
NIKEN POV
"Well.. kamu steven ya? Tanyaku kepada
laki-laki dihadapanku seraya minum
minumanku.
"Ya aunty.. aku steven, your NEPHEW."
Jawabnya dengan penekanan dikata nephew. "Sudah lama ya aunty gak liat kamu, kamu
terlihat hm... tampan.. seperti ayah mu.
"Ya tante juga terlihat... steven tidak
menyelesaikan ucapannya dan itu buat aku
penasaran.
"Aku telihat apa steven? Tanya ku pelan. Ia nampak mengehembuskan nafas lalu
mencondongkan wajahnya dihadapanku
sambil berbisik dekat telingaku.
"Kau terlihat sexy, aunty niken. Ujarnya.
Tercium aroma freshmint dari nafasnya,
parfumenya tercium jelas dihidungku, aromanya sangat menggoda.
Stev, kau... entah kenapa suaraku terbata-
bata Pipiku blushing tanpa ku sadari.
STEVEN POV
Haha just kidding aunty. Aku pun tertawa
melihat pipinya blushing. Ku lihat gadis dihadapanku, ia nampak awet
muda meski usianya beda denganku.
Tubuhnya proposional bahkan dapat
dikategorikan sintal. Kulitnya putih
mulus, rambut berwarna brown, hidungnya
mancung dan bibirnya kecil dan sangat menggoda untuk dikecup. Ia duduk manis di
hadapanku.
"Jadi mulai hari ini kamu sekolah di Jakarta
internasional senior high school yang letaknya
lumayan dekat dari apartement aunty. Kamu
juga bisa pakai mobil ku sambil menunggu kiriman mobil dari ayahmu."
"Baik aunty. Aku ngerti."
"Baguslah, ayo kita keapartement aunty
semoga kamu betah." Katanya seraya pergi
menuju mobil.
"Pasti aku akan sangat betah." Kataku didalam hati.
NIKEN POV
Saat ini, aku dan keponakanku, Steven sudah
sampai diapartemenku.
"Stev, pintu kamarmu yang berwarna abu-
abu. Kalau kamar itu tidak sesuai dengan
keinginan mu, maaf. Karena semula kamar itu ruang bacaku dan lagian juga aku nggak tau
bagaimana seleramu. " Kataku seraya duduk
disofa ruang tamu.
"No problem aunty, yang penting aku tidak
tidur disofa. " jawab laki-laki itu lalu dia
__ADS_1
mengambil posisi duduk disampingku. "Begini, sekarang kamu bisa mandi dulu.
Handuk sudah ada dikamar mandi. Kamar
mandi letaknya di ujung lorong itu. Setelah itu
kamu bisa makan. Aku siapkan makanan."
"Oke" Kulihat steven berjalan menuju
kamarnya dan menutup pintu. Aku segera berganti pakaian dan mulai masak karena
sudah masuk waktu lunch.
STEVEN POV
"Akhirnya ketemu kasur lagi." Segera ku
rebahkan tubuhku dikasur berukuran Queen
Size dikamar yang akan ku tempati. Kamar yang ukurannya cukupn besar ya meski
tidak sebesar kamarku sebelumnya.
Dindingnya berwarna abu-abu, ada 1set Tv
Layar datar 24' beserta soundsystemnya. Ada
lemari yang ukurannya cukup besar.
Ya boleh juga seleranya. Akupun bangun dan segera menuju kamar
mandi karena badanku terasa lengket.
NIKEN POV
Bahan-bahan dikulkas ternyata hanya ada
sosis, nugget dan bumbu membuat saos
spageti. **** ternyata aku lupa belanja isi kulkas, ya
spageti boleh juga.
Ketika aku sedang membuat
spageti, terdengar pintu terbuka dan segera ku
"Stev, sory ya aunty ternyata belum belanja. jadi kita makan..."
NIKEN POV
"Stev, sori ya aunty ternyata belum belanja.
Jadi kita makan.." ujarku sambil melihat
kearah pintu kamar mandi tapi aku tidak bisa
melanjutkan ucapanku karena pemandangan
dihadapanku. Dihadapanku terlihat Steven hanya
menggunakan celana pendek dan dia telanjang
dada, rambutnya yang nampak masih
meneteskan air dan handuk yang melingkar
dilehernya. Mataku pun tertuju pada perutnya
yang sixpack itu. Rasanya ingin mengelus perut itu.
**** ingat niken. Dia keponakanmu. Hapus
pikiran mesum mu itu.
Terlihat keponakanku itu berjalan kearahku,
segera ku alihkan mataku ke masakanku itu.
"aunty, masak apa?" Tanya Steven. Suaranya terdengar begitu dekat dan kenapa
ada hembusan nafas beraroma mint tercium
dihidungku.
Segera ku menengok kebelakang dan betapa
kagetnya melihat cowok itu berdiri
dibelakangku dan jaraknya cukup dekat. Ternyata tinggi badanku sama kaya dia.
__ADS_1
Mataku tertuju pada matanya yg berwarna
biru lalu turun kearah hidung dan bibirnya.
Bibirnya tipis dan menggoda untuk dikecup.
"Terpesona melihatku aunty?" Tanya steven
padaku. Aku pun tersadar dan meneruskan kerjaanku.
"Duduklah stev. Aku masak spageti, dan
semoga kamu suka." Jawabku.
STEVEN POV
Aku pun duduk dikursi diruang makan.
Terlihat aunty ku itu masak. Lalu ku pandang wajahnya yang nampak merona.
Lihat wajahnya memerah. Lucu sekali
Tatapanku pun jatuh pada tubuhnya. Tubunya
tertutup t-shirt berwarna putih berbahan tipis
yang berukuran ketat yang membentuk
lekukan tubuhnya. T-shirt itu panjangnya separuh pahanya dan dipadukan dengan
shortpants yang pendeknya 10cm dari
lututnya. Lalu ia berjalan menuju kearahku,
tangan kanannya membawa piring besar berisi
spageti dan tangan kirinya membawa piring
lebih kecil. Ia pun duduk dihadapanku. Terlihat belahan dadanya. Dadanya yang mencuat
terlindung bra berwarna merah. Ukurannya
cukup besar, nampak kencang dan menggoda
untuk disentuh.
Damn hanya melihatnya saja, Apalagi kalau aku menyentuhnya. "Stev, dimakan. Pasti kamu lapar."
"Ya aunty, aku sangat lapar."
"Lapar untuk menyentuh tubuhmu."
Tambahku dalam hati.
"Apa kamu suka?"
"Iya ini sangat menggoda." Menggoda? Maksudmu..." tanya Niken.
Pipinya nampak memerah.
"Menggoda untuk dimakan aunty." Jawabku.
"Oh. Ku kira apa."
Ia pun melanjutkan makannya. Terlihat saus
didekat bibirnya, aku pun berinisiatif untuk membersihkannya.
"Maaf ada saus disini" Kataku sambil berdiri
dan membersihkanya menggunakan ibu jariku
lalu menjilatnya.
"Ini sudah selesaikan. Pergilah beristirahat.
Besok kamu mulai sekolah.." ujar aunty niken. Aku pun berjalan menuju kamar.
NIKEN POV
" Damn. Kenapa dia nampak menggoda. Oh
god, otakku menjadi pervent seperti ini."
Aku segera menuju kamar setelah mencuci
piring yang kotor. Sesampai dikamar, segera ku lucuti pakaianku dan berendam di bathup
ku.
Mungkin dengan berendam bisa menjernihkan
__ADS_1
otakku yang mulai kotor.