Saya Jatuh Cinta Dengan Keponakan Saya

Saya Jatuh Cinta Dengan Keponakan Saya
Saya jatuh cinta dengan keponakan saya Bab 4


__ADS_3

STEVEN PROV Ku lajukan mobil Audy sport ku -hasil menang


taruhan race- menuju sekolah.


Ya gagal dapat breakfast yang enak. Mungkin pagi ini bukan rejekiku bisa membelai


Niken. Emang sih selama kami resmi berpacaran, dia sama


sekali nggak menolak apa yang aku mau. Jujur, aku sangat menyayanginya bahkan


mencintainya. Tapi kalau dipikir-pikir, penolakan olehnya bisa


berpengaruh baik untukku juga. Kalau tadi kami


melakukannya, aku bisa tidak sekolah karena


kelelahan. Biarlah, lagi pula nanti malam aku akan


melakukannya sepuasnya. Sesampai disekolah, ku duduk dibangku depan


kelasku. Siswa-siswi banyak yang menatapku


bahkan berbisik.


Ganteng ya kak Steven.


Kalau gue jadi pacarnya, rela deh gue diapain sama


dia. Murahan loe. Kalau gue sih rela digrepe sama dia.


Sama aja cumi. Ku pasang headset ditelingaku, masih terlalu pagi


untuk mengurusi yang begituan. Ketika sedang mendengarkan musik, ada ide


cermelang untuk nanti malam. Ku search sebuah nama toko, rencananya aku mau


belanja sesuatu untuk tante tercintaku. Berhubung aku sekolah, ku gunakan jasa kurir kepercayaanku. Dan segera ku order pesananku, langsung ku kirim


ke lokasi phoshootnya hari ini. Kring.kring. bel sekolah "Huh. Hampir aja gue telat." Kata Raka dengan nafas


ngos-ngosan. "Gue kira loe gak masuk ka. Kemana loe sampai


telat." "Habis jemput teman gue dibandara. Dia balik


keindonesia karena selesai sekolahnya disingapore.

__ADS_1


Entar aku bawa dia jalan, loe mau ikut? Gak kayanya. Gue mau dirumah bareng cewek gue


lah. Maksud loe, tante loe yang montok semok itu. Gila loe ya, mau gue punya tante kaya gitu, sayang adik


mama gue udah gendut tua lagi. Sabar bro. Takdir loe nggak sebagus gue haha"


kataku lalu dihadiahi jitakan dikepalaku. "Ya loe bisa sombong sekarang, nanti loe bakal iri liat teman gue. Gak kalah deh sama tante Niken loe."


Kata Raka dengan nada setengah berteriak. "RAKA, STEVEN. KALIAN BISA DIAM TIDAK?


ATAU KALIAN PILIH LARI DILAPANGAN 10X?"


Tegur Pak Bono, guru fisikaku. Guru berkepala


plontos yang terkenal galak disekolah. "Ya pak." Kata kami serempak. Pelajaran pun kembali berlangsung, tapi entah


mengapa perasaan ku tidak enak, segera ku pastikan


paketanku sudah ditangan Niken dan ternyata sudah ditangannya. Kembali ku perhatikan pak botak itu sedang mengoceh tentang teori-teorinya.


STEVEN PROV "Aku pulang." Teriakku memenuhi apartemen. Ku


cari sosok gadis yang kusayang tapi gak ada. Ku langkahkan kakiku menuju kamarnya, ketika ku buka kamarnya dia juga tidak ada.


balkon. Ku tekan nomor teleponnya. "Halo.. dimana yank? Masih dilokasi, tadi hujan jadinya pending. Ini udah


dilanjut lagi. Kenapa? Pulang sama siapa? "Paling sama Lyla. Ada apa? Kamu dimana? "aku sudah pulang. Aku jemput ya, tunggu disitu." Tut.Tut. Segera ku menuju mobil, dan ku lajukan menuju


lokasi Niken berada. NIKEN PROV Setelah menerima telepon dari Steven, segera ku


hampiri asistenku, Lyla. "Ly, loe pulang duluan aja, aku dijemput." Loe pulang sama siapa? "Pulang sama Steven." Keponakan loe itu. Yasudah, gue pulang dulu."


Ujarnya seraya meninggalkanku. Yap, asistenku itu belum tahu kalau aku dan


keponakanku itu sedang berpacaran. Tiba-tiba Iphone ku berdering, segera ku angkat. "Halo. Aku sudah didepan basement, kamu dimana yank? Kata Steven dibalik telepon. "Ya bentar. Aku menuju kesana." Ku pun berjalan menuju basement dimana cowok itu


berada. "Sory lama" kataku sambil masuk kemobilnya. Jujur


sampai detik ini, anak itu belum cerita darimana ia


mendapatkan mobil bagus ini. Tapi sudahlah, itu tidak


penting. "Ya gak ap apa, sudah dipake seatbeltnya?" Tanyanya


padaku, ku jawab dengan anggukan. CUP "Stev?" Aku kaget, tiba-tiba ia menciumku. "Aku kangen yank." Katanya, tangan kirinya

__ADS_1


membelai punggung


tanganku. "Bawa mobilnya yang betul." Tanganya ku letakkan di kemudinya kembali. "Yaudah. Oh iya kita ke Starbuck bentar ya." kata Steven "Mau ngapain?" "Mau ketemu Raka yank, katanya mau ngasih


sesuatu." "Apaan?" Gak tahu. . . Sesampai di starbuck, Kami langsung berjalan


menuju meja dekat jendela, nampak disana Raka


bersama seorang gadis berambut panjang


kemerahan. Tiba-tiba Steven menghentikan


langkahnya. "Kenapa yank?" Tanyaku padanya, wajahnya


nampak menegang. "Stev, sini. " teriak sahabatnya itu. "Ayo yank." Digenggamnya tanganku erat-erat lalu


kami pun menuju meja Raka. "Hei bro, ada apa?" Tanya Steven to the poin. "Nyantai bro, gue bete sekalian aja ajak jalan


temanku." "Oh dkira ada apa. Yank, udah kenal Raka kan?"


Tanyanya padaku, tangannya tidak lepas dari


tanganku. "Iya. Pas dia keapartemen, kita kenalan." Jawabku


lalu menatap gadis didepanku. Matanya tak henti


menatap Steven. "Oiya bro, kenalin ini Bianca. Bi, ini Steven yang aku


ceritain dan ini pacarnya steven, Niken " kata Raka


memperkenalkan kami. "Hai, gue Ni.." sapaanku terhenti ketika Gadis yang


bernama Bianca itu mengucapkan sesuatu. "Hai Stev, lama gak ketemu. Apa kabar?" Tanya Bianca pada cowokku "Baik. Kamu pindah kesini?" Tanya balik Steven, tiba-


tiba tangannya merangkul pinggangku dari samping. "Iya kan sekolahku dah selesai, kamu lupa kalau aku


ikut ekselarasi. Kan aku


sekalian cari kamu." Jawaban gadis itu membuat aku dan Raka menengok


kearah Steven, ia hanya duduk santai, sesekali


menatap jalanan diluar.


Ada apa ini? Ada yang aneh.

__ADS_1


__ADS_2