
Jam telah menunjukkan pukul 21.00.
Acara tahlilan sudah selesai dari setengah jam lalu.
Aku dan nenek masih duduk berbincang di ruang tengah,sedangkan ayah dan ibu serta adikku sudah masuk ke kamar mereka.
"Nasya cucuku,akhir-akhir ini nenek lihat ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari dirimu."tanya nenek padaku.
"Sembunyikan apa nek,aku tidak merasa sedang menyembunyikan sesuatu."ujarku berbohong pada nenek.
"Nasya sayang,nenek sudah menemani kamu dari sejak kamu lahir hingga kamu sebesar ini,nenek pasti tahu kalau kamu lagi ada masalah atau kamu lagi berbohong,Sya."ujar nenek lagi.
"Apa aku jujur saja sama nenek."ucapku dalam hati.Tapi bagaimana kalau nenek nggak percaya sama aku,monolog dalam hatiku.
"Nggak papa kok,katakan saja yang sebenarnya sama nenek kamu,Nasya."ujar Tari yang tiba-tiba muncul di sampingku.
"Sebenarnya aku bisa melihat hal yang tak kasat mata,nek."ujarku akhirnya jujur sama nenek.
"Sudah nenek duga,pasti kamu memiliki kemampuan itu."ujar nenek yang tampak biasa dengan kejujuranku.Sepertinya nenek mengetahui sesuatu yang berhubungan dengan keadaanku sekarang.
"Maksud nenek apa.??"tanyaku yang mulai tertarik dengan perkataan nenek barusan.
"Kamu adalah keturunan Mian Bibisa ( orang yang memiliki kekuatan di luar nalar manusia).Dahulu kakek buyutmu juga memiliki kelebihan seperti itu.Itu merupakan kelebihan sejak turun temurun dari sebelum kakek buyutmu ada.Kelebihan tersebut hanya akan turun pada garis keturunan yang terpilih."ujar nenek panjang lebar.
Aku hanya mangut-manggut mendengar cerita nenek.Walaupun nggak sepenuhnya masuk di kepalaku,tapi setidaknya aku sudah tahu sedikit tentang keturunan kakekku.
"Kamu adalah anak Kinabi ( anak yang diminta dengan cara memberikan sesuatu sebagai bentuk gantinya).Waktu itu ayah dan ibumu sudah lima tahun menikah,tapi mereka belum dikaruniai anak.Berbagai cara sudah mereka lakukan,mereka juga sudah memeriksa kesehatan dan ternyata kesehatan mereka baik-baik saja.Sampai suatu malam ayahmu bermimpi bertemu dengan seorang kakek tua, kakek tersebut berpesan pada ayahmu.
"Cucuku,datanglah padaku aku akan membantu masalahmu."ujar kakek tua itu.
"Siapa kamu?? apa benar kamu bisa membantu masalahku.??"tanya ayah
"Ceritakan saja aku pada ayahmu,dia akan memberi tahu tentang diriku."ujar kakek tua itu kemudian ia langsung menghilang.
__ADS_1
Seketika ayahmu terbangun dari tidurnya.Ujar nenek menceritakan mimpi yang dialami ayahku waktu itu.
"Terus ayah dan ibu pergi menemui kakek tersebut.??"tanyaku yang semakin penasaran dengan cerita nenek.
"Ya ayah dan ibumu pergi menemui kakek itu,karena memang mereka ingin sekali memiliki anak.
Ayah menceritakan mimpinya itu pada kakekmu.Kakekmu waktu itu terkejut,bagaimana bisa kakek buyutnya yang selama ini menghilang bagai ditelan bumi,tiba-tiba datang di mimpi ayahmu.Apakah ini pertanda bahwa dia akan kembali dan menurunkan ilmu keturunannya pada garis keturunan berikutnya.Pikir kakekmu waktu ayah menceritakan mimpinya.
Setelah memastikan kalau memang itu benar kakek buyutnya yang ada dimimpi tersebut,kakekmu langsung menyuruh ayah dan ibumu untuk menemui kakek tersebut di hutan sebelah desa ini.Karena di hutan itulah kakek tersebut menghilang sampai sekarang.Dan orang-orang pada waktu itu meyakini bahwa dia telah dibawa oleh manusia tak kasat mata dan dijadikan penunggu hutan tersebut.Ujar nenek melanjutkan ceritanya padaku.
"Makanya orang-orang di desa ini mengatakan kalau hutan ini angker.??"tanyaku
"Iya Sya."jawab nenek.Kemudian nenek mulai melanjutkan ceritanya lagi.
Keesokkan paginya setelah kakekmu memberi petunjuk pada ayah dan ibumu,mereka berdua segera pergi ke hutan tersebut untuk menemui kakek tua itu.Setelah sampai di hutan itu,ayah dan ibumu segera mencari petunjuk tempat di mana kakek tua itu menghilang.
Hari sudah hampir sore,namun ayah dan ibumu belum menemukan tempat tersebut.Mereka sudah berniat untuk pulang dan akan kembali lagi besok pagi.Namun tiba-tiba ibumu tersandung sebuah batu dan hampir saja ia terjatuh kalau ia tidak berpegangan pada sebuah pohon yang berada di sampingnya.Dan yang lebih mengejutkan lagi tiba-tiba pohon tempat ibumu berpegangan mengeluarkan cahaya putih yang sangat terang.
Lama-kelamaan cahaya itu mulai hilang dan orang tuamu terkejut karena mereka tidak lagi berada di tempat sebelumnya.Mereka kini telah berada di depan sebuah gubuk kecil,yang memiliki halaman luas.
"Masuklah cucuku,aku sudah menunggu kalian."suara dari dalam gubuk itu.
Setelah memastikan bahwa suara itu mirip suara kakek yang ada di mimpinya,ayahmu segera mengajak ibumu masuk ke dalam.
"Assalamualaikum."ucap ayah ibumu memberi salam.
"Wa'alaikumssalam cucuku."jawab orang di dalam gubuk itu.
Mereka telah masuk ke dalam gubuk itu.Gubuk itu hanya memiliki satu kamar kecil,di tengah-tengah ruangan gubuk itu terdapat sebuah kayu yang di dirikan dan di atas kayu itu terdapat buah pinang yang tergantung.Tidak jauh dari kayu itu terdapat beberapa alat musik ada dua buah Gendang berukuran sedang,dan dua buah Gong berwarna kuning mas,serta sebuah Tilalu (alat musik yang terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara ditiup).
Disamping alat-alat musik tersebut,berdiri seorang kakek tua yang membelakangi ayah dan ibumu.
Ayahmu yang merasa bahwa kakek tua itulah yang mereka cari,langsung segera mengutarakan maksudnya.
__ADS_1
"Maaf sebelumnya,apakah benar kakek yang semalam datang di mimpiku.??tanya ayahmu tuduh point."Saya hanya ingin memastikan saja apakah kakek benar-benar bisa membantu kami mendapatkan anak.??"tanya ayah lagi.
"Benar cucuku,akulah yang semalam ada di mimpimu."jawab sang kakek sambil membalikkan tubuhnya.
"Dan niscaya aku akan membantumu."lanjut sang kakek lagi.
"Terima kasih kek,"ujar ayah dan ibu senang.
"Iya,silahkan duduk dulu,aku akan mempersiapkan semuanya."ujar sang kakek sembari masuk ke dalam kamar kecil di gubuk itu.
Tidak lama kemudian,kakek itu keluar dari kamar tersebut,sambil membawa sebuah tempat yang berisi inangan (pinang yang dicampur sirih,daun sirih yang kemudian dihaluskan dengan cara ditumbuk).
Setelah itu ia duduk di hadapan ayah ibumu.
"Inangan ini bukan inangan seperti biasa yang dimakan oleh orang-orang di sini,inangan ini sudah saya kasi ajian doa dari turunan Mian Bibisa."ujar sang kakek sambil menyodorkan inangan itu pada ayah ibumu.
"Makanlah inangan ini setiap kali kalian selesai shalat maghrib jangan lupa juga untuk selalu berdoa pada yang Kuasa, Niscaya istrimu akan segera hamil."ujar kakek itu.
"Namun ada hal yang harus kalian ketahui,efek dari memakan inangan ini anak kalian nanti akan memiliki kelebihan seperti Mian Bibisa.Dia nantinya akan menjadi keturunan Mian Bibisa."sambung sang kakek lagi.
"Tak apa-apa,yang penting kami bisa segera memiliki anak."ucap ibu yang,tidak mempermasalahkan hal tersebut.Ayahmu juga setuju dengan ibumu.
"Baiklah kalau begitu,kalian boleh pulang."ujar kakek kemudian.
"Terima kasih kakek."ucap ayah ibumu.
"Sama-sama cucuku,pejamkanlah mata kalian aku akan mengantar kalian keluar hutan ini."ujar kakek itu.
Ayah ibumu segera memejamkan mata mereka dengan memegang tangan sang kakek.Setelah membuka mata mereka,kini mereka sudah berada di tepi jalan yang mau keluar hutan.Merekapun segera kembali ke rumah.
**
Satu bulan kemudian,setelah pertemuan dengan sang kakek.Pagi itu,ibumu mual-mual dan merasa pusing serta badannya lemas.Ayahmu segera mengantar ibumu ke puskesmas,dan setelah diperiksa ternyata ibumu hamil tiga minggu.
__ADS_1
Kabar kehamilan itu disambut bahagia oleh kita semua.Dan setelah menunggu selama sembilan bulan akhirnya kamu lahir Nasya.ujar nenek menutup ceritanya padaku.