
"Akhirnya selesai juga ujian ini."ujarku lega.
"Iya,Sya."jawab Rifat.
Ya hari ini ujian kenaikan kelas telah selesai.
"Sya kita kan ada libur selama tiga hari,gimana kalau kita pergi ke suatu tempat."ujar Rifat.
"Memamngnya kamu mau ke mana,Fat.??"tanyaku.
"Aku rencananya mau pergi ke rumah pamanku di desa A***."ujar Rifat.
"Paman yang mana,Fat."tanyaku.
"Itu paman Deri,saudara dari ibuku."ujar Rifat.
"Oh gitu."ujarku yang memang tidak mengetahui saudara dari ibunya Rifat.Aku hanya tahu Paman Heri dan bibi Resti saja,yang merupakan saudara ayahnya Rifat.
"Memangnya dia menyuruh kamu ke sana.??"tanyaku.
"Iya,Sya.Dia bilang kalau aku ada libur berkunjung ke tempatnya,Sya."ujar Rifat.
"Di sana ada sepupuku juga,Mega dan Zaki."ujar Rifat.
"Jadi,kamu mau ngajak aku ke tempat pamanmu.??"tanyaku.
"Iya Nasya,kalau kamu mau sih.Tempatnya juga nggak terlalu jauh hanya sejam saja dari desa kita."ujar Rifat menjelaskan.
"Gimana ya,Fat.Aku nggak yakin ayah dan ibu ngizinin aku buat pergi."ujarku.
"Kamu tenang aja,nanti aku minta bantuan paman Heri dan nenek biar ngomong sama ayah dan ibumu."ujar Rifat.
"Ya udah kalau gitu,nanti aku coba tanya ayah dan ibu dulu."ujarku.
"Baiklah,Sya.Kalau gitu ayo kita pulang ke rumah."ajak Rifat.
**
"Assalamu'alaikum."ucapku setelah sampai di rumah.
"Wa'alaikumssalam."jawab adikku yang sedang bermain mobil-mobilan.
"Ayah dan ibu mana dek.??"tanyaku yang tidak melihat keberadaan mereka.
"Lagi di kebun kak."jawab Fadhil.
"Terus nenek ke mana.??"tanyaku lagi.
"Nenek lagi di kamarnya,kak."jawab Fadhil sambil terus bermain.
"Ya udah,kalau gitu kakak ke kamar dulu ya dek.Kamu main aja di rumah,jangan ke mana-mana."ujarku kemudian beranjak ke kamarku.
Sore hari,ayah dan ibu sudah kembali ke rumah.
Aku segera membantu ibu mengeluarkan buah jeruk hasil panen hari ini.
"Lumayan banyak juga hasil panen jeruknya."ujarku pada ibu.
__ADS_1
"Iya alhamdulillah,nak."ujar ibu.
"Kamu udah selesai ujiannya kan Nasya.??"tanya ayah yang sedang memilih buah jeruk yang akan di bagikan pada tetangga.Ayah memang seperti itu setiap kali selesai panen,berbagi hasil panen dengan para tetangga.
"Iya aku sudah selesai ujiannya."jawabku.
"Terus udah libur besok.??"tanya ayah.
"Iya ayah,kami diberi libur selama tiga hari."jawabku.
"Gimana kalau besok pagi kalian semua ikut ayah ke kota ngantar hasil panen jeruk."ujar ayah pada aku dan ibu.
"Wah ibu mau,yah."ujar ibu senang.
"Gimana,Sya ?? Sekalian liburan gitu."ujar ayah.
"Aduh gimana nih,aku kan mau di ajak Rifat ke rumah pamannya."ujarku dalam hati.
"Iya sayang,kita ikut ayah ke kota ya."ujar ibu menimpali.
"Memangnya kita nginap di sana,yah.??"tanyaku.
"Iya kita nginap di sana sayang.Di sana ada kos-kosan yang bisa disewa perhati."ujar ayah.
"Ya udah Nasya ikut."ujarku akhirnya.
"Lagi ngobrolin apa sih kok seru kayaknya.??"tanya nenek yang tiba-tiba muncul.
"Ini ma kita besok mau ke kota buat ngantar hasil panen,sekalian mau liburan.Ma ikut ya besok."ujar ayah.
"Mama nggak usah ikutan,Ron."ujar nenek menolak ikut.
"Mama kan udah tua,mama nggak sanggup lagi pergi jauh."ujar nenek.
"Tapi kami nggak mungkin ninggalin mama sendirian di rumah."ujar ayah.
"Mama kan bisa nginap di rumah Rini,sayang."ujar nenek lagi.
"Baiklah kalau itu mau mama."ujar ayah kemudian.
Setelah shalat maghrib,aku berencana mau pergi ke rumah Rifat.Aku mau memberi tahu dia kalau nggak bisa ikut ke rumah pamannya.
"Assalamu'alaikum"terdengar suara salam ayah dari pintu depan.Ayah baru pulang dari masjid.
"Wa'alaikumssalam."ujarku dan ibu.
Aku segera membukakan pintu.Saat membuka pintu terlihat ayah dan Rifat yang kayaknya baru pulang dari masjid juga.Terlihat baju kokoh dan peci yang digunakan.
"Loh Rifat kok bisa bareng sama ayah."tanyaku.
"Iya,sayang.Kebetulan Rifat mau pulang juga dari masjid,jadi sekalian ayah boncengin.Terus katanya ada yang mau di kasih tau sama kamu."ujar ayah sembari duduk di kursi,yang kemudian disusul Rifat.
"Mau ngomong apa,Fat."tanyaku setelah ikut duduk.
"Ini loh Sya,aku mau kasih tahu kalau aku nggak jadi ke rumah pamanku."ujar Rifat.
"Kenapa nggak jadi,Fat."tanyaku.
__ADS_1
"Soalnya paman dan keluarganya pergi ke rumah mertua paman.Mertua paman lagi sakit,kata pamanku."ujar Rifat.
"Ohh gitu,sebenarnya aku juga nggak bisa ikut kalau kamu jadi ke rumah pamanmu,Fat.Ayah ngajakin aku,ibu dan Fadhil ke kota besok.Mau ngantar hasil panen jeruk,sekalian liburan kata ayah."
"Ohh ya udah kalau gitu."ujar Rifat.
"Rifat,gimana kalau kamu ikut kami aja besok."ujar ayah kemudian.
"Tapi saya naik apa,paman.??"tanya Rifat.
"Kalau soal itu kamu tenang aja,paman udah nyawa mobil pick up untuk besok."ujar ayah.
"Iya kamu ikut aja,Fat.Biar kami tambah rame."timpal ibu.
"Memangnya boleh kalau aku ikut.??"tanya Rifat pelan.
"Boleh dong Rifat,kamu itu udah paman anggap seperti anak sendiri,jadi kamu nggak perlu sungkan kalau sama kami."ujar ayah seraya tersenyum hangat pada Rifat.
"Kalau begitu,aku akan minta izin sama paman dan nenekku dulu."ujar Rifat antusias.
"Nanti biar paman yang minta izin sama paman dan nenekmu."ujar ayah.
"Terima kasih paman."ujar Rifat sambil tersenyum.
"Iya sama-sama,nak."ujar ayah.
"Kalau gitu aku pamit pulang dulu ya."ujar Rifat beranjak berdiri
"Ayo paman temani,sekalian mau minta izin sama paman dan nenekmu."ujar ayah yang ikut berdiri.
"Baiklah kalau begitu."ujar Rifat akhirnya.
Setengah jam kemudian,ayah sudah kembali ke rumah.
"Gimana yah,Rifat di izinin buat ikut kita besok.??"tanyaku setelah ayah sampai di rumah.
"Iya Rifat diizinin kok,Sya."jawab ayah.
"Kita berangkat jam berapa besok pagi.??"tanya ibu.
"Jam sembilan pagi bu,tapi aku ngantar mama ke rumah Rini dulu."ujar ayah.
"Kalau begitu,ayo kita mulai berkemas biar besok nggak ribet lagi,Sya."ajak ibu padaku.
"Baiklah bu."ujarku sambil mengikuti langkah ibu ke kamar.
Selesai berkemas,aku segera istirahat.
Tapi tiba-tiba bau wangi melati tercium di hidungku.Artinya Tari akan muncul.
"Asyik besok kita liburan."ujar Tari setelah muncul di hadapanku.
"Yaelah si khodam lagi kesenangan."candaku pada Tari.
"Senang dong.Kan mau jalan-jalan,siapa tahu aku ketemu khodam ganteng di kota nantinya."ujar Tari sambil cengar-cengir.
Astaga,aku baru tahu kalau makhluk seperti Tari ternyata bisa bucin juga.😁😅
__ADS_1
"Terserah kamu aja,Tari.Aku mau tidur udah ngantuk."ujarku sambil membaringkan tubuhku untuk istirahat.