
*****
" Eh ke kantin yuk " ajak Bram yg mulai bosan dengan suasana hening di kelas nya
" Boleh juga tuh " ucap Zahir yg juga mulai bosan dengan ponsel milik nya
" Kelas nih udah kayak nggak ada penghuninya aja " ucap Zahir yg melirik ke kanan dan kiri
" Lo juga ke kantin kan bi ??" Tanya Bram
" Hmm " ucap araby seraya mengangguk .
*****
" Eh itu kan dia " ucap tufy yg melihat sufi tengah duduk sendiri di ruangan kelas nya
" Oh iya ,tapi kok sendirian " pikir Zahir
" Emang dingin banget tuh orang " ucap Bram
" Iya ,sebelas dua belas kayak araby " ledek Bram
Araby sama sekali tidak mendengar kan lelucon dari teman teman nya ,ia malah penasaran dengan sufi ,
" ternyata masih ada orang yg sedingin diri nya di sekolah ini " pikir araby yg penasaran dengan sufi ,
" Dia tengah nulis apa ??" Pikir araby .
*****
Araby masih di selimuti rasa penasaran dengan sufi ,tapi lain halnya dengan teman teman nya araby , mereka pun ingin kembali melakukan taruhan buat dekatin sufi
" Gimana kalo kita taruhan lagi ??" Tanya Bram
" Ya ampun Bram !!!!"
" Lo ngak ada kapok kapok nya ya " ucap Zahir menggeleng ngeleng kan kepala nya
" Gue tuh penasaran dengan dia " balas Bram
" Penasaran ???" Tanya Zahir
" Iya penasaran lah"
" Lo liat penampilan dia " ucap Bram
" Dia tuh beda dari yg lain "
" Kayak ada sesuatu yg istimewa gitu " ucap Bram yg tidak memalingkan pandangannya dari sufi yg masih tengah duduk melamun di kursi nya
" Ya walaupun kadang Lo tuh ,kalo ngomong ngak masuk akal , tapi kali ini gue setuju sama omongan Lo " ucap Zahir
" Gue juga ngerasain ,kalo dia tuh beda dari yang lain , "
" Dan gue pun juga merasakan ada sesuatu yang istimewa dari dia " ucap Zahir sambil mengangguk nganguk kan kepala nya
Zahir merupakan satu satunya teman araby yg berpikir secara logis untuk hal apapun
Zahir yg paling rasional ketika sedang berbicara dengan orang lain , makanya Zahir di kenal dengan sebutan " Zahir si calon profesor " sebutan dari teman teman di sekolah nya
Zahir juga merupakan anak dari seorang politikus yg bekerja di Landon ,maka tidak heran jika Zahir berpikir secara logis dan rasional untuk masalah apa pun .
*****
," Ya udah kalo gitu biar gue aja yg coba " ucap Zahir mengajukan diri
__ADS_1
" Lo yakin ???" Ledek Bram tidak percaya jika Zahir bisa dekat dengan sufi
" Ya yakinlah ," ucap Zahir dengan mantap
" Lo semua liat ya , gimana cara gue dekatin dia " ucap Zahir yg sudah ada rencana untuk bagaimana cara mendekati sufi yg memiliki kepribadian Introvert itu
" Kalo Lo ngak berhasil ,Lo yg bayar kita di kafe andalasia itu " ucap Bram
" Ok " balas Zahir
" Tapi ..."
" Kalo gue berhasil ,Lo bayar 2 kali lipat gimana ???" Ucap Zahir yg taruhan dengan Bram
" Ok , siapa takut " ucap Bram .
*****
Araby masih terus memperhatikan sufi yg masih dalam lamunan nya itu ,dan sekaligus melihat bagaimana cara Zahir untuk mendekati sufi
Araby sudah memprediksi ,jika Zahir pasti berhasil untuk dekat dengan sufi yg dingin itu
" Gue ngak yakin kalo dia tuh bisa berhasil " ledek Bram
" Belum tentu " ucap araby
" Maksud nya ???" Tanya Bram
" Zahir pasti berhasil , dia yg paling rasional di antara kita " ucap araby yg tengah menatap ke arah sufi .
*****
" Hai " sapa Zahir dengan senyum di bibir indah nya
" Hmm " balas sufi yg masih tengah membaca buku yg ia bawa dari rumah
" Iya boleh " balas sufi yg masih asik membaca buku nya ,Tampa sedetik pun melihat ke arah Zahir yg tengah berusaha mendekati diri nya
Zahir pun mencoba melihat judul buku yg tengah di baca oleh sufi
" Oo kamu baca buku ini " ucap Zahir yg melihat jika sufi tengah membaca buku " Learn to my self "
" Btw nama kamu siapa ???" Tanya Zahir dengan hangat
" Sufi " balas sufi yg masih tengah membaca buku milik nya
"" Oo gitu ,nama yg bagus , sesuai dengan kepribadian nya " ucap Zahir yg mulai meluncur kan aksinya
Sufi yg mendengar ucapan yg barusan keluar dari mulut Zahir ,pun lantas menutup buku nya dan segera menatap Zahir yg tengah duduk di depan nya
Zahir pun nampak tersenyum ketika sufi menatap diri nya
" Kamu kok di sini sendirian ???" Tanya Zahir
" Ngak apa apa kok , aku cuman malas aja untuk keluar kelas " balas sufi
" Kamu emang suka baca ???" Tanya Zahir yg merasa jika sufi sudah mulai mau berbicara dengan nya
" Iya " balas sufi
" Hmm , kamu lagi bikin puisi ya ???" Tanya Zahir yg melihat jika sufi sudah selesai menulis sebuah puisi yg berjudul " memories "
" Oo iya " balas sufi
" Dari judulnya kayak nya bagus " puji Zahir
__ADS_1
Sufi pun membalas pujian dari Zahir dengan sangat bahagia .
*****
"Mampus Lo Bram "
" Kayak nya Lo akan tekor deh " ledek Richard
" Buset dah si Zahir ,dia bisa ngomong lebih dari 2 menit sama sufi " ucap tufy yg menggeleng ngeleng kan kepala nya
" Tuh sih Lo ,"
" Lo dekatin dia cuman lewat mimpi ,tuh liat si Zahir ,dia dekatin nya real " ledek Richard
" Kayak nya Zahir satu langkah lebih maju dari kita nih " ucap Richard .
*****
" Boleh aku baca ngak puisi nya ???" Tanya Zahir
" Oo gimana ya ???" Pikir sufi
" Ya udah deh " balas sufi yg segera memberikan buku nya ke Zahir untuk ia baca
" Makasih "
" Aku baca ya puisi nya " ucap Zahir dengan sangat lembut
Melodi lamunan ku kembali lagi
Membawa lamunan ku terus menepi
Mata ku yg selalu menatap jauh tentang semua ini
Semuanya kembali terbayang di benak ini
Yang membuat ku tak berani menatap mimpi ini
Semua yg ku ingat hanya tentang kerinduan kepedihan kebohongan yang terjadi di masa lalu ku ini
Baca Zahir dengan mata yg berkaca kaca ketika melihat setiap kata yg teruntai di sajak puisi nya sufi yang sangat menyentuh kalbu nya Zahir
" Wah puisi kamu bagus banget " puji Zahir
" Pemilihan kata nya sangat bagus " puji Zahir
" Makasih " balas sufi
" Kamu belajar bikin puisi dari mana ??" Tanya Zahir
" Dari buku referensi " ucap sufi yg mulai nyaman ketika berbicara dengan Zahir
" Oo gitu , pantesan , puisi nya bagus banget " puji Zahir
" Aku juga mau coba bikin puisi boleh ???"
" Ntar kamu komen ya " ucap Zahir
" Iya " balas sufi dengan senyum
Zahir pun mencoba memikirkan puisi apa yg akan ia buat , Zahir pun tersenyum manis ketika melihat kecantikan alami sufi ,dan Zahir pun berhasil mendapatkan inspirasi ketika ia menatap sufi dengan sangat dalam
" Jika rasa tercipta untuk di rasakan
Lantas untuk apa dia harus di ungkapkan
__ADS_1
Jika sebuah pilihan tercipta untuk di pilih
Lantas untuk apa dia harus di jelaskan ".