Saya Jatuh Cinta Dengan Keponakan Saya

Saya Jatuh Cinta Dengan Keponakan Saya
Saya jatuh cinta dengan keponakan saya Bab 1


__ADS_3

On the phone "Hallo..."O my god, akhirnya diangkat juga." What happend my sista? "Boleh minta tolong gak? Urgent nih." Ya. Apa?Aku mau nitip anakku tinggal disitu,boleh? What? But tempat ayah bunda? tempat kak Zaky? "Honey, ayah bunda kan lagi diparis. Zaky lagi tugas dipapua kan. Sedangkan kamu dijakarta. So help me." Wait a minute, kakak emang mau kemana? Begini, ayah dari suami kakak lagi dirawat di Belgia,dan karena ibunya Josh sudah tiada, jadi mau gak mau dia sebagai anak satu-satunya harus menjaganya. "Kenapa kakak gak tinggal disingapura? Suami ku sekalian urus anak cabang perusahaan ayah. Bahaya meninggalkan anak laki-laki yang masih SMA sendirian. So help me. Cuma sampai dia lulus kok. Kakak janji dia gak bakal nakal. Kakak juga bakal transfer uang untuk hari-hari. Ya kakak tau kita beda ibu tapi help me sweet heart "Oke fine. I can help you my big sista. Kakak juga tahu kan kalau aku benci dengar yang tadi. Oh Good news. So thanks for help me. Sory ya yang tadi. Kapan anak itu ke jakarta? Ntar kakak kabari lagi. Tut..tut.. . Nama ku Niken park aditama. Nama yang cukup asing bukan. Yap karena Ibu ku berkebangsaan korea selatan, park haenim. Profesiku sebagai model yang terkenal se asia. Ya karena tubuhku tinggi, putih dan proposional. Hari ini aku pusing minta ampun. Saat dilokasi pemotretan, kakak ku, Ami Aditama menelpon dan minta tolong untuk menjaga anaknya selama ia pergi. Meski ia bukan kakak kandungku, karena ibu ku adalah istri kedua ayah ku. Ibu dari kak Ami sudah lama tiada. Setelah ku fikir2, kangen juga sama keponakan ku itu. Sudah 6 tahun tidak ketemu, karena kak Ami tinggal di Singapura bersama suami dan anaknya. Dan mungkin asyik karena beda usia kami cukup dekat. "Ya semoga saja ini jalan yang terbaik."

__ADS_1


"What? Bunda mau kirim aku ke Jakarta? Iya sayang. Maafkan bunda, ini hanya sampai kamu lulus. Kenapa aku tetap disini saja? Ku rebahkan tubuhku kekasur. Ya aku baru pulang sekolah dan aku cukup lelah untuk mendengar berita ini. Stev, bunda tau pergaulan mu disini seperti apa." bunda nampak mengusap-usap puncak kepalaku "Lalu aku disana sama siapa? Kata bunda, kakek sedang keluar negeri. Kamu disana akan tinggal dirumah aunty mu. Dirumah istrinya Uncle zaky? Yang benar saja mam.. dsana itu hutan. Apa tadi kurang jelas bunda bicara, Aunty mu sayang. Aunty Niken." "What? Aku tinggal disana? Segera ku duduk dan menatap mata orang tuaku itu. "Ya. Dia juga tinggal sendiri. Jadi siapkan kopermu, karena kamu akan berangkat lusa." Ujar mamah seraya berlalu keluar kamarku. Aku pun berjalan menuju balkon kamar dan ku nyalakan sebatang rokok, menghisapnya dalam-dalam. Meski aku baru tingkat 2 Senior highscholl tapi aku termasuk perokok aktif, dan itu kurahasiakan dari kedua orangtuaku. Setelah ku fikir, aku harusnya bahagia karena bisa tinggal berdua dengan tante ku, Niken. Umurnya cuma beda 3tahun denganku. Akan asyik sepertinya.

__ADS_1


Sinar mulai terpancar dari sela-sela tirai kamar. Jam diatas nakas menunjukan pukul 8 pagi, segera ku lihat agenda dan mengecek schedule ku untuk hari ini. "Ternyata hari ini kosong." Ujar ku dalam hati dan segera ku tarik kembali selimut dan mulai menutup mata. Tiba-tiba lagu David Gueta-Titanium terdengar dan segera ku ambil hp ku diatas nakas. "Halo.. Gak ada jadwal kak. Kenapa pagi-pagi sudah telpon?" Ya terus kenapa steven kesini? Ya ya kak.. fine aku akan jemput dia. Aye aye kapten. Bye, Ternyata kak Ami memberitahu kalau pesawat yang ditumpangi keponakan ku sudah fly dan diperkiraan akan sampai di Bandara Soetta pas waktu makan siang. Segera ku bergegas mandi dan menuju walking closet dan berpakaian. Hari ini ku kenakan t-shirt bertuliskan Drama Queen, shortpant jeans dan flatshoes. Rambutku ku biarkan tergerai dan Segera ku kemudikan mobil masda2 sporty berwarna hitamku menuju bandara dengan kecepatan sedang, mengejar waktu karena semua orang tahu kalau jakarta saat jam lunch itu macet. STEVEN PROV "Uh pegal rasanya." Ujarku sambil merenggangkan tangan dan kaki dan membenahi letak topi beany ku . Saat ini aku sudah dijakarta, segera ku hubungi nomor aunty Niken yang sebelumnya diberi mamah. "Halo aunty, where are you? Aunty sudah di parkiran. Tunggu di coffeshop dekat ruang Kedatangan internasional dan belikan aunty frappe mocaciato. Nanti diganti Yes mam." Segera ku tutup telpon dan menuju coffeshop yang dimaksud. "Merepotkan sekali." Ucapku dalam hati. Ketika ku memasuki coffeshop ini suasananya cukup ramai. Terlihat banyak gadis yang menatapku dengan tatapan terpana bahkan dengan tatap menggoda. Namun karena ku cukup lelah, segera ku order minuman dan duduk disofa bagian pojok dekat jendela. Tidak lama kemudian, tiba-tiba pintu terbuka dan terlihat seorang gadis yang cukup cantik. "Damn.. she is so hot..." Ujarku dalam hati Gadis itu terlihat menelpon. Tiba-tiba hp ku berbunyi. "Ya aunty." Steven kamu dimana? Aunty sudah didalam coffeshop ini. Jangan bilang kamu keluyuran." Aku dipojokan dekat jendela. Pakai topi beany Abu-abu." NIKEN PoV "Aku dipojokan jendela . Pakai beany abu- abu." Segera ku cari sesuai dengan petunjuk dari Steven. Yang ku lihat disana, seorang laki-laki blasteran yang cukup tampan memakai topi beany yang sedang asyik bermain iphone miliknya. "Wow. Remember Niken. He is you're nephew (keponakan.red)" Segera ku berjalan kearahnya dan matanya pun menatap mataku dan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2