
selepas pulang dari kantor ayah, Adelia merasa sangat capek karena sudah mencoba olahraga milik ayah nya. Ia pergi ke kamar nya, ia melirik ke arah jam dan sekarang pukul 15.00 tidak terasa begitu lama nya ia berada di kantor.
"Badan gue lengket banget ya tuhan" keluh nya.
Setelah itu ia pergi ke kamar mandi nya, dan...
"Yah sampo, sabun, odol semuanya abis terus masa gue mandi gak pake sampo sama sabun, dan odol. Jijik amat yakan" gerutu nya.
Setelah itu ia keluar dari kamar mandi nya dan pergi ke ke kamar mandi dekat dapur, setelah selesai mandi ia pergi ke kamar kak Garnia yang hampir dekat dengan kamar mandi dan tangga. Saat masuk ke dalam, suasana nya benar benar seram, entah mengapa begitu seram kamarnya apakah mungkin karena ada lukisan yang sangat menyeramkan bagi adeliq sehingga ia merasa begitu takut.
Namun, ia hampir saja lupa bahwa ia ingin menyampaikan sesuatu sehingga ia dengan mau tidak mau harus menulis di atas kertas. Jika ia memakai hp itu sangat tidak mungkin karena hp mya berada di atas di kamar nya.
Adelia menghelas nafas sembari tangan yang terus menari di atas kertas itu. Di dalam kertas tertulis bahwa ia sedang membutuhkan bantuan seorang kakak.
hi kak, maaf aku menulis surat untuk kakak aku tau kakak tidak suka ada orang yang mengirim surat. Kak aku butuh bantuan mu apa boleh nanti malam kita pergi makan malam berdua di luar aku tidak mau ada yang mendengar ucapan kita.
adelia
...****************...
setelah menulis surat ia segera kembali ke kamar nya, dan ia berpapasan dengan mama nya. "ah mama mengagetkan ku saja, maaf sudah menabrak mu mama" ucap ku sembari menundukan kepala, enath mengapa ia bersikap seperti seorang putri bangsawan.
"ah tidak apa apa sayang, salah mama juga tidak hati hati" ucap nya.
"mengapa kamu ada di sini, bukan nya kamu selalu ada di atas dan kamu biasanya malas untuk pergi ke bawah?" sambung nya lagi sembari terus bertanya tanya.
"aku kehabisan sampo, odol, sabun kesukaan ku hehe. jadi aku mandi di kamar mandi bawah" jelas ku.
"ouh gitu ya, yaudah cepet siap siap kita mau ke datangan tamu lagi. Entah tamu darimana lagi mama sudah tidak tahan yang terus menerus kedatangan tamu" ucap mama terus mengomel.
__ADS_1
adelia segera menaiki anak tangga dan berjalan ke arah kamar yang dekat dengan ruang kerja ayah nya. Ia sedikit mendengar keluh kesah ayah, seperti ayah benar benar kesulitan kali ini hingga ia benar benar memaksa adelia agar menjadi penerus di kantor nya, dan kemungkinan ayah berharap adelia bisa memperbaiki perekonomian di keluarga Gloria.
adelia segera masuk ke dalam kamar dan bergegas bersiap siap lalu membantu mama menyiapkan makanan ringan untuk tamu nanti. "heran mengapa hampir srtiap hari ada banyak tamu yang datang kemari, apa ayah bangkrut dan memiliki hutang dimana mana? Tapi tidak mungkin bahkan aku, Garnia, mama, dan ayah tidak suka berbelanja berlebihan dan menghabiskan uang dengan cara foya foya. Itu bukan tipe keluarga kami" batin adelia yang terus bertanya tanya mengapa banyak sekali tamu.
adelia berdiri di depan cermin wajah nya terlihat sangat pucat dan terlihat dari sorot mata seperti kelelahan. "aku harus banyak istirahat, lihat muka lesu sperti menahan lelah" batin nya yang terus berbicara dengan diri sendiri.
"ah iya aku lupa aku butuh bantuan kakak agar aku bisa kembali memiliki badan ideal" gumam ku
adelia segera turun ke bawah dan membantu mama ia benar benar sibuk dengan hari ini. Sekarang ia sedang sibuk membuat kue di dapur bersama mama dan para pembantu, walaupun sudah di bantu tetao saja ini benar benar melelahkan.
"Adel, boleh ayah bicara dengan mu sebentar?" tanya ayah.
"tentu saja boleh ayah, dengan senang hati aku menuruti ucapan mu ayah" ucap ku dengan sedikit membungkuk.
"ah kamu ini benar benar mirip dengan mama mu" puji ayah sembari mengelus kepala, mama dan para pembantu hanya tersenyum melihat ku yang sudah tidak tahan malu.
kami berdua berjalan menuju ruang kerja ayah, dan ayah terus menerus berbicara serius tentang status ku. Ayah benar benar bertanya apa aku suka dengan siapa? Sedang dekat dengan siapa? Terus saja menanyakan itu.
"iya?"
"ayah jujur aku memang sedang tidak dekat dengan siapapun, dan aku juga sedang tidak suka dengan siapa pun itu. Dan mengapa ayah bertanya seperti itu terus menerus kepada ku?" tanya ku, aku menunggu jawaban dari ayah yang sedari tadi hanya diam.
"jadi begini, teman ayah dan mama mu itu chat ayah dia bilang bahwa ia ingin putra mereka melamar kamu. Jadi itu alasan ayah terus menerus berbicara seperti itu pada mu" jelas nya.
"tapi ayah, aku tidak pantas untuk mereka. Mereka sempurna, lihat aku yang gemuk ini. Aku merasa mereka pantas mendapatkan yang lebih baik dari aku" tolak ku secara halus.
"tapi ayah juga ingin kau menikah sayang, ayah harap kau bisa menerima salah satu lamaran tunangan mereka" pesan nya.
"dan apa kau bisa membantu perekonomian keluarga kita, ayah bingung padahal kita tidak pernah boros tapi mengapa pengeluaran seperti lebih banyak dari yang ayah perkirakan" lanjut ayah.
__ADS_1
"kalau membantu perekonomian aku bisa, aku ahli dalam masalah uang" ucap ku, karena memang adelia sangat suka ketika membahas uang.
"tapi masalag menerima lamaran aku sedikit ragu" lanjut ku
......................
para tamu sudah sedari tadi datang dan menunggu kedatangan Adelia dan ayah turun, mereka benar benar serius dengan pembahsan kali ini.
"ayah ayo, mereka sudah menunggu mu di bawah" panggil mama.
"ayo, ini bisa di bicarakan lagi nanti" jawab nya.
"ma lihat aku dong bentar aja plis" mohon adelia.
"kenapa sayang?" ucap mama. mama menghampiri ku, dia seperti tau apa yang ada di benak ku.
"sayang?" panggil ayah ke pada mama dan adelia.
"kamu duluan aja" titah mama, lalu ayah pun pergi.
"ma bisa gak berhenti jodoh jodohin aku sama yang lain. Aku itu gak suka ma, aku benci sama perjodohan. please ma" mohon adelia.
"kali ini pasti orang yang tepat" mama memberi keyakinan pada adelia.
"apa alasan mama ayah ngejodohin aku?!" ucap nya.
"kita tadi nya tidak akan menjodohkan mu lagi, namun teman ayah dan mama memaksa kamu harus memilih di antara semua. Tenang hanya 7 pria saja yang akan datang" jelas nya.
"tenang dari mana nya ma, ini 7 masih mending kemaren satu" omel adelia. Mungkin menurut kalian ini tidak sopan tapi adelia benar benar ingin mengungkapkan semua yang ada di otak dan hati nya.
__ADS_1
"lihat saja nanti, pasti mereka akan tertarik pada mu. Ingat ya, ini 3 bulan ke depan pertemuan kamu dan mereka" ucap nya.
"ck mama nih" rengek nya.