Saya Jatuh Cinta Dengan Keponakan Saya

Saya Jatuh Cinta Dengan Keponakan Saya
Saya Jatuh Cinta Dengan Keponakan Saya Bab 7


__ADS_3

Steven Pov


"BODOH." Umpatku dan terus berteriak. Tak ku


hiraukan orang-orang disekitar taman


memperhatikanku.


Aku cuma bisa terduduk disamping jalanan. Wajah


sedih dan kecewa Niken terus membayangiku. "Stev, loe gak apa-apa?" Tegur Bianca, ia mencoba


menyentuh pundakku tapi segera ku tepis.


"Mending loe pulang aja Bii. Sory bukannya gue usir


loe tapi takut loe yang kena getah dari luapan emosi gue."


"Tapi Stev? Please Bii.. Gue butuh waktu sendiri supaya gue tenang."


"Oke kalo itu mau loe. Tapi gue cuma negasin, kalo


gue nggak bermaksud merusak hubunganmu sama


Niken again." Kata Bianca seraya pergi


meninggalkanku. Dengan perlahan, aku berjalan menuju mobil dan


memasukinya.


Setelah menarik nafas untuk menenangkan diri, ku lajukan mobilku menuju apartemen.


Sesampai diapartement, ku buka pintu dan masuk kedalam. Segera ku cari sosok Niken dikamarnya.


Disana terlihat gadis itu terlelap dikasurnya. Nampak


jelas sekali wajahnya yang kusut dan terdapat bekas air mata diujung matanya.


Maafkan aku Niken.


Ku elus pelan wajahnya dan kecup keningnya. Perlahan ku rebahkan tubuh ini yang mulai lelah dan


mulai terlelap.


.


"Stev, bangun!" Terasa sekali badanku digoyang - goyang dengan kuat.


"Nanti yank. Masih ngantuk." BUG *Suara barang dilempar. anggap seperti itu


"Apaan ini? Kok dilempar gini?" Kataku setengah


berteriak. Alangkah kagetnya aku, baju-baju ku dilempar diwajahku.


"Loe pindah sekarang. Gue gak mau lihat wajah loe."


Ujar Niken, tangannya dilipat didepan dadanya. "Loh kamu kenapa


sih yank? Terus aku pindah kemana?"


"Siapa yang loe panggil yank-yank?"


"Kamu kan pacarku."


"Kita kan udah putus."


"Terus aku tidur dimana?"


"Loe kan sudah ada kamar sementara nunggu bunda loe. Detik ini juga jangan pernah masuk kamar ini.


Jangan sampai pas aku pulang masih disini, nggak


segan-segan loe gue usir. Camkan itu" kata gadis itu


seraya pergi.


Dengan gontai, ku langkahkan kaki menuju kamarku

__ADS_1


yang asli. Ku acak-acak rambutku dan berteriak


"AAA . BODOH KAMU STEVEN."


Segera ku pergi mandi dan bersiap kesekolah. Niken Pov


Sepulangnya dari taman, langsung ku kurung diriku


dikamar. Airmata nggak ada berhentinya, terus


berlinang tiada henti. Itu terus terjadi sampai aku


tertidur karena kelelahan.


. Kring.kring *alarm Hp*


Segera ku matikan alarm diiphone ku itu. Sinar


matahari mulai mengintip dari sela-sela tirai jendela


kamarku, terdengar hiruk pikuk kendaraan dari luar.


Ku kibaskan selimut yang menutupi tubuhku dan


mencoba bangun. Namun ada sesuatu yang berat menahan dibagian perutku. Ku angkat selimut yang


masih menutupi sekitar tubuhku. Terlihat Steven


yang tengah terlelap, hanya menggunakan boxernya


saja. Terlihat wajah polosnya yang tampan, tanpa ku


sadari tanganku hendak mengelus puncak kepalanya


namun cepat-cepat tersadar dan menarik kembali tanganku.


Ku langkahkan kakiku menuju kamar mandi, hendak


membersihkan diri karena ada jadwal fotoshot jam 8.


Ku kenakan skiny jeans hitam, croptee tanpa lengan


kenakan topi berwarna pink bertuliskan BAD GIRLS karena hari ini rambutku ku utak-atik.


Sebelum pergi, ku bangunkan terlebih dahulu Steven.


Ku goyang-goyang tubuhnya dengan keras.


"Stev, bangun!"


"Nanti yank, masuh ngantuk."


Dengan kesal, ku ambil baju Steven yang berserakan dikamar dan ku lempar ke tubuhnya.


BUG


"Apaan ini? Kok dilempar gini?" Kata cowok itu


setengah berteriak, matanya menatapku dengan


tatapan heran.


"Loe pindah sekarang. Gue nggak mau lihat wajah loe." Kataku seraya melipat tangan depan dada.


Maaf stev, aku terpaksa lakuin ini supaya kamu


kapok dan nggak bikin ulah lagi.


"Loh, kamu kenapa sih yank? Terus aku pindah


kemana?"


"Siapa yang loe panggil yank-yank?" "Kamu kan pacarku."


"Kita kan sudah putus."


Dan itu semua karena loe.

__ADS_1


"Terus aku tidur dimana?"


" "Loe kan sudah ada kamar sementara nunggu bunda


loe. Detik ini juga jangan pernah masuk kamar ini. Jangan sampai pas aku pulang masih disini, nggak


segan-segan loe gue usir. Camkan itu" kataku sambil


berlalu..


Steven Pov


Hari ini sekolah nampak ramai karena hari ini


pembagian pengumuman kelulusan.


Dengan malasnya, ku langkahkan kakiku menuju


kelas. Ku abaikan siswa-siswi yang menyapa ku.


"Hai kak stev." "Ih makin gagah aja stev."


"Kok stev murung gitu ya?"


"Tetap ganteng kok."


"Kak stev kenapa?"


"Sayang ya kita gak bisa liat kak Steven."


"Jadi pengen cepat-cepat lulus eh " "WOY." Teriak seseorang sambil mendorong bahuku.


holly ****.


Segera ku berbalik dan hendak ku hadiahi bogeman.


Tapi urung setelah melihat sumber suara itu.


"Calm down dude."


"Sialan loe. Hampir ku bogem itu mukamu." "Jangan dong bro. Muka ganteng ini."


"Sinting." Ku tinggalkan cowok berwajah chinnese itu


menuju kelas yang dibalas dengan tatapan heran


cowok itu. Ia pun berlari kearahku lalu merangkul


bahuku.


"Loe kenapa bro? Pagi udah mesem aja tu muka." "Badmood nih gue."


"Why?"


"Kelai gue sama Niken terus kita end."


"Yang sabar bro, setiap hubungan itu pasti ada


halangannya, jalan tol yang lancar aja ada loket-loket


yang menyetop." "Perumpamaan yang buruk ckck. Wait a minute, gue


liat loe cengengesan dari tadi. Habis ngobat loe ya."


"Pala loe. Ada yang bikin gue senang dong, hati ini


berbunga-bunga."


"Najong loe. Alay."


"Biarin.." .


Waktu pun berlalu, pengumuman kelulusan sudah


dibagi dan 100% Lulus. Dan disini cukup heran


melihat tradisi kelulusan, coret-coret dan jalan

__ADS_1


berarak-arakan. Macam celebration.


"Bro, gue sama anak-anak


__ADS_2