Saya Jatuh Cinta Dengan Keponakan Saya

Saya Jatuh Cinta Dengan Keponakan Saya
Saya Jatuh Cinta Dengan Keponakan Saya Bab 2


__ADS_3

NIKEN POV


"Well.. kamu steven ya? Tanyaku kepada


laki-laki dihadapanku seraya minum


minumanku.


"Ya aunty.. aku steven, your NEPHEW."


Jawabnya dengan penekanan dikata nephew. "Sudah lama ya aunty gak liat kamu, kamu


terlihat hm... tampan.. seperti ayah mu.


"Ya tante juga terlihat... steven tidak


menyelesaikan ucapannya dan itu buat aku


penasaran.


"Aku telihat apa steven? Tanya ku pelan. Ia nampak mengehembuskan nafas lalu


mencondongkan wajahnya dihadapanku


sambil berbisik dekat telingaku.


"Kau terlihat sexy, aunty niken. Ujarnya.


Tercium aroma freshmint dari nafasnya,


parfumenya tercium jelas dihidungku, aromanya sangat menggoda.


Stev, kau... entah kenapa suaraku terbata-


bata Pipiku blushing tanpa ku sadari.


STEVEN POV


Haha just kidding aunty. Aku pun tertawa


melihat pipinya blushing. Ku lihat gadis dihadapanku, ia nampak awet


muda meski usianya beda denganku.


Tubuhnya proposional bahkan dapat


dikategorikan sintal. Kulitnya putih


mulus, rambut berwarna brown, hidungnya


mancung dan bibirnya kecil dan sangat menggoda untuk dikecup. Ia duduk manis di


hadapanku.


"Jadi mulai hari ini kamu sekolah di Jakarta


internasional senior high school yang letaknya


lumayan dekat dari apartement aunty. Kamu


juga bisa pakai mobil ku sambil menunggu kiriman mobil dari ayahmu."


"Baik aunty. Aku ngerti."


"Baguslah, ayo kita keapartement aunty


semoga kamu betah." Katanya seraya pergi


menuju mobil.


"Pasti aku akan sangat betah." Kataku didalam hati.


NIKEN POV


Saat ini, aku dan keponakanku, Steven sudah


sampai diapartemenku.


"Stev, pintu kamarmu yang berwarna abu-


abu. Kalau kamar itu tidak sesuai dengan


keinginan mu, maaf. Karena semula kamar itu ruang bacaku dan lagian juga aku nggak tau


bagaimana seleramu. " Kataku seraya duduk


disofa ruang tamu.


"No problem aunty, yang penting aku tidak


tidur disofa. " jawab laki-laki itu lalu dia

__ADS_1


mengambil posisi duduk disampingku. "Begini, sekarang kamu bisa mandi dulu.


Handuk sudah ada dikamar mandi. Kamar


mandi letaknya di ujung lorong itu. Setelah itu


kamu bisa makan. Aku siapkan makanan."


"Oke" Kulihat steven berjalan menuju


kamarnya dan menutup pintu. Aku segera berganti pakaian dan mulai masak karena


sudah masuk waktu lunch.


STEVEN POV


"Akhirnya ketemu kasur lagi." Segera ku


rebahkan tubuhku dikasur berukuran Queen


Size dikamar yang akan ku tempati. Kamar yang ukurannya cukupn besar ya meski


tidak sebesar kamarku sebelumnya.


Dindingnya berwarna abu-abu, ada 1set Tv


Layar datar 24' beserta soundsystemnya. Ada


lemari yang ukurannya cukup besar.


Ya boleh juga seleranya. Akupun bangun dan segera menuju kamar


mandi karena badanku terasa lengket.


NIKEN POV


Bahan-bahan dikulkas ternyata hanya ada


sosis, nugget dan bumbu membuat saos


spageti. **** ternyata aku lupa belanja isi kulkas, ya


spageti boleh juga.


Ketika aku sedang membuat


spageti, terdengar pintu terbuka dan segera ku


"Stev, sory ya aunty ternyata belum belanja. jadi kita makan..."


NIKEN POV


"Stev, sori ya aunty ternyata belum belanja.


Jadi kita makan.." ujarku sambil melihat


kearah pintu kamar mandi tapi aku tidak bisa


melanjutkan ucapanku karena pemandangan


dihadapanku. Dihadapanku terlihat Steven hanya


menggunakan celana pendek dan dia telanjang


dada, rambutnya yang nampak masih


meneteskan air dan handuk yang melingkar


dilehernya. Mataku pun tertuju pada perutnya


yang sixpack itu. Rasanya ingin mengelus perut itu.


**** ingat niken. Dia keponakanmu. Hapus


pikiran mesum mu itu.


Terlihat keponakanku itu berjalan kearahku,


segera ku alihkan mataku ke masakanku itu.


"aunty, masak apa?" Tanya Steven. Suaranya terdengar begitu dekat dan kenapa


ada hembusan nafas beraroma mint tercium


dihidungku.


Segera ku menengok kebelakang dan betapa


kagetnya melihat cowok itu berdiri


dibelakangku dan jaraknya cukup dekat. Ternyata tinggi badanku sama kaya dia.

__ADS_1


Mataku tertuju pada matanya yg berwarna


biru lalu turun kearah hidung dan bibirnya.


Bibirnya tipis dan menggoda untuk dikecup.


"Terpesona melihatku aunty?" Tanya steven


padaku. Aku pun tersadar dan meneruskan kerjaanku.


"Duduklah stev. Aku masak spageti, dan


semoga kamu suka." Jawabku.


STEVEN POV


Aku pun duduk dikursi diruang makan.


Terlihat aunty ku itu masak. Lalu ku pandang wajahnya yang nampak merona.


Lihat wajahnya memerah. Lucu sekali


Tatapanku pun jatuh pada tubuhnya. Tubunya


tertutup t-shirt berwarna putih berbahan tipis


yang berukuran ketat yang membentuk


lekukan tubuhnya. T-shirt itu panjangnya separuh pahanya dan dipadukan dengan


shortpants yang pendeknya 10cm dari


lututnya. Lalu ia berjalan menuju kearahku,


tangan kanannya membawa piring besar berisi


spageti dan tangan kirinya membawa piring


lebih kecil. Ia pun duduk dihadapanku. Terlihat belahan dadanya. Dadanya yang mencuat


terlindung bra berwarna merah. Ukurannya


cukup besar, nampak kencang dan menggoda


untuk disentuh.


Damn hanya melihatnya saja, Apalagi kalau aku menyentuhnya. "Stev, dimakan. Pasti kamu lapar."


"Ya aunty, aku sangat lapar."


"Lapar untuk menyentuh tubuhmu."


Tambahku dalam hati.


"Apa kamu suka?"


"Iya ini sangat menggoda." Menggoda? Maksudmu..." tanya Niken.


Pipinya nampak memerah.


"Menggoda untuk dimakan aunty." Jawabku.


"Oh. Ku kira apa."


Ia pun melanjutkan makannya. Terlihat saus


didekat bibirnya, aku pun berinisiatif untuk membersihkannya.


"Maaf ada saus disini" Kataku sambil berdiri


dan membersihkanya menggunakan ibu jariku


lalu menjilatnya.


"Ini sudah selesaikan. Pergilah beristirahat.


Besok kamu mulai sekolah.." ujar aunty niken. Aku pun berjalan menuju kamar.


NIKEN POV


" Damn. Kenapa dia nampak menggoda. Oh


god, otakku menjadi pervent seperti ini."


Aku segera menuju kamar setelah mencuci


piring yang kotor. Sesampai dikamar, segera ku lucuti pakaianku dan berendam di bathup


ku.


Mungkin dengan berendam bisa menjernihkan

__ADS_1


otakku yang mulai kotor.


__ADS_2