Saya Jatuh Cinta Dengan Keponakan Saya

Saya Jatuh Cinta Dengan Keponakan Saya
Saya Jatuh cinta dengan keponakan Saya Bab 8


__ADS_3

ada rencana. Join ya loe?" Kata Raka ketika


menghampiriku


"Rencana apa?"


"Kita party dipenthouse gue yang baru."


"Penthouse yang baru?"


"Biasa hadiah kelulusan." Terus?


"Ya party. Kita undang Teman - Teman semua


Dresscodenya ala pantai, Terus kita


undang Dj, penari Stripties, banyak alkohol juga, apa nggak sip." Kata Raka dengan tatapan menggoda.


"Hem ntar gue pikir dulu." Sekalian gue mau kenalin cewek gue."


"Bosan gue liat loe gonta-ganti cewek."


"Ini yang terakhir bro, anggap aja PJ(pajak Jadian).


"Kapan emang?


"Malam ini."


"Oke deh. Gue ikut karena hargai loe karena loe teman gue ya."


"Oke bro. Loe pasti bahagia disana."


.


Malam pun tiba, ku lirik jam yang terletak didinding


kamarku. Pukul 9 rupanya.


Ku langkahkan kakiku menuju ruang tamu, mencari sosok Niken. Namun sejak pulang sekolah tadi aku


belum melihat sosok Niken .


Ku putuskan menuju basement tempat mobilku


berada. Ku kemudikan mobil sport milikku menuju


kawasan apartemen elite ditengah kota dimana


penthouse milik Raka berada. Jalanan ibukota terlihat masih ramai karena ini malam minggu.


30 menit kemudian sampai lah aku diapartemen. Setelah ku


parkirkan, berjalan menuju lift yang naik ke lantai


paling atas apartemen itu.


Ketika aku tiba dilantai itu, terdengar suara hingar


bingar dentuman musik Dj. Ku buka pintu besar itu, aku disambut sama Raka. Ia mengenakan kaos polos


berwarna putih dipadukan dengan celana jeans


selutut.


"Hai bro. Datang juga loe." Sapa Raka dengan


senyuman sumringahnya dan kami pun high five.


Digiringnya tubuhku menuju ruang berskat kaca dimana acara berlangsung.


Mataku disuguhkan keadaan yang riuh. Pria dan


wanita berbaur menjadi satu, dipojok dekat kolam


seorang dj yang cukup terkenal dijakarta asyik


meremix musik.


Terdengar musik berdentum keras, berapa orang yang mengenal kami menyapa ku.


Ditengah kolam, ada tiang yang dimana dua orang


penari sedang meliukkan tubuhnya dengan erotis,

__ADS_1


hanya mengenakan bikini berwarna hitam trasparan.


Sekali-sekali terlihat beberapa orang menyelipkan


sejumlah uang di bra bahkan underware milik mereka.


Gila ini party, niat banget si Raka.


"Bro, pesan aja minuman dibar pojokan itu. Gue mau


jemput seseorang dulu, jangan nakal ya." Kata Raka


seraya menyolek pipiku. Ku putar bola mataku


pertanda malas. 30 menit pun berlalu, namun Raka nggak muncul juga.


Gila Raka ini, dianggurinya kita.


Ku putuskan ku cari cowok itu, setelah cukup


mengelilingi penthouse miliknya ku temukan ia sedang asyik ngobrol dengan 2 wanita. Kedua wanita itu membelakangi ku. Yang satu berambut warna


kecoklatan tergerai dan yang satunya kemerahan


tapi modelnya dicepol.


Tapi rasanya dilihat dari tubuh keduanya, mereka


nggak asing bagiku.


Kok nggak asing ya? Tapi ku buang semua pikiran itu dan ku sapa Raka.


"Ka, dicariin juga sekalinya asyik disini."


Mereka pun menoleh, mataku terbelalak kaget


melihat wajah kedua wanita itu.


"Niken? Bianca?"


Niken Pov


Jujur aku nggak tega harus bersikap kasar sama Steven, tapi harus ku lakukan itu supaya dia sadar akan kesalahan.


"Halo. Ada apa?"


"Gue lagi dilokasi photoshoot."


"Kemang. Ada apa? To the point."


"Lalu?


"Kita ketemu dicoffee shop dekat lokasi gue, ntar gue sms alamatnya."


Tut tut Rasanya malas sekali harus bertemu Bianca apalagi


setelah yang dia lakukan padaku.


Tapi aku penasaran dengan apa yang dia mau


katakan, aku harus tetap waspada dengan gadis berambut kemerahan itu.


Saat ini aku sedang menunggu Bianca disebuah


coffee shop dekat lokasiku, kebetulan schedule ku


kosong sampe lusa.


Sesekali ku minum caramel machiato ku.


Cling-cling #belpintu


"Sory gue telat, tadi ada fashion show. Udah lama menunggu? Tanya Bianca padaku. Ku balas dengan anggukan malas.


Bianca pun memanggil pelayan dan memesan Hot Coffee Late. Pesannya pun datang.


"Ada apa loe pengen ketemu? Tanyaku to the point


"Hmm.. ini tentang Steven Nik.." "Ada apa? Apa kalian berkelahi setelah kalian


balikan? Tanyaku bernada sinis


"Kayanya loe salah paham. Gue nggak balikan sama Steven!

__ADS_1


"Maksudnya?


"Waktu ditaman itu aku ketemu Steven untuk membicarakan sesuatu. Memang benar sempat aku


minta balikan ke cowok itu, tapi aku ditolak sama dia."


Ditolak?


"Gue minta maaf atas kelakuan gue kemarin dan gue


sudah putuskan sesuatu dalam hidup gue."


"Keputusan?


"Ya gue putuskan untuk move on dari Steven Gue capek harus berprilaku murahan ke Stev, gue sadar


kalau dia nggak bisa jauh dari loe."


"Tapi pelukan itu.?


"Haha itu pelukan perpisahan dan tanda aku mau move on."


"Kenapa harus seperti itu?"


"Mungkin loe nggak tau, dinegara ku, seperti itu sudah biasa. Dan aku lupa kalau diindo nggak sama.


Niken, steven sangat sayang sama kamu. Gue pengen loe balikan sama dia. Loe yang pantas buat dia."


Tanpa sadar, air mataku menetes perlahan. Gadis


dihadapanku menyodorkan tisu. Segera ku raih dan


menyapu bekas air mata diwajahku.


"Kita bisa teman? Tanya Bianca seraya


menggenggam tanganku. "Dari awal gue juga nggak ada niat bermusuhan sama


loe."


"Sebagai tanda pertemanan kita, ayo kita kagetkan


Steven."


"Caranya?


"Dengan kejutan." .


Gue putuskan mengikuti ide Bianca dan tetap dengan kewaspadaan.


Dibawanya aku menuju sebuah area apartemen elite


ditengan kota.


"Kita mau kemana? Tanyaku heran, Kita ke penthouse nya pacarku."


"Tapi.."


"Tenang loe kenal kok sama dia."


Terlihat Bianca mengakses kode pintu penthouse itu


dan kami pun masuk.


"Yank, kamu dimana?" Teriak gadis itu, nampak dia cari seseorang.


"Aku didapur yank." Sahut seorang cowok


Ada apa sih ini?


"Masak apa yank?" Tanya Bianca seraya memeluk


tubuh cowok itu dari belakang.


Lalu cowok itu mengecup bibir gadis itu dalam-dalam. "Yank, jangan sekarang. Disini ada Niken."


"Astaga. Hai Niken."


"Loe?"


"Yap. Ini gue Raka.. loe masih ingat?" Tanya cowok


berwajah chinese

__ADS_1


__ADS_2