SAY ; YOU LOVE ME

SAY ; YOU LOVE ME
dilema harus di turuti atau menuruti


__ADS_3

*****


" Lo masuk duluan aja bi,"


" Gue mau ke toilet bentar " Richard yg segera menuju ke arah toilet kafe


" Itu ......, bukan nya sufi dan pak Agra???"


" Mereka berdua ngobrol di sini ???" Araby yg semakin merasakan sesak terhadap apa yg ia lihat


"Hancur sudah harapan ku


Melihat semua yg terpampang jelas di mata ku


Hati ku menjerit,tapi kepada siapa aku mengadu


Aku seperti nahkoda yg selalu menantang maut ku


Sudah jelas kamu dan aku tak kan bisa bersatu


Tapi mengapa????"


Hati ku selalu berkata..... Kamu akan jadi milik ku ".


*****


" Richard ngak boleh lihat ini semua " araby yg berpikir jika Richard pasti akan lebih cemburu melihat sufi dekat dengan pak Agra


" Eh bi,mau ke mana ???" Tanya Richard yg ingin masuk ke dalam kafe


" Ngak usah di sini aja chard "


" Mendingan di kafe lain aja " araby yg segera mengajak Richard menuju ke arah mobil nya


" Kenapa???" Tanya Richard


" Gue ngak suka sama menu nya "


" Di kafe lain aja ya " ajak araby


" Oalah, masalah itu "


" Sorry ya, habisnya gue ngak tau selera konglomerat kayak Lo " ledek Richard


" Hm"


" Richard ngak boleh lihat ini semua "


" Tapi....., kenapa pak Agra ajak sufi makan di luar ???" Araby yg berpikir keras tentang apa yg barusan ia lihat.


*****


" Oh iya pak, mau ngomong apa pak sama saya " tanya sufi yg tidak ingin terlalu lama berbicara dengan pak Agra


" Oh iya,maaf saya lupa "


" Jadi gini...."  Pak Agra yg memberhentikan pembicaraan nya


" Apa sudah Waktunya saya ngomong ini semua ???" Pikir pak Agra


" Iya , mau ngomong apa pak ???" Tanya sufi


" Jadi gini,kita kan ada perlombaan cerdas cermat nanti nya, panitia nya itu bapak,"


" Kamu kan tau, kalo saya masih baru ngajar di sekolah kamu "


" Saya belum ngerti tentang karakter para siswa dan siswi di sekolah "


" Jadi....., bapak ingin minta bantuan sama kamu "

__ADS_1


" Bapak mau minta bantuan apa sama saya pak ???"tanya sufi yg sedikit lega karena pak Agra tidak mempermasalahkan nilai fisika dan pendidikan jasmani nya


" Kamu kan, salah satu murid favorit di sekolah,"


" Jadi...., saya ingin minta tolong sama kamu,kamu bisa kan cariin murid yg memang cukup pintar di bidang akademik nya " tanya pak Agra


" Aduh, gimana ya pak " sufi yg bimbang harus menjawab apa,tapi ketika sufi melihat ekspresi wajah nya pak Agra,ia merasa bersalah jika harus menolak pak Agra yg tengah membutuhkan bantuan nya


" Ya udah pak, saya akan berusaha cari siswa yg pintar di bidang akademik nya pak " jawab sufi


" Makasih ya sufi, kamu sudah mau menolong saya" pak Agra yg bersyukur jika sufi mau membantu nya .


*****


" Di sini aja bi " Richard yg melihat kafe yg cukup mewah dari segi desain nya


" Ya udah " balas araby yg masih saja memikirkan apa yg ingin di bicarakan oleh pak Agra pada sufi .


*****


" Pelayan " panggil Richard pada salah satu pelayan di kafe


" Iya dek,mau pesan apa ???" Tanya pelayan dengan ramah


" Saya mau mesen ramen nya satu,sama....., Jus lemon nya "


" Lo mau mesen apa Bi ???" Tanya Richard


" Gue sama aja " balas araby yg masih memikirkan sufi dan pak Agra


" Berarti ramen nya dua sama jus lemon nya dua " pesan Richard pada pelayan


" Baik dek, silahkan di tunggu " balas pelayan yg segera menuju ke arah dapur kafe .


*****


" Oh iya chard,mau ngomong apa ???" Tanya araby


" Kan setelah selesai perlombaan musikalisasi puisi,"


" Sekolah kita juga di undang untuk perlombaan cerdas cermat kan,"


" Hm" balas araby yg menyimak dengan seksama tentang apa yg di bicarakan oleh Richard


" Jadi...,gue mau belajar sama Lo "


" Lo kan pintar tuh,"


" Gue mau ikut daftar untuk perlombaan cerdas cermat nya bi "


" Lo mau kan bantuin gue " Richard yg berbicara dengan penuh harap pada araby


" Udah tentu boleh lah chard,"


" Apalagi itu semua demi kemajuan Lo kan "


" Udah pasti gue dukung lah " balas araby yg senang, dengan perubahan sikap nya Richard,yg sudah berubah ke arah yg lebih baik lagi .


*****


Pukul 15 .10 menit


" Baiklah sufi, terima kasih karena sudah mau membantu saya " ucap pak Agra


" Iya pak, sama sama "


" Ya udah kalo gitu,saya pulang dulu ya pak " Sufi yg meminta izin pada pak Agra untuk pulang duluan, karena ada Janji dengan Sani


" Mau saya antar ???" Tanya pak Agra yg ingin lebih mengenal sufi

__ADS_1


" Eh ngak usah pak,saya bisa pulang sendiri, lagian saya ada janji sama teman saya sekarang pak " tolak sufi


" Oo gitu,ya udah kamu hati hati di jalan nya ya " ucap pak Agra


" Iya pak "


" Saya pulang dulu ya pak " sufi yg melangkah ke arah luar kafe


" Eh tunggu sufi ." Pak Agra yg berusaha mengejar Sufi yg sudah berada di luar kafe


" Iya ada apa pak ??" Tanya sufi


" Kita kan belum tukaran nomor hp ??" Tanya pak Agra


Sebenarnya sufi tidak pernah memberikan nomor telepon nya kepada orang lain , apalagi kepada laki laki


Sebenarnya kepada araby pun sufi terpaksa memberikan nomor telepon nya, karena ia dan araby adalah perwakilan dari sekolah,dan butuh banyak waktu untuk mencocokkan chemistry dalam perlombaan musikalisasi puisi nanti nya


" Oh iya pak " sufi yg memberikan nomor telepon nya pada pak Agra


" Kalo gitu saya permisi dulu ya pak " sufi yg bergegas ke arah halte dekat kafe tersebut


" Cuman araby sama pak Agra doang yg aku kasih nomor hp ku " pikir sufi yg terus berjalan ke arah halte bis.


*****


Araby dan Richard yg masih berada di kafe dengan interior yg sangat megah tersebut


" Jadi....,Lo kapan bisa ngajarin gue bi ???" Tanya Richard dengan semangat


" Terserah Lo aja chard,Lo bisa nya kapan " balas araby yg segera meminum jus lemon nya


" Kalo nanti malam gimana ???"


" Besok kita kan juga ulangan, sekaligus belajar materi untuk besok " jawab Richard dengan penuh semangat


" Hmm,boleh,Lo bisa datang ke rumah gue ntar " Jawab araby


" Aduh .....,perut gue!!!"


" Gue ke toilet dulu ya " Richard yg segera berlari ke arah toilet kafe.


Karena saking terburu-buru nya, Richard sampai menabrak pelayan yg tengah membawa hidangan bagi pelanggan kafe tersebut


" Eh,maaf maaf mbak "


" Nanti saya ganti " Richard yg segera berlari menuju ke arah toilet kafe .


*****


Araby yg masih saja memikirkan sufi dan pak Agra yg barusan ia lihat di kafe


" Pak Agra ngapain ajak sufi makan di kafe mahal kayak gitu ???" Pikir araby


Araby yg melihat pelayan membawa sebuah buku yg berwarna hijau ke biru biruan,


" Mbak,saya boleh minta kertas nya satu lembar,dan boleh pinjam pulpen nya bentar ??" Tanya araby


" Boleh dek " balas pelayan


" Makasih ya mbak " balas araby, dan segera menulis kegelisahan cinta nya melalui maha karya puisi


"Semua orang punya mimpi


Begitu juga aku


Aku punya mimpi untuk bisa memiliki mu


Tapi mengapa ????

__ADS_1


Mimpi ku seakan sulit untuk di raih


Dilema antara harus di turuti atau menuruti ."


__ADS_2