
Setelah pulang dari masjid aku segera membantu ibu menyiapkan gorengan untuk hidangan tahlilan.Aku juga dibantu oleh Rifat.Rifat merupakan teman kelas,sekaligus tetangga rumahku.Dia seorang yatim piatu.Dia bersama neneknya tinggal di rumah pamannya,yang berada di samping rumahku.
oh ya,aku lupa memberi tahu bahwa Kakekku meninggal karena terjatuh di kamar mandi.Kakek masih sempat di larikan ke puskesmas di desaku,karena di tempatku belum ada rumah sakit.Namun sayang,nyawa kakek tidak tertolong.
**
Dua hari sudah berlalu,semenjak kepergian kakek.Hari ini aku bersiap untuk masuk sekolah,karena sudah dua hari aku minta izin nggak masuk.Aku juga sudah melupakan kejadian waktu di pohon besar itu.
Aku ke sekolah diantar ayah,kebetulan ayah mau pergi ke kebun untuk panen jagung dan arah kebun memang searah dengan sekolahku.Namun entah kenapa,Saat akan naik ke jok motor aku merasa ada yang memperhatikan aku di balik pintu rumahku.Atau mungkin hanya perasaanku saja.Ayah segera melajukan motornya menuju ke sekolah.Sampai di depan sekolah aku segera turun,setelah mencium tangan ayah,akupun masuk ke dalam.Aku segera masuk kelas karena jam pelajaran segera di mulai.
"Hai Fat,tumben kamu datang lebih cepat dari aku."aku menyapa Rifat yang sudah duduk manis di kursinya.
"Hehe,,iya,soalnya pamanku tadi berangkat pagi ke kota.Mau belanja barang yang sudah habis di warung."jawab Rifat.
"Oh gitu,Fat."ujarku menanggapi jawaban Rifat.
Jam pelajaran pertama telah selesai.Semua teman-temanku keluar menuju kantin.
"Sya,kamu nggak ke kantin??"tanya Rifat.
"Nggak Fat,aku bawa bekal tadi dari rumah."jawabku sambil menunjukkan kotak bekalku.
"Ya udah,kalau gitu aku ke kantin dulu Sya."ujar Rifat.
"Iya Fat."jawabku
Setelah Rifat pergi,aku segera membuka kotak bekalku.Namun,belum sempat aku membukanya,seseorang menepuk pundakku.Aku yang kaget menoleh ke belakang.Dan..
__ADS_1
"Siapa kamu??"tanyaku pada sosok anak perempuan yang berada di belakangku.
Dia menggunakan dress selutut berwarna kuning pastel.Dengan pita rambut yang senada menempel di kepalanya,rambutnya lurus sampai ke pinggang.
"Hai,,aku Mentari,panggil aja Tari."ujarnya padaku."Mulai sekarang kita akan selalu bersama,akan menemani kamu setiap saat."sambungnya lagi.
"Maksud kamu apa."tanyaku yang masih bingung.
"Maksud aku,kita sekarang adalah teman,teman dunia lain."jawabnya sambil tersenyum padaku."Aku adalah khodam yang akan menemani dan membantu kamu jika dibutuhkan.Karena kamu sekarang memiliki kelebihan yang tidak sembarang orang punya."sambungnya lagi.
"Apa ini berhubungan dengan,air bekas mandi jenazah kakekku.??"
"Tidak juga,sebenarnya kamu sudah memiliki kelebihan ini sejak lahir.Karena kamu merupakan turunan dari Mian Bibisa ( orang-orang yang memiliki kekuatan diluar nalar manusia ).Hanya saja kelebihanmu belum terlihat sejak kamu lahir.Dan air bekas mandi jenazah itu hanya sebagai perantara saja,bahwa kamu sudah mulai siap menerima kelebihanmu Annasya Rafanda."ujarnya menjelaskan panjang lebar.
Aku yang sudah mulai paham dengan penjelasannya hanya bisa termenung memikirkan nasibku ke depannya.Bagaimanapun aku hanya seorang anak kecil.Apa yang akan terjadi jika aku memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain.??
"Baiklah kalau sudah begini takdirku,aku akan mencoba menerima semua ini."ujarku mulai menerima semua yang terjadi.
"Tapi kamu tau namaku dari mana.??"tanyaku yang mulai menyadari bahwa si Tari sudah tahu namaku padahal aku belum memperkenalkan diri padanya.
"Apapun yang berhubungan denganmu aku pasti tahu.Aku sebenarnya sudah dua hari mengikutimu,semenjak kakekmu meninggal."ujarnya
"Jadi kamu yang tadi pagi memperhatikan aku di balik pintu.??"tanyaku lagi.
"Hehe,,iya Sya."jawab Tari sambil cengengesan.
Belum sempat aku bertanya lagi pada Tari,tiba-tiba suara Rifat mengagetkanku.
__ADS_1
"Kamu lagi bicara sama siapa,Sya.??"tegur Rifat setelah masuk ke kelas.Bersamaan dengan bel masuk berbunyi.
"Tidak ada Fat."jawabku sembari duduk di kursiku.
"Tapi,tadi aku dengar kamu kayak lagi berbincang dengan seseorang."ujar Rifat yang masih penasaran denganku.
"Nggak ada kok,buktinya nggak ada orang di sini.Kamu salah dengar kali Fat."ujarku berusaha mengelak dari Rifat.
"Udah sana balik ke mejamu,sebentar lagi guru datang Fat."
"Iya Sya."jawab Rifat sambil berjalan ke mejanya.Nasya mengusap dadanya lega,karena Rifat nggak nanya lagi.
"huff,hampir aja ketahuan."
"Emangnya kenapa kalau ketahuan."tanya Tari yang tiba-tiba muncul di samping Nasya.
"Astaga Tari kamu ini ngagetin aja tahu."gumam Nasya yang kaget dengan kemunculan khodam barunya.Untung saja Nasya nggak teriak,bisa berabe urusannya.
"Hehe,,maaf Sya,aku nggak sengaja."jawab tari sambil cengengesan.
"Lagian kamu ngapain ke sini,nanti kalau ada yang lihat kamu,gimana.??"ujar Nasya pelan.
"Kamu tenang aja,karena nggak sembarang orang bisa ngelihat aku Nasya."
"Ya udah,terserah kamu aja,yang penting jangan membuat keributan di sini."tegas Nasya pada Tari.
"Siap Bos."jawab Tari sambil mengangkat jempolnya.
__ADS_1
Setelah sejam berlalu,akhirnya bel tanda pulang berbunyi.Semua murid bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing.Begitupun dengan Nasya,yang mulai hari ini akan menjalani kehidupan barunya.