Saya Indigo

Saya Indigo
23.Pongko??


__ADS_3

Malam hari setelah selesai shalat isya,aku berniat untuk beristirahat.Namun,baru sebentar mataku terpejam,aku dikagetkan dengan suara warga yang berteriak-teriak di luar rumah.


"Ada pongkooo."teriak orang-orang.


Pongko adalah sebutan untuk orang-orang yang menggunakan ilmu hitam yang wujudnya bisa berubah-ubah.Ada yang menjadi anjing,babi,kambing,bebek dan masih banyak lagi.Mereka menggunakan ilmu itu untuk mengganggu dan menakut-nakuti manusia.


Aku yang mendengar teriakan para warga bergegas keluar rumah.


Sudah ada ayah,ibu dan nenek di depan rumah.


"Ayah kenapa warga berlari sambil teriak-teriak.??"tanyaku.


"Itu katanya ada pongkooo di belakang rumahnya pak Jalim."jawab ayah.


"Kok bisa ada pongko lagi di sini,yah.?? Bukannya waktu itu pak Reno sudah diusir karena menggunakan pongko.??"tanyaku heran.


"Ayah juga nggak tahu,Sya."jawab ayah.


#Flashback off


Waktu itu aku berumur empat tahun,desaku tiba-tiba digegerkan dengan adanya pongko yang berkeliaran di desaku ini.Waktu itu pongko terus mengganggu para warga,terutama anak-anak dan ibu-ibu.Warga yang sudah mulai resah dengan kehadiran pongko itu,mulai menyusun strategi untuk menangkap basah pongko tersebut.Malam harinya para warga sudah bersiap-siap,mereka menunggu di tempat yang kemungkinan pongko itu lewat.Dan benar saja setelah menunggu hampir satu jam,tiba-tiba para warga melihat seekor babi besar yang hendak menuju salah satu rumah warga.Para warga yang melihat babi itu segera mengepungnya,agar babi itu tidak kabur lagi.


Setelah babi itu dikepung,para warga yang membawa kayu bersiap untuk memukul babi itu.Babi itu nggak bisa berbuat apa-apa,karena dia sudah dikepung.Akhirnya dia menyerah,daripada dihajar para warga hingga mati,lebih baik dia menyerahkan diri.Babi itu segera mengubah wujud aslinya yang membuat para warga terkejut.


"Pak Reno.!!ujar para warga kaget.


"Ternyata selama ini pak Reno adalah pongko.!!"ujar salah satu warga yang marah.


"Kenapa pak Reno ngelakuin ini.??"tanya warga lainnya.


Pak Reno yang sudah ketangkap basah hanya bisa diam.Dia tidak berani menatap para warga.


"Sebaiknya kita bakar saja orang seperti ini.!!"teriak salah satu warga dan disetujui oleh warga lainnya.


"Iya benar,kita bakar saja dia.!!"teriak para warga.


"Ampun jangan bakar saya.Saya nggak akan ngulangin lagi."ujar pak Reno sambil memohon-mohon dihadapan para warga.

__ADS_1


Namun,para warga yang sudah terlanjur emosi,tidak lagi menghiraukan pak Reno yang menangis memohon ampun pada mereka.


Mereka segera membawa pak Reno ke rumahnya dan akan akan membakar pak Reno dihadapan anak dan istrinya.


"Bakar pak Reno.!!"teriak para warga di sepanjang jalan menuju rumah pak Reno.


Sesampainya di rumah pak Reno,warga segera menyuruh anak dan istrinya keluar.


"Astagafirullah bapak.!! teriak anak dan istrinya pak Reno yang melihat pak Reno diikat dan digiring oleh para warga.


"Kenapa kalian mengikat suami saya.??"tanya bu Murni pada warga.


"Begini bu Murni,pak Reno ternyata adalah pongko yang selama ini mengganggu warga di desa ini."ujar salah satu warga.


"Nggak mungkin.Nggak mungkin suami saya berbuat seperti itu.!!"teriak bu Murni nggak percaya dengan yang dikatakan warga.


"Benar bu Murni,kami telah menangkap basah suami bu Murni."ujar warga lainnya.


"Apa benar begitu,pak.??"tanya bu Murni pada suaminya.Dia masih nggak percaya kalau suaminya adalah seorang pongko.


"Maafkan aku bu."Pak Reno bersujud dihadapan istri dan anaknya.


"Bapak ingin balas dendam karena para warga selalu memandang kita dengan rendah."ujar pak Reno sambil menatap para warga dengan sinis.


"Kami bukannya mau memandang rendah keluarga pak Reno,tapi kelakuan pak Reno yang memang tidak baik semenjak tinggal di desa ini."ujar salah satu warga.


"Benar itu!! Pak Reno sering mencuri buah di kebun kami,pak Reno juga sering mencuri hasil ubi kami di longgo (gubuk kecil tempat penyimpanan ubi)."ujar warga lainnya.


Pak Reno memang sudah beberapa kali ketangkap warga saat mencuri buah dan juga hasil ubi.Namun para warga hanya memarahinya saja,tidak sampai memukul atau dilaporkan pada pak lurah.


"Jadi cerita yang selama ini ibu dengar itu benar.??"tanya bu Murni semakin terkejut dengan pernyataan para warga.Memang selama ini dia sudah mendengar isu-isu dari warga kalau suaminya mencuri buah dan hasil ubi para warga.Namun dia nggak percaya,dia berpikir memang para warga yang tidak menyukai mereka saja.


"Bapak terpaksa bu.Kita nggak punya lahan untuk menanam,sedangkan kerja bapak hanya mencari kayu bakar untuk dijual dipasar.Dan ibu tahu sendiri hasilnya tidak mencukupi kebutuhan kita,bu."ujar pak Reno sedih.


"Tapi perbuatan bapak itu tetap nggak benar."jawab bu Murni.


"Iya kita bakar saja pak Reno ini!! Biar nggak ada lagi yang berbuat ulah di desa kita."teriak warga.

__ADS_1


"Tolong jangan bakar suami saya.Anak-anak saya masih kecil.Mereka pasti sedih karena kehilangan bapak mereka."ujar bu Murni memohon.


Para warga yang mendengar perkataan bu Murni,tiba-tiba merasa kasihan dengan anak-anak pak Reno yang harus kehilangan bapaknya diusia mereka yang masih kecil.


"Baiklah kalau begitu,kita bawa pak Reno ke tempat pak lurah,biar nanti pak lurah yang memutuskan di sana."ujar salah seorang warga.


"Ya sudah,kita bawa saja dia."timpal warga lainnya.


Pak Reno segera dibawa ke rumah pak lurah.Sesampainya di sana mereka segera menceritakan kejadiannya pada pak lurah.


"Begini saja,saya akan mengantar pak Reno dan keluarganya tinggal di desa yang terpencil.Di sana saya akan memberikan sepetak tanah untuk pak Reno kelola,agar pak Reno bisa mencukupi kebutuhan keluarganya."ujar pak lurah pada warga.


"Tapi kami minta pak Reno untuk berhenti menjadi pongko,agar nantinya dia tidak mengganggu warga ditempat tinggalnya yang baru."ujar warga.


"Bagaimana pak Reno ?? Apa bapak setuju dengan permintaan warga.??"tanya pak lurah.


"Iya pak lurah,saya setuju."ujar pak Reno lega karena dia tidak jadi dibakar oleh para warga.


Akhirnya pak Reno serta anak dan istrinya dibawa ke tempat yang dimaksud oleh pak lurah.Dan semenjak itu,desa ini sudah tidak ada lagi gangguan pongko.


#Flashback On


"Kira-kira siapa yang menjadi pongko di desa ini lagi.??"tanyaku.


"Kita lihat saja nanti,yang penting kita tetap berhati-hati dengan adanya pongko di desa ini lagi."jawab ayah.


"Iya ayah."jawabku.


"Bagaimana pongkonya sudah ketangkap.??"tanya ayah pada warga yang sudah kembali.


"Sepertinya pongko itu masuk ke hutan dan bersembunyi di sana,pak Roni."ujar salah seorang warga.


Ayah hanya manggut-manggut mendengar jawaban para warga.Setelah itu,ayah mengajak kami masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.


**Maaf baru update lagi ya,☺


soalnya author lagi sibuk akhir-akhir ini.

__ADS_1


Jangan lupa untuk tinggalin jejak ya kakak,biar author tambah semangat buat update bab berikutnya 😁


Makasih.β˜ΊπŸ™**


__ADS_2