
STEVEN PROV
"Stev, bangun. Sudah pagi!" kata seseorang
sambil menggoyang tubuh ku
Nanti.. 5 menit lagi. Kataku sambil menarik
slimut untuk menutup wajahku
"Stev, kamu nanti telat sekolah loh." Gila ni orang, ngajak kelahi ini orang.
"ASTAGA BISA DIAM GAK SIH? RIBUT
BANGET." Teriak ku kepada orang itu. Aku
pun bangun lalu menatap seseorang
dihadapanku
Omygood, Niken Wajahnya nampak terlihat syok
"Maaf Niken, aku... aku pun berdiri dan terus
menatap matanya.
Niken? tanyanya
Mungkin dia bingung
Keluarlah. Aku mau mandi. NIKEN PROV
Niken? Tanya ku pada Steven
Kenapa aku bahagia mendengar anak itu
memanggil nama ku tanpa embel-embel
sebutan aunty
"Keluarlah. Aku mau mandi." Jawabnya pelan. Aku pun segera menuju dapur untuk
menyiapkan sarapan. Segera ku masak
omelete, roti bakar dan menyiapkan segelas
hot capucinno.
"Wah sarapan sudah siap" ujar Steven. Ia
menarik sebuah kursi lalu mendudukinya. "Ya makanlah. Mau apa minumnya?
"Hot Milk. It's good choice for breakfast"
Segera siapkan segelas susu hangat dan
meletakkannya dihadapan Steven.
"Maaf tadi aku memanggil mu Niken."
"Ya gak apa-apa." Bukannya apa, kalau aku memanggilmu
aunty, rasanya tidak nyaman."
"Ya bersikaplah seperti yang kamu mau bila itu membuatmu nyaman."
Baiklah.. bila itu emang diizinkan." Ku tatap
wajah laki-laki dihadapanku ini, nampak tersenyum penuh arti, bahkan bisa dikatakan
seringai.
"Habiskan sarapanmu, nanti kamu telat. Itu
kunci mobilku. Kamu yakin, aunty gak perlu
antar?
"Gak perlu, mobil itu pasti punya GPS kan? Jadi aku bisa pergi sendiri.
"Oke no problem."
"Aku pergi."
"Hati-hati." Kataku seraya mengantar
keponakanku itu keluar apartemen.
"Oiya ada yang ketinggalan." Apa stev...
Cup.
"Morning kiss, kebiasaan di singapore."
Ujarnya sambil belalu.
Kakiku mendadak lemas, segera ku tutup
pintu dan duduk disofa ruang tamu. Kenapa aku senang dia mencium ku, padahal
hanya dipipi.
Wajahku terasa panas karena merona.
Tentu saja itu bukan ciuman pertamaku,
karena aku sering kali seperti itu, ya karena
profesiku model dan sering clubing jadi itu sudah biasa. Tapi kecupan itu sangatlah beda, lebih hangat.
Segera ku beranjak dari sofa, pergi kekamar
mandi untuk bersiap-siap ke lokasi syuting.
Jadwal hari ini sampai jam 2 dan itu padat sekali. Dan hari ini aku dijemput asistenku
karena mobilku sementara waktu dipakai
keponakanku
STEVEN PROV
"Gila beda banget sama sekolah ku dulu.
Cewek-ceweknya ganjen semua." Ujarku saat
berada disebuh coffee shop didekat
__ADS_1
apartemen.
Flashback on. Saat jam break, aku pergi kekantin bersama
Raka, teman sebangkuku. Kami duduk dimeja
segi 4 yang muat 6orang dan letaknya
ditengah-tengah area kantin.
Ketika kami duduk, terdengar sayup-sayup
pembicaraan disekitar kami. Gila anak baru itu ganteng banget.
Wah dia dekat sama Raka, nambah deh the
most wanted school.
Iya, ganteng banget.
Mau deh jadi pacarnya.
Is gue duluan. Gue duluan.
Flashback off.
Ku lirik jam yang melingkar dipergelanganku,
ternyata sudah jam 14.05.
Tiba-tiba i-phone ku berdering menandakan
ada sms, segera ku baca dan ternyata dari auntyku, Niken.
From : Niken
Sorry ya stev, aunty kayanya pulang telat.
Delivery aja makanan, aunty belum belanja.
Soalnya hari ini schedulenya nambah dan ini
urgent. Pulangnya jangan sampe malam.
Ku tarik nafas dalam-dalam.
Kalau pulang sekarang bisa mati konyol
diapartemen.
Segera ku cari no. Handphone Raka, teman
baruku disekolah. Orangnya tajir dan populer. Dan hubungan kami dekat sekilas terlihat
sudah berteman lama.
"Bro, loe dimana?"
"Gue dirumah stev, what happend?"
"Gue kerumah loe. Kirimin alamat."
"Calm down dude. Ntar gue sms." Tut.tut tut.
Segera ku tutup telepon dan membayar
pesananku. Lalu ku lajukan mobil ke jalanan
NIKEN PROV
Setelah ku sms Steven, segera ku mengganti pakain.
Ya, rencananya tadi aku mau pulang, ternyata
ada job tambahan untuk model catwalk
diperagaan busana kebaya seorang desainer
terkenal seindonesia. Dan rancangannya
sangat ku gemari dan impianku berkerja sama dengannya. Dan acaranya dimulai pukul
15:00.
"Niken, giliran kamu gladi resik." Teriak
managerku.
"Baiklah." Jawabku lalu berjalan kearah yang
ditunjuk. AUTHOR PROV
"Ada apa loe kerumah gue?" Tanya Raka
seraya memberi sekaleng coke dingin ke
Steven
"Aunty gue pulang telat dan gue gak suka
sendirian." Jawab steven "Jadi loe butuh gue? Tanya raka dengan nada
mengoda
"Sumpak najis gua."
"Haha sudahlah. Gitu aja ribut. Ntr sore, gue
mau ngumpul sama Yudha dan Genta dicafe.
Terus jam 10 mau nonton balapan liar." Wow. Mobil kah motor?
"Mobil. Loe mau ikut? Kalau iya, pake tuh
ferari gue yang digarasi. Habis diservice."
"Hadiahnya apa?
"Ya uang, loe taruhan diatas 3juta. Dipandang
sama anak-anak gaul jakarta ya, kasarnya loe terkenal. Dan ada lagi bonusnya.
"Selain mobil lawan, tentunya seorang gadis
yang bisa loe apain aja."
"Wew, lumayan tuh gadisnya. Lama gue gak
__ADS_1
ada pelampiasan." Kata Steven dengan nada
puas.
Saat ini pukul 9 malam dan aku dalam
perjalanan pulang menuju apartemen.
Ya rencananya hari ini aku pulang jam 2an tapi
gagal, karena ada job tambahan dan itu
mendadak.
Mungkin steven sudah tidur jam segini. "Aku gak mampir ya, capek banget!" Ujar
managerku
"Loh udah nyampe?" Tanyaku
"Ya, loe melamun dari tadi. Ini sudah didepan
apartemenmu sayang." Jawab managerku,
Lyla. Wajah nampak heran, menatapku dalam-dalam. Ya aku emang dari tadi
melamun dan gak focus sama sekali.
Beruntung tadi berjalan lancar saat dicatwalk
tanpa melakukan kesalahan.
"Loe kenapa ken? Gue perhatiin loe sama
sekali gak focus hari ini?" Tambahnya Mampus gue kena introgasi.
"Gu...gue fine kok. Gak ada apa-apa."
Jawabku terbata-bata.
"Hello Niken, gue kenal loe dari jaman Sma
dulu. Loe itu perfectionis, segala sesuatu harus
perfect. And loe tiba-tiba gak focus dalam kerja, pasti ada yang terjadi kan. Apa gue
antar loe ke rumah sakit? Jangan-jangan loe
sakit."
"Enough Ly, gue capek. Bye!" Kataku lalu
beranjak keluar mobil dan menutup pintu. Lalu
berjalan menuju apartemenku yang berada dilantai 7.
"Gue sms ntar schedule buat besok." Teriak
Lyla masih terdengar.
Beberapa saat kemudian, ku sudah berada didepan pintu lalu menekan pasword pintu
apartemenku.
Ya apartemenku tergolong canggih dan elite.
Penghuninya gak perlu kunci atau lainnya. Ya
tentunya harga mahal dan cukup menguras
dompet dalam-dalam. Ketika ku memasuki ruang tamu, keadaannya
gelap gulita.
"Stev?" Kataku dengan volume cukup keras,
tapi gak ada yang menyahut.
Segera ku berjalan menuju kamar cowok itu.
Dan yang kudapat, kamarnya tanpa penghuni alias kosong melompong.
Kemana anak itu, jam segini belum pulang?
"Lebih baik aku makan dulu baru mandi."
Aku pun duduk dipantry dan membuka
bungkusan yang sebelumnya ku bawa.
Yap tadi sebelum pulang, aku mampir diwarung sate langgananku.
Mungkin terdengar aneh, seorang model
tersohor se asia membeli sate dipinggir jalan.
Ada alasannya, warung sate itu langganan
keluarga ku semenjak aku masih kecil hingga
sekarang. Letaknya dipinggir jalan tapi ramai sekali.
Segera ku lahap sate ayam beserta lontong
nya, tidak lupa menyisihkan untuk
keponakanku. Setelah itu segera ku menuju
kamar mandi.
Terdengar pintu apartemen terbuka lalu tertutup.
Anak itu sudah pulang rupanya
Aku pun selesai mandi, lalu memakai dalaman
bermotif bunga-bunga, sekilas seperti bikini
two piece. Karena kesusahan memakai
underware karena harus diiket kedua sisinya, gaya dalemanku itu ada tali yang berfungsi
menahan agar tidak lepas dan modelx seperti
g-string. Aku pun berinisiatif duduk disisi
bathtube karena pegal.
__ADS_1
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka dan aku kaget melihat seseorang dihadapanku.