
" Lo kenapa fi ???? " Tanya Sani ketika masuk ke kelas
Sufi yg mendengar suara Sani pun langsung menyeka air matanya
" Lo habis nangis ya ??? " Tanya sufi cemas
" Enggak kok ,gue cuman kelilipan doang " ucap sufi
" Mereka lagi kan ??? " Tanya Sani dengan muka penuh amarah
" Enggak kok san , "
" Gue tuh tadi jatuh " ucap sufi menunjukkan luka di lutut nya
" Oo gitu ,Lo bikin gue cemas aja "
" Ya udah ,gue beli in hansaplas dulu ya " ucap Sani
" Iya san , makasih ya " ucap sufi dengan senyum yg terukir di bibir mungil nya .
*****
Sufi yg kembali sendiri pun lantas berucap dalam hati
" Huh " ucap sufi dengan lega
" Untung Sani percaya ,kalo ngak, bisa bisa yumi di labrak ntar " ucap sufi
Sufi termasuk tipikal orang yang tidak ingin orang lain mengetahui tentang masalah pribadi nya , dan sufi tidak pernah mengatakan sesuatu yang bersifat privasi atau pun bukan privasi kepada orang lain , bahkan kepada sahabat nya , ia tau jika orang lain punya masalah yang lebih berat dari yang di alami oleh sufi.
*****
Sani yg sebenarnya masih berdiri sembunyi di depan pintu , tiba tiba Tampa sengaja menitikkan air mata nya ,ia begitu merasa iba dengan apa yang di alami oleh sufi
" Fi ,Lo orang yang paling kuat yg gue temui " ucap Sani dengan air mata yg membasuh muka nya
" Gue akan balas semua perbuatan mereka !!!" Ucap Sani dengan mata yang berapi rapi .
*****
Sani pun langsung mendobrak pintu kelas nya yumi
" Hei yumi !!!!" Suara lantang sufi pun terdengar di ruangan kelas nya yumi
Yumi dan teman teman nya yg tengah memainkan ponselnya ,pun lantas berucap
" Eh , teman si tukang nasi goreng rupanya " ejek yumi
Yumi yang tengah naik pitam pun langsung menghampiri meja nya yumi ,dan menyiram yumi dengan air yg sengaja ia bawa
" Eh Lo apa apaan !!!" Ucap yumi dengan sangat marah di karenakan hampir semua pakaian nya yumi basah
" Seharusnya gue yg nanya kayak gitu sama Lo ??!!!!" Ucap Sani dengan amarah yg belum meredam
" Lo apain sufi !???" Tanya Sani dengan wajah yg ingin sekali menampar yumi
" Gue ngak apa apain dia kok " balas yumi dengan sedikit ketakutan ketika melihat Sani semakin memuncak rasa amarah nya
" Lo jangan bohong !!!" Ucap Sani dengan memukul meja nya yumi dengan sangat keras
" Lo yang bikin lutut sufi terluka kan ?!!!" Tanya Sani dengan amarah
" Ini belum seberapa "
" Awas kalo Lo berani gangguin sufi !!"
" Gue ngak akan segan lagi sama Lo !!!" Ancam Sani dan langsung meninggalkan ruangan kelas yumi .
*****
" Araby " ucap Zahir yg ketika melihat araby baru masuk ke lingkungan sekolah
__ADS_1
Araby yg mendengar suara Zahir pun langsung melihat ke arah kantin ,di mana di sana sudah ada teman teman nya yg tengah bersenda gurau
Araby pun segera menuju ke kantin untuk bergabung dengan teman teman nya
" Lo tau ngak , kayak nya kita akan makan enak selama sebulan nih " ucap Richard Melirik ke Bram
" Maksud Lo ???" Tanya araby yg masih belum mengerti
" Ada yg lagi kalah taruhan " bisik Richard ke telinga araby
" Gue bisa dengar ya !!" Ucap Bram
" Bisa bisa nya Lo ejek gue di kondisi kayak gini !!" Ucap Bram yg tengah menahan amarahnya
" Kalah taruhan ???"
" Siapa ????" Tanya araby
" Tuh si cowok sok tampan " lirik Zahir
" Kalah taruhan gimana ???" Tanya araby
" Pake acara sok deketin dia !!" Ledek Zahir
" Maksud Lo apaan sih ,??"
" Gue ngak ngerti nih " ucap araby
" Lo liat kan kemaren cewek yg ada di perpus ???" Tanya tufy
Araby mengangguk dengan pemikiran kemana mana
" Nih ,si Bram taruhan untuk deketin dia "
Araby hanya diam di saat teman teman nya yg tengah berselisih paham
" Se istimewa apakah dia ???"
" Sampai sampai teman gue taruhan demi dia ??" Pikir araby dalam hati .
*****
" Huh , emang pantas geng nya yumi dapat itu semua " ucap salah seorang siswa dari kelas nya
"
Yumi kenapa ???" Bisik Richard ke teman teman nya
Teman teman nya araby hanya menaikkan bahu , seakan tidak mengetahui apa yang tengah terjadi
" Ada masalah ya ???" Tanya tufy ke teman sekelas nya
" Eh iya " balas teman sekelas araby
" Ada masalah apa ??? " Tanya Zahir
" Sani anak kelas bahasa tiba tiba saja melabrak yumi ke kelas kita " ucap teman sekelas araby
" Sani ????, emang yumi bikin masalah apa ??" Tanya Richard
" Kurang tau juga sih "
" Tapi..... Tadi Sani bilang kalo yumi yg bikin lutut nya sufi luka " penjelasan dari teman sekelas araby
" Oo gitu ,ya udah , makasih ya infonya ," ucap Zahir .
*****
" Si yumi jahat banget sih " ucap Bram mengepal tangan nya
" Tau , salah apa si sufi sampai ia di bikin terluka kayak gitu " ucap tufy
__ADS_1
Araby seperti biasa nya ,ia hanya diam ketika teman teman nya tengah berbicara
Tapi dalam hati ,araby juga penasaran , kenapa yumi sampai tega membuat sufi terluka
Araby pun hanya bisa berdialog dengan diri nya sendiri tentang masalah yg sebenarnya tidak begitu penting untuk di pikirkan oleh nya
Tapi entah mengapa ,araby selalu memikirkan tentang masalah yg tengah di alami oleh sufi
*****
Yumi dan geng nya yg tengah berada di dalam toilet putri , terlihat sangat jelas jika yumi sangat bertambah marah kepada sufi dan Sani
" Awas aja mereka berdua !!!"
" Udah bikin baju gue basah "
" Dan udah bikin gue malu di kelas " ucap yumi sambil memukul tembok dengan wajah yg di penuhi oleh amarah
" Gue akan balas semua perbuatan mereka !!" Ucap yumi dengan penuh amarah .
*****
" Hai fi "
" Nih " ucap Sani segera memberikan hansaplas kepada sufi
" Makasih ya san " balas sufi
" Tapi ,...,kok Lo lama banget ???" Tanya sufi
" Oo itu ,gue tadi ke toilet bentar ," ucap Sani berbohong .
*****
" Baiklah anak anak , setelah kami majelis guru berembuk tentang karya kalian ,kami telah menemukan pemenang nya " ucap pak Samuel
" Dan pemenang nya adalah ..... " Ucap pak Samuel yg membuat Jantung para siswa di kelas bahasa seakan copot ,di karenakan tengah menanti siapa kah yang akan menjadi pemenang nya dan sekaligus mewakili sekolah di ajang tingkat kabupaten
" Sufi !!!" Ucap pak Samuel
Semua siswa pun memberikan tepuk tangan yg meriah untuk keberhasilan sufi
" Baiklah sufi , selamat atas keberhasilan kamu "
" Kamu di persilahkan untuk ke perpus , untuk membuat 1 buah puisi yg mengandung makna tersirat sekaligus ada unsur komedian nya untuk di tempelkan di mading " ucap pak Samuel
" Baik pak " balas sufi .
*****
Sufi pun sudah berada di dalam perpus ,ia tengah tampak memilih buku yang akan di jadikan referensi untuk membuat puisi kali ini
Dan sufi telah menentukan pilihan nya , pilihan sufi kali ini jatuh kepada buku yang berjudul " surga di telapak kaki ibu " dan " sudut kecil seorang wanita " ,sufi menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk membaca buku referensi yg telah ia pilih , selanjutnya sufi melanjutkan dengan menulis sebuah maha karya ( puisi )
" Berbicara tentang perempuan
Berarti , kita berbicara tentang ibu
Sosok perempuan tangguh
Tempat kita berteduh membasuh peluh
Dia yang mengangkat kita dan memberikan semangat baru
Kalau jatuh dan tak bisa bangkit lagi
Itu rumor butiran debu
Laki laki dan perempuan pada dasarnya Adalah satu
Yang ketika hilang memunculkan rasa rindu
__ADS_1
Keduanya di cipta bukan untuk beradu siapa yang lebih maju
Tapi di cipta untuk saling membantu dalam doa penghulu " .