Sang Penakluk Hati Mas Bulan

Sang Penakluk Hati Mas Bulan
Chapter 15


__ADS_3

Keesokan hari nya Adelia yang masih tertidur pulas, di bangunkan oleh teriakan sang Ayah. Ia hari ini benar benar malas untuk perrgi ke kantor ayah nya. Namun dengan terpaksa Adelia mengikuti apa yang ayah nya minta.


"ADELIA CEPET BANGUN KAMU!!" teriak ayah di dekat telinga Adelia.


"Ayah" rengek Adelia.


"Cepet mandi, kalo jam segini para karyawan belum pada dateng semua jadi leluasa ayo" ajak ayah.


"Yaudah iya iya bentar" ucap Adelia, langsung pergi kekamar mandi. Setelah selesai mandi Adelia, pergi walk in closet nya untuk memilih pakaian.


ketika ia sudah siap ia pergi ke bawah dan menemui ayah nya di ruang tamu, setelah itu ayah segera mengajak nya untuk pergi ke sana. Di tengah perjalanan Adelia tiba tiba merasa lapar, namun ia tidak berani berbicara kepada ayah nya. Saat sudah sampai di kantor, ia di tuntun oleh pak satpam di sana dan di sambut hangat oleh mereka.


"Selamat pagi tuan nyonya" sambut mereka.


"Kata ayah cuman sedikit kok ini banyak mana ada Gaffrey juga lagi" ucap Adelia kesal.


"Ya gapapa kan udah gak ada hubungan lagi kalian" sahut ayah.


"Iya sih tapi malu aja" jawab nya


Adelia dan ayah langsung pergi ke ruangan kerja Ayah, di sana benar benar lusuh. Semua ruangan sangat penuh sekali dengan sertifikat dan piagam penghargaan milik ayah. Dan sekarang, ia hanya di suruh duduk lalu ayah mengambil laptop nya dan menunjukkan kinerja para karyawan mya yang benar benar tidak teratur dan sangat semena mena.


"Lihat, mereka tidak bisa menjaga kebersihan kantor. Dan mereka bermalas malasan ketika ayah tidak ada di kantor" jelas ayah.


"Ayah mau kamu urus semua ini, ayah tau kamu masih kuliah tapi kamu bisa urus ini di sela waktu kosong kamu" pinta ayah.


"Dan lagi, kantor kita sering kedatangan kolega kolega teman ayah. Ayah malu jika kantor ayah lusuh, dan para karyawan yang seperti itu. Tolong kamu jaga ya amanat ayah, ayah serahkan semua ini kepada kamu ayah yakin kamu bisa" ucap nya.


"Baik ayah, aku bakal berusaha buat ayah" sahut Adelia.


"Sekarang kumpulin mereka semua di ruangan meeting" titah Adelia menyuruh Asisten ayah yaitu Gaffrey. Ia sedari tadi menemani dan mendengarkan semua ucapan Ayah dan Adelia.


"Baik" jawab nya.

__ADS_1


Sekarang Adelia berjalan bersampingan dengan ayah dan Gaffrey menuju ruang meeting, para karyawan menyepelekan Adelia mungkin karena Adelia gemuk. Namun ada juga yang merasa takut kepada nya.


"Liat tuh gemuk kek gajah" ucap salah satu karyawan.


Di sana semua karyawan beserta ob sudah berkumpul di sana. Adelia saat sampai masih diam dan tidak berbicara sama sekali, sekarang ayah memulai pembicaraan terlebih dahulu.


"Oke saya kumpulkan kalian semua di sini, saya hanya mengumumkan bahwa kedudukan saya di kantor sudah di ambil alih oleh anak bungsu saya Adelia Gloria Marion" ucap ayah, mereka semua bertepuk tangan dan menyorakin nya dengan meriah.


"Emang dia bisa apa coba paling cuman bisa makan doang" batin Gaffrey.


"Baik terimakasih, saya terima jabatan ayah dan sudah saya tanda tangani. Dan saya hanya bisa sedikit memberi info bahwa kerja dengan saya tidak boleh ada yang lalai, tidak boleh ada yang melanggar aturan kantor dan harus disiplin jika kalian melanggar semua nya gaji kalian saya potong" tegas Adelia.


"Baik nyonya Adelia" ucap mereka semua.


"Dih apaan sih pacar gue nurut amat ama si gembrlt satu ini" batin Gaffrey.


"Oke ob dan seketaris tolong ikuti saya, dan kalian semua pergi kerja." titah nya.


"Saya gak mau ya kamar mandi kantor kita gelap kayak gini, ini lampu nya kalian gak pernah ganti apa terus kaca kamar mandi kotor banget bersihini kamar mandi juga jangan bau." ucap Adelia.


"Dan sekarang kita ke taman" ajak nya, lalu mereka sedikit pergi ke taman.


"Ini coba kita lihat, banyak sampah sekali dan lihat kolam ikan tidak ada air tapi penuh dengan sampah. Coba kamu ob bersihin ya, dan kamu Gaffrey awasin mereka kalo gak beresin ini." ucap Adelia.


"Sekarang lihat ruangan saya dan ruangan meeting, lusuh dan kusam. Saya gak mau terlihat seperti ini, saya mau elegan dan wangi, bersih" ucap Adelia.


"Sekarang kita lihat ruangan jika ada tamu ayah"


"kok jadi gudang? Kenapa ini bisa seperti ini pokonya gudang bukan di sjni cepet beresin sekarang dan saya mau ini di hias dengan kursi dan meja yang sudah ayah pesan sekarang sudah ada di bawah dan sedang di bawa ke sini kalian bereskan. Besok saya datang kembali" ucap Adelia.


"Baik nyonya" sahut mereka semua.


"Sudah di catatkan, kalo sudah saya mau pergi pulang." ucap nya.

__ADS_1


"Sudah" sahut mereka.


Setelah mendengar jawaban mereka semua Adelia pergi ke ruangan ayah untuk mengajak ayah pergi pulang.


skip sampai di rumah.


"Akhirnya sampai juga" ucap Adelia.


"Kenapa capek ya?" tanya kakak Garnia.


"Iya hehe" jawab nya.


"Gapapa kan baru pertama kali," ucap kakak.


"Ouh iya kakak besok mau nge Gym kamu mau ikut gak?" tanya kakak Garnia.


"Boleh boleh tadinya Adelia juga ada rencana mau nge Gym dulu baru pergi ke kantor" jawab Adelia.


"Yaudah kalo gitu nanti kita bareng aja ke kantor nya kan rumah sakit deket sama kantor ayah" ajak kakak.


"Boleh boleh" ucap Adelia sangat semangat.


"Yaudah ya kak aku mau ke ruangan olahraga ayah dulu." pamitnya, kakak Garnia hanya mengangguk. Ia langsung pergi berlari menuju ruangan ayah.


"Gimana?" tanya mama kepada ayah.


"Bagus banget" jawab nya


"Berarti cocok" ucap mama.


"Cocok apa ma?" tanya kakak.


"Enggak" jawab mama.

__ADS_1


__ADS_2