Saya Jatuh Cinta Dengan Keponakan Saya

Saya Jatuh Cinta Dengan Keponakan Saya
Saya Jatuh Cinta Dengan Keponakan Saya Bab 3


__ADS_3

STEVEN PROV


"Stev, bangun. Sudah pagi!" kata seseorang


sambil menggoyang tubuh ku


Nanti.. 5 menit lagi. Kataku sambil menarik


slimut untuk menutup wajahku


"Stev, kamu nanti telat sekolah loh." Gila ni orang, ngajak kelahi ini orang.


"ASTAGA BISA DIAM GAK SIH? RIBUT


BANGET." Teriak ku kepada orang itu. Aku


pun bangun lalu menatap seseorang


dihadapanku


Omygood, Niken Wajahnya nampak terlihat syok


"Maaf Niken, aku... aku pun berdiri dan terus


menatap matanya.


Niken? tanyanya


Mungkin dia bingung


Keluarlah. Aku mau mandi. NIKEN PROV


Niken? Tanya ku pada Steven


Kenapa aku bahagia mendengar anak itu


memanggil nama ku tanpa embel-embel


sebutan aunty


"Keluarlah. Aku mau mandi." Jawabnya pelan. Aku pun segera menuju dapur untuk


menyiapkan sarapan. Segera ku masak


omelete, roti bakar dan menyiapkan segelas


hot capucinno.


"Wah sarapan sudah siap" ujar Steven. Ia


menarik sebuah kursi lalu mendudukinya. "Ya makanlah. Mau apa minumnya?


"Hot Milk. It's good choice for breakfast"


Segera siapkan segelas susu hangat dan


meletakkannya dihadapan Steven.


"Maaf tadi aku memanggil mu Niken."


"Ya gak apa-apa." Bukannya apa, kalau aku memanggilmu


aunty, rasanya tidak nyaman."


"Ya bersikaplah seperti yang kamu mau bila itu membuatmu nyaman."


Baiklah.. bila itu emang diizinkan." Ku tatap


wajah laki-laki dihadapanku ini, nampak tersenyum penuh arti, bahkan bisa dikatakan


seringai.


"Habiskan sarapanmu, nanti kamu telat. Itu


kunci mobilku. Kamu yakin, aunty gak perlu


antar?


"Gak perlu, mobil itu pasti punya GPS kan? Jadi aku bisa pergi sendiri.


"Oke no problem."


"Aku pergi."


"Hati-hati." Kataku seraya mengantar


keponakanku itu keluar apartemen.


"Oiya ada yang ketinggalan." Apa stev...


Cup.


"Morning kiss, kebiasaan di singapore."


Ujarnya sambil belalu.


Kakiku mendadak lemas, segera ku tutup


pintu dan duduk disofa ruang tamu. Kenapa aku senang dia mencium ku, padahal


hanya dipipi.


Wajahku terasa panas karena merona.


Tentu saja itu bukan ciuman pertamaku,


karena aku sering kali seperti itu, ya karena


profesiku model dan sering clubing jadi itu sudah biasa. Tapi kecupan itu sangatlah beda, lebih hangat.


Segera ku beranjak dari sofa, pergi kekamar


mandi untuk bersiap-siap ke lokasi syuting.


Jadwal hari ini sampai jam 2 dan itu padat sekali. Dan hari ini aku dijemput asistenku


karena mobilku sementara waktu dipakai


keponakanku


STEVEN PROV


"Gila beda banget sama sekolah ku dulu.


Cewek-ceweknya ganjen semua." Ujarku saat


berada disebuh coffee shop didekat

__ADS_1


apartemen.


Flashback on. Saat jam break, aku pergi kekantin bersama


Raka, teman sebangkuku. Kami duduk dimeja


segi 4 yang muat 6orang dan letaknya


ditengah-tengah area kantin.


Ketika kami duduk, terdengar sayup-sayup


pembicaraan disekitar kami. Gila anak baru itu ganteng banget.


Wah dia dekat sama Raka, nambah deh the


most wanted school.


Iya, ganteng banget.


Mau deh jadi pacarnya.


Is gue duluan. Gue duluan.


Flashback off.


Ku lirik jam yang melingkar dipergelanganku,


ternyata sudah jam 14.05.


Tiba-tiba i-phone ku berdering menandakan


ada sms, segera ku baca dan ternyata dari auntyku, Niken.


From : Niken


Sorry ya stev, aunty kayanya pulang telat.


Delivery aja makanan, aunty belum belanja.


Soalnya hari ini schedulenya nambah dan ini


urgent. Pulangnya jangan sampe malam.


Ku tarik nafas dalam-dalam.


Kalau pulang sekarang bisa mati konyol


diapartemen.


Segera ku cari no. Handphone Raka, teman


baruku disekolah. Orangnya tajir dan populer. Dan hubungan kami dekat sekilas terlihat


sudah berteman lama.


"Bro, loe dimana?"


"Gue dirumah stev, what happend?"


"Gue kerumah loe. Kirimin alamat."


"Calm down dude. Ntar gue sms." Tut.tut tut.


Segera ku tutup telepon dan membayar


pesananku. Lalu ku lajukan mobil ke jalanan


NIKEN PROV


Setelah ku sms Steven, segera ku mengganti pakain.


Ya, rencananya tadi aku mau pulang, ternyata


ada job tambahan untuk model catwalk


diperagaan busana kebaya seorang desainer


terkenal seindonesia. Dan rancangannya


sangat ku gemari dan impianku berkerja sama dengannya. Dan acaranya dimulai pukul


15:00.


"Niken, giliran kamu gladi resik." Teriak


managerku.


"Baiklah." Jawabku lalu berjalan kearah yang


ditunjuk. AUTHOR PROV


"Ada apa loe kerumah gue?" Tanya Raka


seraya memberi sekaleng coke dingin ke


Steven


"Aunty gue pulang telat dan gue gak suka


sendirian." Jawab steven "Jadi loe butuh gue? Tanya raka dengan nada


mengoda


"Sumpak najis gua."


"Haha sudahlah. Gitu aja ribut. Ntr sore, gue


mau ngumpul sama Yudha dan Genta dicafe.


Terus jam 10 mau nonton balapan liar." Wow. Mobil kah motor?


"Mobil. Loe mau ikut? Kalau iya, pake tuh


ferari gue yang digarasi. Habis diservice."


"Hadiahnya apa?


"Ya uang, loe taruhan diatas 3juta. Dipandang


sama anak-anak gaul jakarta ya, kasarnya loe terkenal. Dan ada lagi bonusnya.


"Selain mobil lawan, tentunya seorang gadis


yang bisa loe apain aja."


"Wew, lumayan tuh gadisnya. Lama gue gak

__ADS_1


ada pelampiasan." Kata Steven dengan nada


puas.


Saat ini pukul 9 malam dan aku dalam


perjalanan pulang menuju apartemen.


Ya rencananya hari ini aku pulang jam 2an tapi


gagal, karena ada job tambahan dan itu


mendadak.


Mungkin steven sudah tidur jam segini. "Aku gak mampir ya, capek banget!" Ujar


managerku


"Loh udah nyampe?" Tanyaku


"Ya, loe melamun dari tadi. Ini sudah didepan


apartemenmu sayang." Jawab managerku,


Lyla. Wajah nampak heran, menatapku dalam-dalam. Ya aku emang dari tadi


melamun dan gak focus sama sekali.


Beruntung tadi berjalan lancar saat dicatwalk


tanpa melakukan kesalahan.


"Loe kenapa ken? Gue perhatiin loe sama


sekali gak focus hari ini?" Tambahnya Mampus gue kena introgasi.


"Gu...gue fine kok. Gak ada apa-apa."


Jawabku terbata-bata.


"Hello Niken, gue kenal loe dari jaman Sma


dulu. Loe itu perfectionis, segala sesuatu harus


perfect. And loe tiba-tiba gak focus dalam kerja, pasti ada yang terjadi kan. Apa gue


antar loe ke rumah sakit? Jangan-jangan loe


sakit."


"Enough Ly, gue capek. Bye!" Kataku lalu


beranjak keluar mobil dan menutup pintu. Lalu


berjalan menuju apartemenku yang berada dilantai 7.


"Gue sms ntar schedule buat besok." Teriak


Lyla masih terdengar.


Beberapa saat kemudian, ku sudah berada didepan pintu lalu menekan pasword pintu


apartemenku.


Ya apartemenku tergolong canggih dan elite.


Penghuninya gak perlu kunci atau lainnya. Ya


tentunya harga mahal dan cukup menguras


dompet dalam-dalam. Ketika ku memasuki ruang tamu, keadaannya


gelap gulita.


"Stev?" Kataku dengan volume cukup keras,


tapi gak ada yang menyahut.


Segera ku berjalan menuju kamar cowok itu.


Dan yang kudapat, kamarnya tanpa penghuni alias kosong melompong.


Kemana anak itu, jam segini belum pulang?


"Lebih baik aku makan dulu baru mandi."


Aku pun duduk dipantry dan membuka


bungkusan yang sebelumnya ku bawa.


Yap tadi sebelum pulang, aku mampir diwarung sate langgananku.


Mungkin terdengar aneh, seorang model


tersohor se asia membeli sate dipinggir jalan.


Ada alasannya, warung sate itu langganan


keluarga ku semenjak aku masih kecil hingga


sekarang. Letaknya dipinggir jalan tapi ramai sekali.


Segera ku lahap sate ayam beserta lontong


nya, tidak lupa menyisihkan untuk


keponakanku. Setelah itu segera ku menuju


kamar mandi.


Terdengar pintu apartemen terbuka lalu tertutup.


Anak itu sudah pulang rupanya


Aku pun selesai mandi, lalu memakai dalaman


bermotif bunga-bunga, sekilas seperti bikini


two piece. Karena kesusahan memakai


underware karena harus diiket kedua sisinya, gaya dalemanku itu ada tali yang berfungsi


menahan agar tidak lepas dan modelx seperti


g-string. Aku pun berinisiatif duduk disisi


bathtube karena pegal.

__ADS_1


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka dan aku kaget melihat seseorang dihadapanku.


__ADS_2