga kata si kevin sama si vio, gw harus nerima dia" batin Adelia.


skip di hotel.


Tok..tok...tok...


Suara ketuka lintu terdengar di gendang telinga Galang, ia buru buru membuka pintu dan ternyata Adelia pulang dengab raut wajah lesu.


"kenapa pulang? Kenapa gak sama mereka aja? Sekarang lo mau apa lagi?" ucap Galang.


"kita juga ada di sini kok," ucap mereka tiba tiba.


"ish," desis nya lalu pergi ke dalam dan di ikuti oleh mereka bertiga.


"maaf, gw belum bisa nerima lo. Tapi gw berusaha nerima lo, jadi anggap aja kejadian hari ini karena ketidaksopanan gw aja." jelas Adelia, Galang menyimpan majalah yang ia pegang dari tangan nya.


"oh iya bro kita abang angkat mereka, lo gak usah takut kehilangan gitu" jelas kevin.


"ouh abang angkat nya, aku kira siapa. Maaf ya," ucap galang.


"iya mereka itu abang angkat online aku, mama sama ayah gak tau kevin cuman tau vio aja." jelas Adelia.


"iya iya aku paham, maaf ya udah salah paham sama kalian." ucap Galang pada Kevin dan Vio.


"udah ya jangan pada berantem lagi, gw mau ngurus anak sama istri gw dulu." pamit Vio dan kevin.


Selepas kepergian mereka, hanya tersisa Galang, Adelia dan keheningan.


"sayang, kenapa diam aja?" tanya Galang.


"gapapa," jawab Adelia dingin, ia fokus pada handphone yang ia genggam kini.


"liat apa sih?" tanya Galang, dan berusaha duduk dekat dengan Adelia.


"kok kamu liat yang kayak gitu sih?" tanya Galang lagi.


"bukan nya kamu pengen anak ya? Yaudah aku searching aja. Jadi gimana? Kan gw dah bilang mau nerima lo sedikit sedikit." jelas Adelia.


"yaudah nanti malem praktek ya," ucap Galang.

__ADS_1


"gak jadi, aku berubah pikiran nanti malem mau drakoran aja." sahut Adelia.


__ADS_2