SAY ; YOU LOVE ME

SAY ; YOU LOVE ME
sesak di dada ku melihat banyak yg menginginkan mu


__ADS_3

*****


Di ruang kerja pak Agra check ✨✨✨


" Seperti nya Sufi sudah keluar deh "


" Apa saya samperin aja ke kelas nya ??" Pikir pak Agra yg langsung mengangkat telfon


" Iya,halo pa " ucap pak Agra yg segera membereskan semua bahan bahan ajar yg ada di meja nya


" Kamu bisa ke rumah sakit sebentar ???" Tanya papa nya pak Agra


" Kalo sekarang belum bisa pa,tapi mungkin sore nya baru bisa "


" Agra masih ada urusan yg harus di selesaikan hari ini pa "


" nanti sore aja ya pa,Agra ke rumah sakit nya "


" Agra matiin dulu telfon nya " jawab pak Agra yg segera keluar dari ruangan majelis guru dan segera menuju ke kelas nya sufi .


*****


Sufi yg sudah menunggu pak Agra di tempat yg sudah di janjikan,hanya menunggu sambil membaca buku yg berjudul ( jangan dekati aku wahai akhwat)


" Hai sufi "


" Maaf ya saya buat kamu menunggu dengan lama " pak Agra yg sedikit merasa bersalah dengan sufi, seharusnya dia yg menunggu sufi bukan sebaliknya


" Iya,ngak apa apa kok pak " balas sufi dengan senyum manis di bibir indah nya,


Yg membuat Jantung pak Agra berdetak dengan sangat kencang


" Saya belum pernah merasakan ini "


" Tapi...., kenapa hari ini jantung saya berdebar dengan sangat kencang nya ??? " Pikir pak Agra dalam hati nya


Pak Agra yg tidak mau kelihatan nerveus saat bersama dengan sufi, langsung membuka pembicaraan


" Baiklah sufi,kita ke kafe dekat sini aja "


" Tapi kamu tenang aja,"


" Kita jalan kaki kok, bukan naik mobil saya " ajak pak Agra


Pak Agra sudah mempelajari tentang wanita dan Islam dari buku yg ia beli belakangan ini


" Iya pak " balas sufi yg senang dengan keputusan yg di ambil oleh pak Agra


Sufi sebenarnya belum mengetahui jika pak Agra itu seorang ateis, karena sufi tidak pernah sibuk mengurus urusan orang lain .


*****


Araby yg sudah berada di rumah nya dengan wajah yg sangat berantakan


" Den araby kenapa ???" Tanya si mbok yg tengah mengepel lantai dekat tangga rumah


" Nggak apa apa kok mbok " balas araby yg segera menuju ke arah dapur untuk menenangkan pikiran nya dengan meminum minuman dingin


" Kenapa hati gue sakit kayak gini ???"


" Gue bukan siapa siapa nya sufi ???"


" Tapi..., kenapa"


" Gue ngerasain sesak banget dada gue, Melihat pak Agra yg berusaha dekat dengan sufi ,???"

__ADS_1


" Apalagi Richard juga menyukai sufi "


" Gue harus apa ???" Pikir araby yg bingung harus bagaimana untuk menghadapi masalah cinta yg tengah di alami nya .


*****


Araby yg masih berada di dapur yg berusaha untuk menenangkan pikiran dari masalah cinta yg tengah melanda


Tiba tiba saja si mbok datang memanggil dan berucap


" Maaf den, ada den Richard yg nunggu den di ruang tamu "


" Oh iya mbok, saya akan ke sana " araby yg segera menuju ke ruang tamu untuk bertemu dengan Richard


" Eh chard,ada apa ??" Tanya araby yg langsung duduk dan berucap pada si mbok


" Mbok, bikinin Richard jus ya mbok "


" Baik den " balas si mbok yg segera menuju ke arah dapur untuk membuat kan jus untuk tamu nya araby .


*****


" Gini bi,aku mau minta saran dari kamu ??" Tanya Richard dengan ekspresi wajah serius


Araby yg bisa membaca ekspresi wajah nya Richard, langsung berucap dalam hati


" Apa ini tentang sufi???"


" Ini jus nya den Richard " si mbok yg meletakkan jus di hadapan Richard


" Iya mbok, makasih " balas Richard yg segera meminum jus tersebut .


*****


" Ya udah,gue ganti pakaian dulu ya " araby yg segera menuju ke kamar nya


" Richard pasti mau ngomong masalah sufi sama gue "


" Apa gue harus relakan sufi untuk teman gue ??" Pikir araby sepanjang ia menaiki tangga menuju ke kamar nya yg berada di lantai 2.


*****


" Lo emang teman gue satu satunya yg bisa gue andalin bi " puji Richard yg bersyukur memiliki teman seperti araby, walaupun berbeda keyakinan,tapi araby tak pernah mempermasalahkan itu semua


" Ini bukan nya ...., tulisan araby ???" Richard yg segera mengambil sebuah kertas selembar dan langsung membaca apa yg tertulis


""Walaupun kita dekat


Seperti perangko yang terikat


Tapi untuk urusan hati yg sudah mengikat


Aku bingung...,


Apakah aku akan memilih teman yg sudah terjalin dengan erat


Atau kah ...


Aku memilih untuk mengungkapkan perasaan yg sudah melekat dengan erat ."


" Ini  maksudnya apa ??" Tanya Richard yg tidak begitu mengerti tentang makna tersirat dalam sebuah puisi .


*****


" Ya udah yuk " araby yg sudah bersiap siap

__ADS_1


Tapi tiba tiba saja langkah araby terhenti, ketika melihat Richard memegang sebuah kertas yg berisikan curahan hati nya yg di salurkan melalui puisi


" Aduh..., kenapa bisa ketinggalan di situ lagi" araby yg sangat cemas jika Richard akan salah paham kepada nya


" Eh araby,Lo udah siap "


" Ini puisi Lo ??" Tanya Richard pada araby


Araby yg sangat cemas,jika Richard akan salah faham pada nya


" Iya chard,itu cuman...., Puisi untuk gue latihan musikalisasi puisi doang kok "


" Semoga Richard percaya " pinta araby yg di sertai dengan keringat dingin di wajah nya


" Oo gitu, ya udah yuk " ajak Richard yg percaya dengan omongan araby


" Huh, syukur lah " lega nya araby .


*****


" Di saja aja kali ya " ajak pak Agra pada sufi


" Iya pak " balas sufi yg masih menunduk kan kepala nya ke bawah


Pak Agra yg melihat semua tingkah aneh nya sufi


" Jujur,baru kali ini saya lihat perempuan seperti kamu,sufi "


" Saya semakin penasaran dengan kamu"


" Apalagi dengan agama kamu " pak Agra dengan raut wajah berseri tapi di sertai dengan raut wajah penuh misteri


" Oh iya,kamu kalo ke sekolah naik motor apa naik mobil ??" Tanya pak Agra ketika mereka berdua sudah berada di dalam kafe


" Saya jalan kaki pak,tapi terkadang saya juga naik bis kok pak  " balas sufi tanpa sedikit pun menatap wajah nya pak Agra


" Jalan kaki !!!!"


" Rumah kamu di mana ??" Tanya pak Agra yg semakin penasaran dengan sufi


" Di jalan Cempaka pak " balas sufi tanpa sedikit pun menatap wajah nya pak Agra .


*****


" Lo masuk duluan aja bi,"


" Gue mau ke toilet bentar " Richard yg segera menuju ke arah toilet kafe


" Itu ......, bukan nya sufi dan pak Agra???"


" Mereka berdua ngobrol di sini ???" Araby yg semakin merasakan sesak terhadap apa yg ia lihat


"Hancur sudah harapan ku


Melihat semua yg terpampang jelas di mata ku


Hati ku menjerit,tapi kepada siapa aku mengadu


Aku seperti nahkoda yg selalu menantang maut ku


Sudah jelas kamu dan aku tak kan bisa bersatu


Tapi mengapa????"


Hati ku selalu berkata..... Kamu akan jadi milik ku ".

__ADS_1


__ADS_2