Saya Indigo

Saya Indigo
14.Genderuwo Pengganggu Kos-kosan


__ADS_3

Keesokkan paginya,kami semua sudah bersiap-siap untuk berangkat.Ayah sudah mengantar nenek ke rumah bibi Rini tadi.


Sebelum berangkat,ayah memimpin doa agar perjalanan kami lancar sampai tujuan.Selesai itu,kami semua segera naik mobil pick up yang sudah ayah sewa.


Perjalanan dari desa kami menuju kota,memerlukan waktu sekitar lima jam.


Sepanjang perjalanan kami terus mengobrol sana-sini.


Setelah menempuh waktu yang cukup lama,akhirnya kami sampai di kota.


"Kita ngantar dulu hasil panen jeruk,baru habis itu kita ke kos-kosan yang sudah dipesankan oleh teman ayah."ujar ayah pada kami.


Setelah selesai mengantar hasil panen jeruk,kami segera pergi ke kos-kosan yang dimaksud ayah.


Sekitar sepuluh menit akhirnya kami sampai di kos-kosan tersebut.


Saat kami mau masuk ke halaman kos-kosan,tiba-tiba aku melihat sesuatu yang mengejutkan.Aku melihat makhluk hitam berbadan besar dengan tubuh yang di penuhi banyak bulu,gigi taring yang tajam,dan matanya merah serta kuku tangan yang panjang.


Dia sedang berdiri di bawah pohon beringin yang sudah mati.


Saat kami masuk ke halaman,aku pura-pura tidak melihat ke arah sosok tersebut.Tapi sepertinya,sosok itu mengetahui kalau aku bisa melihat keberadaannya.Dia terus memperhatikan gerak-gerikku.


"Assalamu'alaikum"ucap ayah setelah berada di depan sebuah rumah,yang mungkin pemilik kos tersebut.


"Wa'alaikumssalam."jawab seorang pria yang berumur sekitar empat puluh tahun ke atas.


"Perkenalkan saya Roni.Saya yang mau sewa kos untuk tiga hari ke depan."ujar ayah memperkenalkan diri.


"Ohh pak Roni yang semalam telfon sama Ari ya.??"tanya pria itu.


"Iya betul pak,saya temannya Ari."ujar ayah.


"Saya Sumarto,panggil saja pak Marto.Ari adalah adik sepupu saya."ujar pak Marto.


"Baik pak Marto."ujar ayah.


"Ya sudah kalau begitu,mari saya antar ke kamar yang akan kalian gunakan."ajak pak Marto kemudian.


Setelah menunjukkan kos yang akan kami pakai,pak Marto segera meninggalkan kami.


Kos yang kami sewa seperti sebuah rumah dengan enam kamar tidur yang saling berhadapan.Menurut cerita pak Marto,kos sebenarnya disewakan per kamar.Kos ini bisa disewakan perhari maupun perbulan.


"Yah kok sepi,apa ngga ada orang yang ngekos di sini."tanyaku heran karena kos ini sepi.


"Iya Sya,kata teman ayah kos ini memang lagi kosong semua dan sudah sekitar dua bulan lebih kosongnya."ujar ayah memberi tahu kami.


"Kenapa nggak ada yang ngekos di sini yah,padahal tempatnya strategis dan sewanya juga murah.??"tanyaku heran.


"Ayah nggak tahu juga,sayang."jawab ayah.


"Jangan-jangan karena ada sosok hitam tadi yang berjaga di depan."ujarku dalam hati.


"Kamu kenapa,Sya."tanya Rifat.

__ADS_1


"Aku nggak papa kok."ujarku berbohong.


"Kirain kamu kenapa gitu."ujar Rifat.


Setelah selesai shalat ashar,kami berlima berencana mau pergi ke pusat belanja yang tidak jauh dari sini.


Setelah shalat,kami segara berangkat.Saat akan melewati pohon yang di depan,tiba-tiba sosok itu berjalan menghampiri kami.Aku yang melihat itu,segera memanggil Tari.Dan Tari pun muncul.Tari segera menghadang sosok tersebut.


"Jangan pernah kamu mengganggu mereka,kalau tidak aku akan menghancurkan dirimu."ujar Tari memperingati sosok itu.


"Ggrrrhhh,jangan mengganggu kesenanganku."ujar sosok itu geram.


"Kalian pergilah,aku akan menanganinya."ujar Tari padaku.


Aku hanya menganggukkan kepala,sembari melangkah keluar ke depan.Membiarkan Tari berhadapan dengan makhluk tersebut.


Kami pergi dengan menggunakan angkot.Setelah sampai di pusat belanja,kami segera turun dan mencari barang yang hendak kami beli.


Satu jam kemudian,kami telah selesai berbelanja.Setelah itu,kami mencari makan di warung dekat pusat belanja itu.


Selesai makan kami segera pulang ke kosan.Karena sebentar lagi mau masuk maghrib.


"Ayo kita segera pulang,sudah mau maghrib."ajak ayah pada kami.


Setelah menyetop angkot,kami segera kembali.


Sesampainya di depan kosan,aku melihat sosok itu masih berdiri di tempatnya.


"Kenapa dia masih di sini."tanyaku dalam hati.


Kami segera masuk ke dalam,setelah itu kami membersihkan diri untuk melaksanakan shalat maghrib.


Sehabis shalat maghrib,kami di undang pak Marto untuk makan malam di rumahnya sebentar.


"saya mau mengundang kalian makan malam sebentar,istri saya sudah masak lebih."ujar pak Marto saat menemui ayah.


"Baiklah kami akan ke rumah pak Marto sebentar."ujar ayah.


Setelah selesai shalat isya,kami berlima segera ke rumah pak Marto untuk makan malam.


"Assalamu'alaikum"ucap ayah memberi salam.


"Wa'alaikumssalam."jawaban dari dalam rumah.Seorang wanita seumuran pak Marto membukakan pintu untuk kami.Sepertinya wanita itu istri pak Marto.


"Ayo pak Roni silahkan masuk."ujar wanita itu.


Kami segera masuk mengikutinya ke dalam rumah.


"Ayo silahkan duduk,perkenalkan ini istri saya Sriyanti,panggil aja bu Sri."ujar pak Marto.


Selesai makan,kami ngobrol di ruang tengah.


"Pak kenapa nggak ada orang yang ngekos di tempat bapak."tanyaku sengaja ingin tahu.

__ADS_1


"Saya juga nggak tahu.Padahal,dulu kosan ini selalu full,malahan banyak yang mau ngekos di sini.Tapi semenjak berselisih paham dengan adik saya,tiba-tiba nggak ada lagi yang mau ngekos di sini.Ada yang pernah ngekos sih,tapi cuma tiga hari dia keluar,katanya dia nggak tahan tiap malam di gangguin makhluk halus seperti kera.Yang lebih parah lagi ada yang pernah di cekik sama makhluk itu."ujar pak Marto panjang lebar.


"Sepertinya makhluk itu sengaja di kirim buat gangguin orang-orang yang ngekos di sini."ujarku pada mereka semua.


"Maksud kamu ada yang nggak suka sama saya,terus dia mau buat saya susah gitu.??"tanya pak Marto heran.


"Sepertinya begitu pak."jawabku.


"Tapi kamu tahu dari mana,Sya.??"tanya bu Sri penasaran.


"Nasya adalah anak indigo pak,bu."ujar ibuku.


"Dia bisa ngelihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain."timpal Rifat yang sedari tadi menyimak.


"Jadi kamu bisa lihat makhluk tak kasat mata."tanya pak Marto ragu.


"Iya pak,saya bisa ngelihat mereka.Bahkan saya juga ngelihat sosok yang mengganggu penghuni kos di sini."ujarku meyakinkan pak Marto dan bu Sri.


"Di mana makhluk itu sekarang.??"tanya bu Sri.


"Dia berada di bawah pohon yang di depan."ujarku.


"Tapi siapa yang mengirimnya kemari.??"tanya pak Marto.


"Kalau itu aku belum tahu."ujarku.


"Tapi kamu yakin dengan yang kamu lihat.??"tanya bu Sri yang masih belum percaya denganku.


"Aku akan memperlihatkan makhluk itu pada kalian."ujarku pada pak Marto dan bu Sri,sambil membawa mereka dekat jendala yang menghadap ke pohon itu.


Aku segera memegang tangan mereka.


"Astagfirullah,makhluk apa itu."pekik bu Sri kaget dengan apa yang dilihatnya.Sedangkan pak Marto diam terpaku di tempatnya.


"Apa kamu bisa membantu kami untuk mengusir makhluk itu,Sya.??"tanya pak Marto.


"Aku tidak bisa berjanji,tapi akan aku usahakan membantu bapak dan ibu."ujarku pada mereka.


Setelah itu,kami segera kembali ke ruang tengah.


"Bagaimana pak Marto.??"tanya ayah.


"Nasya benar pak Roni,sepertinya ada yang iseng pada kami."ujar pak Marto setelah melihat sendiri makhluk tadi.


"Terus gimana,Sya.??"tanya Rifat.


"Aku akan mencoba mengusir makhluk itu,tapi tidak malam ini.Mungkin besok aku akan mencobanya."jawabku.


"Baiklah kalau begitu,kami kembali dulu ke kamar kos.Dan terima kasih buat makan malamnya."ujar ayah seraya berpamitan pada mereka.


Sesampainya di kos,aku segera beristirahat.Karena besok aku harus menyiapkan tenagaku untuk mengusir makhluk itu.


"Tari kamu jangan kemana-mana ya,tetap di sini menemaniku."ujarku pada Tari yang sedang berdiri di dekatku.

__ADS_1


"Kamu tenang aja,aku akan tetap berjaga di sini,Sya."ujar Tari sambil tersenyum.


__ADS_2